+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Produsen Berharap Pasar Alternatif (BIODIESEL):

  • Produsen Berharap Pasar Alternatif (BIODIESEL): Produsen biodiesel Indonesia berharap dapat membuka pasar alternatif berkaitan dengan hambatan masuk ke pasar Uni Eropa dan Amerika Serikat. Selain perluasan pemakaian biodiesel di sektor pertambangan, kereta api, dan alat utama sistem persenjataan, produsen dan pemerintah berupaya membuka pasar potensial di luar negeri, antara lain China dan Jepang. Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Ap-robi) Paulus Tjakrawan di Jakarta, Senin (22/1), menyebutkan, ekspor biodiesel sawit ke Eropa pernah menyentuh angka 1,8 juta kiloliter dan ke Amerika Serikat 400.000 kiloliter. Namun, ekspor terus turun karena tuduhan dumping dan subsidi atas produk biodiesel Indonesia (KOMPAS)
  • Produsen Biodiesel Sasar Pasar Non-PSO (Target Produksi 5 Juta Kiloliter): Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (APROBI) berupaya menggenjot produksi biodiesel pada tahun ini sebesar 5 juta kiloliter. An gka tersebut lebih tinggi daripada produksi tahun lalu, yakni sekitar3,13juta kiloliter (hingga November 2017). Ketua Harian APROBI Paulus Tjakrawan mengatakan, kapasitas produksi produsen biodiesel di Indonesia sebenarnya bisa mencapai angka 12 juta kiloliter per tahun. “Tetapi, kapasitas yang terpakai diperkirakan maksimal setiap tahun sebesar 4 juta kiloliter,” katanya saat diskusi dengan media kemarin (22/1). (JAWA POS)
  • Indonesia Intensif Dekati China (KEPUTUSAN EROPA SOAL BIODIESEL): Aprobi bernegosiasi serius dengan China untuk mengekspor  biodiesel dalam jumlah besar, menyusul  keputusan parlemen Uni Eropa yang akan menghentikan pemakaian biofuel pada 2021. Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengatakan China menggunakan sekitar 175 juta kiloliter energi terbarukan per tahun dari minyak goreng bekas. Dalam negosiasi itu, China menawarkan harga stabil selama 10 tahun. Sementara Indonesia berkeinginan harga biodiesel mengikuti harga pasar dunia. (BISNIS INDONESIA)
  • Produksi CPO Tahun Ini akan Sentuh 40 Juta Ton: Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memperkirakan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) nasional tahun ini bisa mencapai 40 juta ton, atau tumbuh sekitar 5% dari estimasi produksi 2017 yang sebesar 38 juta ton. Kondisi cuaca yang mendukung pertanaman sawit menjadi pemicu utama naiknya produksi komoditas perkebunan tersebut. Terkait rencana Uni Eropa (UE) yang akan melarang penggunaan biodiesel berbasis sawit pada 2021, Ketua Umum Asosiasi Produsen Buofiels Indonesia (Aprobi) MP Tumanggor mengatakan, pihaknya akan mengajukan gugatan. “Ini adalah diskriminasi. Sebelumnya, mereka sudah menetapkan untuk 2030. Lalu, kenapa yang berbasis sawit ditetapkan 2021? Kami sedang berkoordinaai tentang hal ini dengan pemerintah untuk langkah berikutnya,” kata Tumanggor. Sementara itu, Togar yang juga Ketua Bidang Pemasaran dan Promosi Aprobi memaparkan, produksi biodiesel nasional pada 2017 mencapai 3,10 juta ton, yakni konsumsi dalam negeri 2,30 juta ton dan ekspor 180 ribu ton. Pada 2016, produksi biodiesel 3,60 juta ton, sebanyak 3 juta ton untuk konsumsi domestik dan 470 ribu ton untuk ekspor. Tren penurunan yang terjadi pada 2017, kemungkinan disebabkan penegakan penggunaan biodiesel, serta keterlambatan pengumuman penyaluran yang memangkas konsumsi setidaknya 200-300 ribu ton pada pertengahan 2017. (INVESTOR DAILY INDONESIA)
  • Subsidi Biodiesel Bukan dari APBN: Dana subsidi biodiesel berasal dari pungutan terhadap perusahaan sawit yang melakukan ekspor CPO dan turunnya. Keputusan Uni Eropa (TJE) dan Amerika Serikat (AS) untuk menghadang ekspor produk biodiesel Indonesia bisa berdampak luas. Apalagi UE dan AS telah menuding pemerintah memberikan subsidi terhadap produk biodiesel lewat Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit (KS). Tuduhan subsidi ini ditepis produsen biodisel. Pasalnya dana yang dikumpulkan BPDP itu berasal dari pungutan perusahaan sawit setiap kali melakukan ekspor. Sehingga dana itu dipastikan tidak berasal dari anggaran pemerintah melalui APBN  Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Ap-robi) Paulus Tjakrawan mengatakan, dana pungutan yang dihimpun BPDP didasarkan pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 24 Tahun 201(3 tentang penghimpunan dan penggunaan dana perkebunan kelapa Sawit.  “Karena itu, kami memastikan dukungan pemerintah untuk program biodiesel tidak berasal dari dana pemerintah, melainkan dari pungutan ekspor sawit dan turunnya,” ujar Paulus, Senin (22/1). Data menunjukkan, jumlah dana yang berhasil dikumpulkan oleh BPDP Kelapa Sawit memang terus meningkat. Jika pada tahun 2015 hanya sebesar Rp 7 triliun, meningkat menjadi Rp 10 triliun pada tahun lalu. (KONTAN)
  • Businesses to protest EUs palm oil prohibition: Local palm oil business groups plan to protest the European Unions plan to ban the use of palm oil in biofuels, a move they see as severely hurting exports to Indonesias key market. Indonesia, the worlds largest palm oil producer, advocated the importance of the crop to its national interests, as 17 million people, most of them smallholders, depend on the industry. Similarly, the Indonesian Biofuel Producers Association (Aprobi) also objected to the EUs plan, saying it would be a discriminatory act. As a step to fight the planned measure, the business group has been cooperating with its counterparts in Malaysia, Thailand and other palm oil producing countries to file complaints to the EU and even the WTO.  “Together with major palm oil producers, we can file a lawsuit to the European court or the WTO,” said Aprobi chairman, Paulus Tjakrawan. “It could also be possible for us to urge the Indonesian government to retaliate against the EUs move,” he added.  Along with Gapki and Aprobi, the Indonesian Chamber of Commerce and Industry (Kadin) also slammed the EUs plan, saying Indonesian palm oil producers had been trying to produce the commodity in a sustainable way and invest a lot in sustainability programs. (THE JAKARTA POS)
  • Aprobi bantah produsen biodiesel terima subsidi dari pemerintah: Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) membantah kabar yang mengatakan bahwa sejumlah produsen biodiesel menerima subsidi dari pemerintah. Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan menjelaskan, dana tersebut merupakan dukungan untuk program Bahan Bakar Nabati (BBN) Biodiesel untuk program replanting, serta berbagai program riset, promosi dan advokasi. (KONTAN)

