+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Sawit dan Mandatory Biodiesel – (Selasa, 31 Januari 2017)

Seiring jatuhnya harga minyak fosil, harga-harga komoditas penghasil minyak pangan, termasuk sawit, ikut jatuh. Pengembangan Biofuel merupakan strategi keluar dari pasar CPO yang tidak stabil dan bahkan selalu jadi sasaran kampanye negatif negara kompetitor (Eropa). Guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil, pemerintah mentransformasi ke energi terbarukan. Salah satu kebijakannya adalah pencampuran (blending) bertahap solar fosil dengan Biodiesel berbasis sawit atau fatty acid methyil ester (FAME). Blending bersifat wajib (mandatory) dan dimulai pada 2009 sebesar 1% (B-l) yang terus naik dan menjadi B-20 pada 2016. Rupanya, realisasi wajib blending selama 8 tahun berkisar 35% – 94% atau rata-rata 51%-dari target. Ironisnya, persentase realisasi cenderung menurun. Karena itu, pada tempatnya mempertanyakan komitmen pemerintah dan Pertamina selaku eksekutor kebijakan mandatory. (HARIAN KONTAN) – (Penulis: Khudori, Pegiat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Anggota Pokja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Pusat 2010-Sekarang):