+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Produsen Biodiesel Jajaki Eropa Lagi:

• Produsen Biodiesel Jajaki Eropa Lagi: Targetnya, ekspor biodiesel ke Uni Eropa tahun ini bisa mencapai minimal 500.000 ton. Pasca pencabutan penerapan bea masuk anti dumping (BMAD) untuk produk biodisel Indonesia pada 16 Maret 2018 lalu, prospek ekspor produk ini ke Uni Eropa (UE) kembali cerah. Saat ini, produsen biodiesel tengah menjajaki pasar ekspor biodiesel ke benua biru. Paulus Tjakrawan, Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (Aprobi), menyatakan, penghapusan BMAD oleh UE merupakan peluang baru untuk meningkatkan ekspor ke negara-negara Eropa. Sebab, sejak penerapan BMAD dengan tarif sebesar 8,8%-23,3%, ekspor kita langsung anjlok. Bahkan, sepanjang 2013-2016, ekspor biodiesel hanya US$ 68 juta. Nilai itu menukik tajam dibanding raihan sebelum 2013 yang mencapai US$ 1,4 miliar. “Kami mengharapkan, ekspor biodiesel tahun ini ke UE minimum 500.000 ton,” ujar Paulus. Saat ini, Paulus mengatakan, semua produsen biodiesel Indonesia mulai melakukan penjajakan ekspor kembali ke UE. Mereka akan menjalin lagi kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang dulu sempat jadi mitra sebelum biodiesel dari negara kita terkena BMAD. Namun, Aprobi belum bisa memberikan target yang pasti untuk angka ekspor tahun ini. Soalnya, asosiasi juga masih mengantisipasi kemunculan hambatan lain yang dilakukan UE agar ekspor biodiesel Indonesia tidak mulus. (KONTAN)
• Empat Eksportir Indonesia Menangi Gugatan Anti-dumping Biodiesel Uni Eropa: Sekali lagi, Indonesia melalui korporasi memenangkan tuntutan pencabutan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) yang sebelumnya dikenakan Uni Eropa terhadap biodiesel asal Indonesia. Keberhasilan tersebut menjadi kemenangan ganda bagi biodiesel Indonesia. Sebelumnya, pemerintah Indonesia memenangkan gugatan biodiesel terjadap Uni Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). “Gugatan dilayangkan oleh empat perusahaan ke pengadilan UE, dan pemerintah juga menggugat lewat WTO,” ujar Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (APROBI), Paulus Tjakrawan (TRIBUNNEWS)
http://www.tribunnews.com/bisnis/2018/03/25/empat-eksportir-indonesia-menangi-gugatan-anti-dumping-biodiesel-uni-eropa

• Indonesia di WTO: Uni Eropa Harus Adil soal Sawit: Pemerintah Indonesia melalui forum formal di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mendorong Uni Eropa untuk berlaku adil terhadap minyak kelapa sawit. Demikian seperti disampaikan dalam keterangan pers Perwakilan Tetap RI (PTRI) Jenewa yang diterima di Jakarta, Sabtu (24/3/2018). Delegasi Indonesia untuk pertama kalinya menyampaikan keprihatinan terhadap perkembangan pembahasan kebijakan amandemen Pedoman Energi Terbarukan Uni Eropa yang dikaitkan dengan minyak kelapa sawit. Keprihatinan Indonesia disampaikan oleh Delegasi Indonesia yang hadir pada Pertemuan Komite Hambatan Teknis Perdagangan WTO di Jenewa, Swiss. (OKEZONE)
https://economy.okezone.com/read/2018/03/24/320/1877425/indonesia-di-wto-uni-eropa-harus-adil-soal-sawit
• Rekayasa Genetika untuk Bioetanol: Indonesia merintis riset pengembangan pembuatan bioetanol atau bensin nabati. Peningkatan efisiensi produksi dilakukan dengan merekayasa gen. Bahan organik dari tumbuhan tidak hanya bisa diolah menjadi biodiesel, tetapi juga bioetanol. Bioetanol memiliki prospek ekonomi dan ekologis lebih baik karena menggunakan bahan baku dari tanaman nonpangan dan limbah biomassa. Namun; kadar bioetanol dalam proses pembuatannya masih rendah. Rekayasa genetika diterapkan pada mikroba pengurai bahan selulosa itu untuk meningkatkan hasilnya. Beriklim tropis basah, Indonesia memiliki sumber biomassa terbesar di dunia. Sumber hayati ini beragam jenisnya, mulai dari rumput-rumputan hingga pepohonan kayu, terhampar di kawasan hutan dan lahan pertanian. Di pesisir pun ditemukan biomassa berupa mikroalga dan rumput laut. Potensinya pun sangat besar karena garis pantai negeri mega-kepulauan ini terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Karena itu, Indonesia berpotensi menjadi sentra bioenergi dunia. (KOMPAS)
• Indonesia Pikirkan Retaliasi (RESOLUSI BIODIESEL): Kementerian Perdagangan mengklaim Norwegia telah memulai perang dagang dengan Indonesia setelah parlemen negara itu memutuskan untuk meminta penghentian pembelian biodiesel berbahan minyak kelapa sawit dari Indonesia. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengancam akan menghentikan impor komoditas ikan dari negara itu bila pemerintah setempat menyetujui usulan Parlemen Norwegia. Meski begitu hingga kini belum ada keputusan resmi untuk menjalankan amanat parlemen. (BISNIS INDONESIA)
• Menang di UE: KORPORASI Indonesia kembali memenangkan tuntutan pencabutan bea masuk anti dumping (BMAD) yang sebelumnya dikenakan Uni Eropa (UE) terhadap biodiesel asal Indonesia. Keberhasilan tersebut menjadi kemenangan ganda bagi biodiesel Indonesia. Sebelumnya, pemerintah Indonesia memenangkan gugatan biodiesel terhadap Uni Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). (KONTAN)