http://industri.kontan.co.id/news/aprobi-bantah-produsen-biodiesel-terima-subsidi-dari-pemerintah

  • Aprobi Targetkan Produksi Biodiesel Naik Jadi 3,5 Juta KL Tahun Ini: Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (Aprobi) memperkirakan target produksi biodiesel tahun ini sekitar 3,5 juta kilo liter (KL), lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya mampu produksi 3,1 juta KL. (KUMPARAN.COM)

https://kumparan.com/@kumparanbisnis/aprobi-targetkan-produksi-biodiesel-naik-jadi-3-5-juta-kl-tahun-ini

  • Subsidi Biodiesel Dari Kantong Perusahaan Sawit, Bukan APBN: Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) menegaskan bahwa pendanaan subsidi biodiesel tidak mengambil Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semenjak tahun 2015 hingga sekarang. Tetapi menggunakan dana pungutan CPO (CPO Fund) yang diperoleh dari ekspor produk sawit dan produk turunannya. Dana pungutan inilah yang dihimpun dan dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia. Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Penghimpunan Dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit. (MAJALAH SAWIT INDONESIA)

https://sawitindonesia.com/rubrikasi-majalah/berita-terbaru/subsidi-biodiesel-dari-kantong-perusahaan-sawit-bukan-apbn/

  • Produsen Biofuel Klarifikasi Soal Subsidi Besar dari BPDP: Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) mengklarifikasi kabar yang soal sejumlah perusahaan biodiesel menerima subsidi triliunan rupiah dari Badan Pengelola Dana Perkebunan ( BPDP) Sawit. Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan dalam program bahan bakar nabati (BBN) hingga penananam kembali atau replanting sawit, sebenarnya tidak ada subsisi. (KOMPAS)

http://ekonomi.kompas.com/read/2018/01/22/201404026/produsen-biofuel-klarifikasi-soal-subsidi-besar-dari-bpdp

