+62 2129380882 office@aprobi.co.id

RI Akan Terlibat dalam Kajian Pembatasan Minyak Sawit di Uni Eropa:

RI Akan Terlibat dalam Kajian Pembatasan Minyak Sawit di Uni Eropa: Pemerintah berencana ikut terlibat dalam pembahasan revisi Arahan Energi Terbarukan Uni Eropa (RED II). Ini dilakukan untuk memastikan tak ada diskriminasi dalam kriteria pembatasan penggunaan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) sebagai bahan campuran biofuel mulai 2030 di UE Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, pemerintah sudah memahami penundaan penggunaan CPO untuk biofuel dari 2021 menjadi 2030. Kendati, pemerintah tetap perlu berhati-hati atas revisi RED II tersebut. Pasalnya, dia khawatir jika penundaan itu hanya menguntungkan Indonesia secara permukaan. Namun setelah kriterianya dibentuk, penggunaan minyak kelapa sawit untuk biofuel di UE tetap didiskriminasi. “Jangan sampai kemasannya diskriminasi tidak ada tapi direct criteria itu ternyata mendiskriminasikan palm oil,” kata Oke di Kemenko Kemaritiman, Jakarta. Untuk itu, Oke menilai pemerintah Indonesia harus langsung terlibat dalam kajian tersebut agar kriteria yang diciptakan Uni Eropa tak malah merugikan Indonesia. Saat ini, lanjut Oke, tim untuk terlibat dalam studi terkait pembatasan penggunaan minyak kelapa sawit untuk biofuel tengah dikaji. Seiring pembentukannya, pemerintah terus memantau pembahasan RED II di UE “Kami akan monitor,” kata Oke. Sebelumnya, Uni Eropa telah menunda pelarangan penggunaan CPO sebagai bahan campuran biofuel hingga 2030. Keputusan itu disepakati dalam pertemuan trilogi antara Komisi Eropa, Parlemen Eropa dan Dewan Uni Eropa pada 14 Juni 2018 lalu. Kesepakatan ini juga menghasilkan revisi Arahan Energi Terbarukan Uni Eropa (RED II). Dalam teks RED II, Uni Eropa sepakat mencapai target energi terbarukan sebesar 32% pada 2030 dari saat ini sebesar 27%. Kesepakatan baru itu menggantikan rancangan proposal energi yang akan menghapus minyak kelapa sawit sebagai bahan dasar biofuel pada 2021. Untuk mencapai target energi terbarukan Uni Eropa, kontribusi bahan bakar dari sejumlah kategori bahan baku biofuel akan dikurangi secara bertahap hingga 2030. Biofuel akan dikaji dengan perlakukan yang sama, tanpa melihat sumbernya. “Teks RED II tidak akan membedakan atau melarang minyak sawit. Uni Eropa tetap menjadi pasar paling terbuka untuk minyak sawit Indonesia,” kata Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend dalam keterangan resminya. (KATADATA)

https://katadata.co.id/berita/2018/06/28/ri-akan-terlibat-dalam-kajian-pembatasan-minyak-sawit-di-uni-eropa

Ini Tahapan Tren Mobil Listrik di Indonesia: mobil listrik itu murni berpenggerak listrik tanpa bahan bakar, nyatanya mobil elektrifikasi ada beberapa jenis. Hybrid dan Plug-in hybrid juga termasuk mobil dengan teknologi elektrifikasi yang dikombinasikan dengan mesin bakar. di Indonesia sendiri jenis mobil hybrid dan plug-in hybrid akan lebih dulu dikembangkan ketimbang mobil listrik murni. “Persentase sampai 2030 itu masih sangat rendah di dunia, fuel cell itu 1 persen, yang full battery 8 persen, nah di 2050 itu proyeksi dari Internatioanl Energy Agency itu dari 2050 fuel cell tetap 1 persen, battery EV sekitar 16 persen, jadi baru 17 persen, yang benar-benar ready yang banyak itu hybrid dan plug-in hybrid, itu yang banyak,” ujar Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kemenperin, Putu Juli Ardika, kepada detikOto, di gedung Kemeneprin, Jakarta. Oleh karena itu, ke depannya mobil ramah lingkungan akan difokuskan pada mobil hybrid dan plug-in hybrid, yang di seluruh dunia pun, kata Juli, seperti itu. Apalagi, lanjutnya, Indonesia merupakan negara kepulauan, akan sulit rasanya jika harus langsung loncat ke mobil listrik murni. “Colokannya itu kan perlu investasi yang luar biasa, dan sekarang fasilitasnya belum ada karena itu masih perlu dipersiapkan, sehingga tahapannya itu hybrid, plug-in hybrid itu, menyesuaikan dengan infrastruktur,” katanya. Dan nantinya mobil hybrid dan plug-in hybrid yang akan beredar di Indonesia diusahakan berbasis bahan bakar organik atau disebut biofuel. “Kita berharap ke depan itu mudah-mudahan segera masuk ke hybrid, dan hybrid yang nanti kita dorong hybrid berbasis biofuel kita (lokal), jadi kita sudah tidak kesusahan lagi menjual biofuel kita,” tutur Juli. “Jadi kita punya buffer untuk itu, jadi kalau memang dunia tidak menyerap kita bisa gunakan sendiri, kalau dunia bagus kita ekspor,” tambahnya. (DETIK)

https://oto.detik.com/mobil/d-4087979/ini-tahapan-tren-mobil-listrik-di-indonesia

KABAR PASAR 29 JUNI: Siap-Siap Booming Gas, Biaya Produksi Biodiesel Turun: Siap-Siap Booming Gas. Masa emas industri gas dunia diprediksi segera tiba menyusul beralihnya konsumsi bahan bakar tidak ramah lingkungan, seperti minyak mentah dan batu bara, ke gas alam. Indonesia pun mau tak mau harus memperkuat infrastruktur gas bumi guna meraih peluang. Pelemahan Masih Berlanjut. Rupiah merosot ke level terendahnya sejak Oktober 2015 karena kekhawatiran perang dagang yang terus mendorong investor melakukan aksi jual di pasar negara berkembang. Selain karena faktor eksternal, pelemahan mata uang Garuda terus berlanjut karena ketergantungannya pada impor.Pemerintah Awasi Kinerja Fiskal. Pemerintah menyatakan akan terus mengendalikan berbagai faktor baik internal maupun eksternal yang memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dari sisi internal, pemerintah akan mengawasi dari sisi fiskal, terutama menjaga defisit anggaran, penerimaan negara, belanja negara yang sesuai dengan rencana, dan jadwal penerbitan surat utang negara. Sentimen Negatif Terus Mendera Pasar. Pasar finansial domestik bergoyang lagi. Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 2,08% menjadi 5.667,32. Saat bersamaan, rupiah turun 0,76% ke level Rp14.271 per dolar AS. Biaya Produksi Biodiesel Turun ke Rp6.757/Liter. Biaya produksi biodiesel akan turun 2% dari Juli tahun lalu Rp6.911 per liter menjadi Rp6.757 per Juli 2018, seiring melemahnya harga CPO yang menjadi bahan baku. (BISNIS)

http://industri.bisnis.com/read/20180629/44/810906/kabar-pasar-29-juni-siap-siap-booming-gas-biaya-produksi-biodiesel-turun