+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Studi: Qantas Maskapai Terburuk Dalam Penggunaan Bahan Bakar:

  • Studi: Qantas Maskapai Terburuk Dalam Penggunaan Bahan Bakar: Sebuah studi baru memberikan peringkat maskapai penerbangan terburuk dalam penggunaan bahan bakar kepada maskapai penerbangan Australia Qantas. Qantas dianggap menggunakan bahan bakar dengan tidak efisien dan membuang karbon emisi saat terbang melintasi perairan Pasifik. International Council on Clean Transportation (ICCT) menganalisa emisi bahan bakar dari 20 maskapai besar yang melakukan penerbangan trans-Pasifik. ICCT menempatkan Qantas sebagai maskapai terburuk pada tahun 2016, dengan bahan bakar rata-rata 64 persen per penumpang-kilometer lebih dibandingkan maskapai dunia lain, seperti Hainan yang berbasis di China dan ANA milik Jepang. Pesawat Qantas yang berbasis di Los Angeles juga akan menggunakan bahan bakar biofuel pada tahun 2020, melalui kemitraan dengan pemasok dari Amerika Serikat, dan maskapai tersebut juga sudah menandatangani kesepakatan dengan para petani Australia untuk mengembangkan benih tanaman biofuel pertama untuk penerbangan komersil di Australia pada tahun 2020. (TEMPO)

https://www.tempo.co/abc/878/studi-qantas-maskapai-terburuk-dalam-penggunaan-bahan-bakar

Pembatasan Impor dan Tingginya Cadangan Berpeluang Tekan Harga CPO: Rencana Uni Eropa membatasi impor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan tingginya cadangan CPO Malaysia diperkirakan dapat menekan harga CPO di pasar global pada perdagangan hari ini. Kecemasan yang berpotensi menekan harga CPO tersebut sudah mulai terlihat pada perdagangan hari ini, Rabu (17/01/2018). Harga CPO pada perdagangan hari ini bergerak pada kisaran RM2.465-2.550 per ton. Saat ini, parlemen Eropa sedang melakukan amandemen terhadap rancangan undang-undang mengenai pelarangan penggunaan energi terbarukan berbahan bakar CPO (biofuel) pada 2021. Itu dilakukan untuk menekan dampak buruk yang ditimbulkan terhadap lingkungan. (INDUSTRI.CO.ID)

http://www.industry.co.id/read/23623/pembatasan-impor-dan-tingginya-cadangan-berpeluang-tekan-harga-cpo

 

  • Hemat Hingga Rp2,8 Triliun, Menperin Genjot Penerapan Industri Hijau: Penerapan konsep industri hijau membawa dampak positif kepada perusahaan. Selain itu juga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam kurun waktu tiga tahun terkahir, melalui industri hijau telah terjadi penghematan energi setara Rp2,8 triliun per tahun dan penghematan air setara Rp96 miliar per tahun. Kemenperin tengah mendorong penggunaan biomassa dan biofuel berbasis teknologi karbon. “Bagi industri, proses hari ini adalah siklus ekonomi, mulai dari desain, penggunaan bahan baku, distribusi, digunakan oleh konsumen, hingga produknya dapat didaur ulang. Itu semua merupakan proses keberlanjutan dan bagian dari ‘save of production’,” tuturnya. (INDUSTRI.CO.ID)

http://www.industry.co.id/read/23588/hemat-hingga-rp28-triliun-menperin-genjot-penerapan-industri-hijau

  • Lima Konglomerat Sawit ‘Disuntik’ Subsidi Mega Rp7,5 Triliun: Lima perusahaan sawit berskala besar mendapatkan subsidi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dengan total mencapai Rp7,5 triliun sepanjang Januari—September 2017. Lima perusahaan sawit itu terdiri dari Wilmar Group, Darmex Agro Group, Musim Mas, First Resources, dan Louis Dreyfus Company (LDC). Berdasarkan data yang diperoleh CNNIndonesia.com, Wilmar Group mendapatkan nilai subsidi terbesar, yakni Rp4,16 triliun. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit yang diteken oleh Presiden Jokowi itu, diatur tentang penggunaan dana tersebut. pada ayat (2) dijelaskan bahwa penggunaan dana itu juga dipakai untuk kebutuhan pangan, hilirisasi industri dan pemanfaatan bahan bakar nabati jenis biodiesel. Ayat selanjutnya menyatakan BPDPKS dapat menentukan prioritas penggunaan dana berdasarkan program pemerintah dan kebijakan Komite Pengarah. Terkait hal tersebut, kajian soal sawit milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2016 menemukan bahwa penggunaan dana yang berlebihan bagi perusahaan biodiesel bisa menimbulkan ketimpangan dalam pengembangan usaha perkebunan sawit. (CNN INDONESIA)