 

 

  • Penyerapan biodisel diperkirakan 3,5 juta kiloliter pada 2018: Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (Aprobi) memperkirakan penyerapan biodiesel nasional tahun ini mencapai 3,5 juta kiloliter atau meningkat dari 2017. Ketua Harian Aprobi, Paulus Tjakrawan di Jakarta, Senin mengatakan, hingga November 2017 penyerapan biodiesel mencapai 3,13 juta kiloliter sementara serapan dalam negeri sebesar 2,35 juta kiloliter atau 90 persen dari total serapan, dan untuk ekspor sebesar 179.000 kilolite (ANTARA)

https://www.antaranews.com/berita/679639/penyerapan-biodisel-diperkirakan-35-juta-kiloliter-pada-2018

  • Kata Produsen Biofuel Soal Subsidi dari BPDP Sawit: Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) membantah menerima subsidi alias bantuan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit. Aprobi menyebutkan, program Bahan Bakar Nabati (BBN) hingga replanting sawit berjalan dengan dukungan dana yang seutuhnya dari pihak swasta yang mengekspor sawit. “Semua ini bisa berjalan dengan dukungan dana 100% dari swasta pengekspor sawit,” kata Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan dalam jumpa pers di Kantor Aprobi, Jakarta Selatan, Senin (22/1/2018). (DETIK)

https://finance.detik.com/energi/3827790/kata-produsen-biofuel-soal-subsidi-dari-bpdp-sawit

  • China dan Jepang Mau Pakai Biodiesel Buatan RI: Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) MP Tumanggor mengungkapkan bahwa China tertarik menggunakan biodiesel Indonesia. Adapun potensi ekspor biodiesel ke China mencapai 9 juta kiloliter (KL). “China sudah dua kali ketemu Mendag dan Menperin, tinggal cari modelnya. Realisasinya kemungkinan bukan tahun ini. Bisa sampai potensi ekspornya 9 juta,” kata Tumanggor di Kantor Aprobi, Jakarta Selatan, Senin (22/1/2018). (DETIK)

https://finance.detik.com/energi/d-3827987/china-dan-jepang-mau-pakai-biodiesel-buatan-ri

  • Kereta Api Hingga Alutsista Mau Pakai Biodiesel Tahun Ini: Transportasi kereta api (KA) akan menggunakan Bahan Bakar Nabati (BBN) biodiesel biodiesel tahun ini. Selain itu, alat berat pertambangan serta alat utama sistem persenjataan (Alutsista) juga direncanakan menggunakan biodiesel. “Tahun ini kita usahakan agar pertambangan pakai, alutsista pakai, dan kereta api,” ujar Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan dalam jumpa pers di Kantor Aprobi, Jakarta Selatan, Senin (22/1/2018). (DETIK)

https://finance.detik.com/energi/3828064/kereta-api-hingga-alutsista-mau-pakai-biodiesel-tahun-ini

 

 

  • Biodisel Indonesia di Jegal Uni Eropa dan Amerika, Ini Solusinya: Indonesia merupakan salah satu penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Turunan dari hasil alam kelapa sawit ini salah satunya adalah Bahan Bakar Nabati (BBN) biodisel. Ketua Pelaksana Asosiasi Produsen Biodisel Indonesia (APROBI) Paulus Tjakrawan mengungkapkan, tahun ini Indonesia sudah tidak lagi ekspor ke pasar Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS). Padahal, kedua wilayah tersebut pada awalnya di design sebagai pasar ekspor BBN biodisel. (GATRA)

https://www.gatra.com/ekonomi/industri/304761-biodisel-indonesia-di-jegal-uni-eropa-dan-amerika-ini-solusinya

  • APROBI : Program Biodiesel Tidak Berasal Dari APBN: Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) menegaskan bahwa pendanaan subsidi biodiesel tidak mengambil Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semenjak tahun 2015 hingga sekarang. Tetapi menggunakan dana pungutan CPO (CPO Fund) yang diperoleh dari ekspor produk sawit dan produk turunannya. Dana pungutan inilah yang dihimpun dan dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia. Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Penghimpunan Dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit. (AGROFARM.CO.ID)

https://www.agrofarm.co.id/4591-2/