+62 2129380882 office@aprobi.co.id

RI Minta Malaysia Genjot Konsumsi Sawit Domestik

Investor Daily Indonesia | Rabu, 5 Desember 2018

RI Minta Malaysia Genjot Konsumsi Sawit Domestik

Untuk mencegah harga minyak sawit mentah (crudepalm oil/CPO) turun lebih dalam lagi, Indonesia meminta Malaysia untuk menggenjot konsumsi sawit di dalam negeri. Hingga kini, kebijakan itu belum diterapkan pemerintah Malaysia. Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, jatuhnya harga CPO, selain karena Tiongkok mengurangi pembelian sawit, disebabkan Malaysia belum menerapkan BIO. Padahal, Indonesia sudah menerapkan B20. Dia menilai, alasan Malaysia klasik, yaitu industri dalam negeri tidak bisa menyerap B20. “Padahal, di Indonesia, otomotif maupun kereta api, hingga kapal laut sudah bisa menggunakan B20. Jadi, sebetulnya Malaysia harus belajar dari kita, apa yang mereka khawatirkan sebetulnya tidak terjadi,” kata dia di Jakarta, Selasa (4/12). Berdasarkan data indexmundi.com, harga CPO terus merosot sejak awal 2018. Pada Oktober 2018, harga CPO jebol di bawah US$ 500 per ton atau tepatnya US$ 499,15 per ton, turun 20% dibandingkan Januari sebesar US$ 628 per ton.

Pit. Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, pihaknya terus mendorong hilirisasi di sawit. Hal ini sesuai amanah UU No. 3 tahun 2014 tentang Perindustrian, yang semangatnya mendorong pengembangan industri pengolahan dan produk yang dihasilkan. “Kemenperin akan terus mendorong kebijakan hilirisasi antara lain melalui tax allowance dan tax holiday,” ujar dia. Tahap awal, dia menerangkan, industri masih diperbolehkan menjual produk antara dan mengekspor ekspor CPO dan crude palm kernel oil (CPKO). Sebab, industri hilir belum mampu menyerap semua produksi CPO/CPKO nasional. Sigit mengatakan, apabila industri hilir telah siap, misalnya, ketika program biohidrokarbon berhasil diimplementasikan secara masif, tidak tertutup kemungkinan ekspor CPO/ CPKO dihentikan. Kemenperin, kata dia, telah menyiapkan tiga jalur hilirisasi industri CPO, yaitu oleopangan (oleofood complex), oleokimia (oleochemical complex), dan Biofuel (biofuel complex), i/ilirisasi oleopangan adalah industri yang mengolah produk industri refinery untuk menghasilkan produk antara oleopangan {intermediate oleofood) sampai pada produk jadi oleopangan {oleofood product). Berbagai produk hilir oleopangan yang telah dihasilkan di Indonesia antara lain minyak goreng sawit, margarin, vitamin A, vitamin E, shortening, ice cream, creamer, cocoa butter atau specialty-fat. Adapun hilirisasi oleokimia adalah industri yang mengolah produk industri refinery untuk menghasilkan produk-produk antara oleokimia, oleokimia dasar, sampai pada produk jadi, seperti produk biosurfaktan (seperti deterjen, sabun, dan shampo), biolubrikan (biopelumas) dan bioma-terial (contohnya bioplastik). Selanjutnya, hilirisasi Biofuel adalah industri yang mengolah produk refinery untuk menghasilkan produk-produk antara Biofuel sampai pada produk jadi biofuel, seperti biodiesel, biogas, biopremium, bioavtur, dan lain-lain. Terkait dengan hilirisasi biofuel, saat ini, pemerintah serius menerapkan program Biodiesel 20% (B20) secara penuh di Indonesia, dan memperluas penggunaan B20 di semua kendaraan bermotor.

Sawit Indonesia | Selasa, 4 Desember 2018

Lobi RI Berhasil, Tiongkok Borong Sawit Dan Biodiesel Indonesia

Tiongkok meningkatkan pembelian minyak sawit dan biodisel dari Indonesia sepanjang Oktober 2018. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Tiongkok meningkatkan impor minyak sawit dari Indonesia sebesar 63% menjadi 541,81 ribu ton daripada bulan September berjumlah 332,52 ribu ton. “Naiknya impor minyak sawit China didorong oleh pengurangan pasokan kedelai oleh China dari Amerika sebagai efek dari perang dagang kedua negara raksasa tersebut. Selain itu pada awal Oktober China juga mulai mengeskalasi pelarangan impor rapeseed meal dari India untuk pakan ternak ruminansia dan unggas,”ujar Mukti Sardjono, Direktur Eksekutif GAPKI, Senin ( 3 November 2018) Mukti menyebutkan pelarangan ini akan membuka peluang Indonesia mengisinya dengan produk bungkil sawit yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia dan unggas. Yang menarik adalah pembelian biodiesel Tiongkok naik signifikan. Total volume biodiesel yang diimpor China dari Indonesia periode Mei-Oktober 2018 telah mencapai 637,34 ribu ton. “Khusus untuk biodiesel, China mulai mengimpor sejak Mei 2018,” papar Mukti. Menurutnya, angka ini merupakan suatu capaian yang sangat baik sejak China mulai mempromosikan penggunaan biodiesel dalam rangka mengurangi emisi gas rumah kaca. Pilot project B5 telah dilaksanakan di Shanghai dan akan terus dipromosikan secara luas di China. Program ini tentunya membuka peluang bagi pasar biodiesel berbasis CPO Indonesia untuk membuka pasar di China.

Dalam sejumlah kesempatan, baik Presiden RI Joko Widodo dan sejumlah menteri melobi Tiongkok untuk meningkatkan pembelian CPO dan biodiesel. Presiden Jokowi di Palembang, menjelaskan semenjak awal tahun yang lalu dirinya juga ketemu Perdana Menteri Tiongkok, Xi Jinping untuk meminta agar negara itu membeli minyak sawit lebih banyak dari sekarang. “Saya minta tambahan, saya ngomong (ke Perdana Menteri Tiongkok) agar produksi disini bisa diserap sehingga harganya bisa naik. Ada tambahan 500.000 ton, banyak sekali,” ujarnya. Sepanjang Oktober ini, volume ekspor minyak sawit Indonesia (CPO dan turunannya, Olechemical dan Biodiesel) tercatat naik 5% dibandingkan bulan sebelumnya atau dari 3,19 juta ton naik menjadi 3,35 juta ton. Sementara itu, volume ekspor CPO, PKO dan turunannya saja (tidak termasuk oleochemical dan biodiesel) mencapai 3,14 juta ton atau juga naik 5% dibandingkan pada September lalu yang hanya mampu mencapai 2,99 juta ton.