+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Sikap Pengusaha Terbelah (RI Tabuh Genderang Perang Dagang Dengan Eropa):

• Sikap Pengusaha Terbelah (RI Tabuh Genderang Perang Dagang Dengan Eropa): Pengusaha terbelah menanggapi sikap pemerintah yang menabuh genderang perang dagang dengan Eropa terkait diskriminasi terhadap produk Crude Palm Oil (CPO) Indonesia. Ada yang mendukung dan ada yang menolak. Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan, sikap pemerintah yang akan membalas memboikot pembelian produk-produk Eropa akibat kebijakan mereka menghambat produk sawit Indonesia sudah tepat. Hal ini untuk memberikan pelajaran kepada mereka agar tidak diskriminasi terhadap produk-produk Indonesia. Sekjen GAPKI Togar Sitanggang mengapresiasi upaya pemerintah melindungi kelapa sawit Indonesia. Namun serangan balasan harus memiliki dasar dan perhitungan yang tepat “Tentunya kita harus teliti trade balance dengan Eropa seperti apa, dan maunya apa?” ujarnya. Togar mengakui banyak potensi ekspor yang hilang jika Eropa tetap melarang penggunaan biofuel berbahan dasar kelapa sawit sebagai sumber energi baru terbarukan pada 2021. “Setidaknya berkurang 1 sampai 1,5 juta ton, bahkan 2 juta ton secara keseluruhan. Indonesia sendiri diperkirakan 1 juta ton lebih,” katanya. (RAKYAT MERDEKA)
• ICOPE 2018 akan Buat Konsensus Sawit Berkelanjutan: Konferensi Internasional Minyak Sawit dan Lingkungan Hidup 2018 (The International Conference on Oil Palm and Environment 2018/ICOPE 2018) akan menjadi wadah diskusi guna menemukan konsensus global tentang standar berkelanjutan industri minyak kelapa sawit. ICOPE 2018 juga akan mengundang para pemangku kepentingan untuk membahas dan merumuskan solusi atas polemik yang dihadapi sektor kelapa sawit, di antaranya rencana Uni Eropa (UE) yang melarang penggunaan biofuel berbahan dasar minyak sawit pada 2020. (INVESTOR DAILY INDONESIA)
• Indonesia kembali Protes soal Sawit: Negara Eropa tidak henti-hentinya mengganggu produk sawit Indonesia. Setelah gagal mengenakan bea antidumping, mereka kini berencana menghentikan penggunaan produk berbasis minyak sawit pada akhir 2018. Pemerintah Indonesia terus melawan upaya kebijakan Uni Eropa. Maret lalu, misalnya, Indonesia memenangi gugatan banding di Mahkamah Uni Eropa terkait dengan tuduhan pengenaan bea masuk antidumping (B MAD) untuk produk biodiesel. Dampak putusan itu, Uni Eropa bersedia menghapus pengenaan BMAD sebesar 8,8%-23,3% atas produk biodiesel dari Indonesia. (MEDIA INDONESIA)
• Produsen CPO Siap Berdiskusi: Rencana Uni Eropa melarang masuk produk crude palm oil (CPO) asal Indonesia dinilai bukan langkah baik bagi kondisi perdagangan. Presiden Director PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) Daud Dharsono menilai, kebijakan Uni Eropa seharusnya didiskusikan terlebih dahulu kepada pelaku industri. “Boikot tidak menyelesaikan masalah, malah menambah . masalah,” ujar Daud Dharsono dalam media briefing ICOPE di Jakarta, akhir pekan lalu. Seperti diketahui, parlemen Uni Eropa telah menyetujui rencana phase out biodiesel berbahan minyak sawit mentah atau CPO pada 2021. Kendati belum final, rencana ini mengancam ekspor biodiesel RI. Menurut Daud, kebijakan ini tentunya akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila sudah dibicarakan. “Mau menurunkan emisi sesuai targetnya, mau diganti dengan energi terbarukan atau biofuet. silakan saja. Yang penting diskusi dulu.” katanya. (REPUBLIKA)