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180116202504-92-269411/lima-konglomerat-sawit-disuntik-subsidi-mega-rp75-triliun

  • Harga minyak sawit belum mampu bangkit: Harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) kembali melemah. Pada perdagangan Rabu (17/1), harga CPO kontrak pengiriman Maret 2018 di Malaysia Derivative Exchange melemah 1,67% jadi RM 2.476 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Harga komoditas ini juga akan disokong program biodiesel B5 China yang membutuhkan 10 juta ton CPO per tahun, naik dari biasanya hanya 3 juta–5 juta ton. Di sisi lain, Wahyu mengingatkan potensi kelebihan pasokan CPO akibat kenaikan produksi di Indonesia dan Malaysia. (KONTAN)

http://investasi.kontan.co.id/news/harga-minyak-sawit-belum-mampu-bangkit

  • Perkebunan Kelapa Sawit Banyak Menyerap Tenaga Kerja: Industri minyak sawitkhususnya perkebunan kelapa sawit merupakan suatu industri dengan teknologi relatif padat karya (labor intensive) dan bukan padat modal. Oleh karena itu, setiap pertambahan produksi minyak sawit hanya mungkin terjadi jika dilakukan peningkatan penggunaan tenaga kerja. Secara umum, jumlah tenaga kerja yang terserap pada industri minyak sawit mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yakni 2,1 juta orang tahun 2000 menjadi 8,2 juta orang tahun 2016. Hal ini menunjukan bahwa industri minyak sawit adalah padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja. Biodisel Mengurangi Impor Solar. Berdasarkan realisasi kebijakan mandatori biodiesel tahun 2014-2016 di Indonesia menghasilkan akumulasi penghematan solar, emisi CO2 dan devisa impor solar. Secara akumulasi, impor solar yang berhasil dihemat adalah 5 juta ton dengan penghematan devisa untuk impor solar sebesar USD 2,3 miliar. Selain itu juga menghemat emisi CO2 sebesar 12,4 juta ton CO2. (MAJALAH SAWIT)

https://sawitindonesia.com/rubrikasi-majalah/berita-terbaru/perkebunan-kelapa-sawit-banyak-menyerap-tenaga-kerja/

  • RI Tentang UE Hapus CPO (HAMBATAN DAGANG): Rencana Uni Eropa menghapus penggunaan energi dari sumber terbarukan biodiesel yang berasal minyak kelapa sawit mentah ditentang pemerintah Indonesia. Parlemen Uni Eropa bahkan melakukan jajak pendapat untuk mengambil keputusan rencana menghapus penggunaan energi terbarukan dari crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah pada 2020. (BISNIS INDONESIA)
  • Pemimpin Visioner (KUNTJORO PINARDI – Wasekjen Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE) : Swadesi banyak diartikan sebagai gerakan untuk mendorong penggunaan barang-barang hasil karya bangsa sendiri dan menghindari produk  Swadesi ini dipelopori bapak bangsa India, Mahatma Gandhi dalam pergerakannya untuk mencapai kemerdekaan India. Budaya swadesi saat ini masih populer dan diterapkan di banyak negara.  Sebagai contoh, penerapan terkini swadesi ini terlihat dari slogan negara atau kampanye dari pemimpin terpilih, seperti gerakan “America first, America first” dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, “Make in India” oleh India atau “Creative Korea”, Korea Selatan. Kebijakan penetapan pajak impor terkait masalah perbedaan harga ini jadi kebijakan utama Amerika, seperti yang terjadi untuk penambahan pajak ke pabrikan pesawat pribadi Bombardier dari Kanada.  Pabrikan ini dikenakan pajak impor yang sangat tinggi sekitar 300 persen untuk setiap pesawat Bombardier yang dibeli konsumen Amerika.  Kebijakan presiden terkait persaingan usaha tidak hanya berlaku bagi barang-barang berteknologi, tetapi juga berlaku untuk barang olahan dari sumber daya alam, seperti untuk biodiesel dari Indonesia.  Produk biodiesel dari Indonesia ini diduga dijual dengan harga di bawah harga pasar produk sejenis di Amerika. Maka dari itu, biodiesel dari Indonesia ini dikenakan pajak impor tambahan sekitar 50 persen.  Dengan kondisi-kondisi ini, kita bisa lihat Amerika menerapkan program swadesi secara rigid atas visi dari presidennya. Efek swadesi yang sangat rigid ini akan menyebabkan perang ekonomi dari negara yang terkena efek dari swadesi ini. (REPUBLIKA)