+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Target Presiden B50 Berlaku Akhir 2020

Harian Kontan | Selasa, 13 Agustus 2019
Target Presiden B50 Berlaku Akhir 2020

Pemerintah terus berupaya meningkatkan penggunaan minyak nabati dari Kelapa Sawit sebagai bahari bakar minyak (BBM). Langkah ini dilakukan untuk menghadapi tekanan akibat lesunya harga minyak sawit mentah atawa crude Palm Oil (CPO) di pasar ekspor, maupun hambatan perdagangan bagi produk ini di sejumlah negara. Saat ini. pemerintah berupaya mengimplementasikan kebijakan mencampur solar dengan biodiesel sebesar 20%. Presiden Joko Widodo berharap “kebijakan ini bisa menghemat devisa sebesar US? 5.5 miliar per tahun. Melihal dampak positif tersebut Jokowi menginstruksikan agar B20 ditingkatkan menjadi B30 pada awal tahun 2020 mendatang. “Selanjutnya di akhir 2020 sudah meloncat lagi ke B50.” terang Jokowi. Presiden juga menginstruksikan agar para pembantunya melakukan penelitian untuk mencampurkan bahan bakar nabati Kelapa Sawit ini dengan bahan bakar lain seperti avtur. Tujuan kebijakan ini agar Indonesia bisa terus mengurangi impor bahan bakar minyak. “Semuanya harus komitmen yang sama, bahwa pasar domestik bisa mengatasi problem yang ada,\’ jelas Jokowi.

Menurut Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Ta-har. kebijakan B20 pada Januari 2019-Juli 2019 menghemat USS 1.66 miliar. Artinya jika menghitung dalam setahun ke depan, target Presiden Jokowi menghemat devisa USS 5.5 miliar sulit tercapai. Ketua Harian Asosiasi Produsen biofuel Indonesia (Ap-robi) Paulus Tjakrawan mengatakan, hingga kini penggunaan B30 masih dalam tahap uji coba. Saat ini, uji coba itu telah dilakukan sebagai bahan bakar untuk jarak tempuh sampai 27.000 kilometer (km) dari target 50.000 km. Sementara menanggapi target presiden agar Indonesia segera menerapkan B50 dan B100 pada 2021 mendatang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution bilang. Indonesia terus berinvestasi biodiesel untuk memenuhi kebutuhan (B100). Investasi green diesel ini akan dimulai pada 2020 sehingga siap di 2021. \’Dalam tiga tahun mencapai produksi lima juta kiloliter (kl) BIOO atau green diesel.” ujar Darmin.\’ Senin (IM). Produksi diharapkan akan terus bertumbuh sehingga tahun ketujuh produksi biodiesel mencapai 10 juta.

Republika | Selasa, 13 Agustus 2019
Bahan baku berupa CPO akan menurunkan harga avtur.

Pemerintah memacu hilirisasi crude Palm Oil (CPO) atau minyak Kelapa Sawit mentah menjadi berbagai jenis bahan bakar. Hal ini diyakini dapat menekan impor minyak dan menekan defisit neraca transaksi berjalan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan para menteri mempelajari pengolahan CPO menjadi avtur. “Saya mendengar CPO ini juga bisa dibuat avtur. Tolong ini ditekuni lebih dalam,” kata Jokowi dalam rapat terbatas evaluasi pelaksanaan mandatori biodiesel di Kantor Presiden, Senin (12/8). Jokowi berharap, avtur berbahan dasar CPO dapat mengurangi jumlah impor avtur. Sehingga, kelak dapat memperbaiki kondisi defisit neraca perdagangan dan defisit neraca transaksi berjalan. Selain itu, Jokowi juga mengins-truksikanpengolahan biodiesel 30 persen (B-30) dimulai pada Januari 2020. Seperti avtur, penggunaan B-20 ke B-30 diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan mengurangi impor bahan bakar minyak. Permintaan domestik terhadap CPO pun juga disebutnya akan meningkat sehingga akan memberikan dampak positif bagi petani, pekebun, dan pekerja di pengolahan kelapa sawit.

“Saya juga ingin pada Januari 2020 itu B-20 sudah pindah ke B-30, dan di akhir 2020 meloncat lagi ke B-50,” ujar Jokowi. Jika penerapan B-20 konsisten dilakukan dan terus ditingkatkan, devisa yang dapat dihemat sekitar 5,5 miliar dolar AS per tahun. Presiden memastikan akan memonitor langsung hal-hal yang berkaitan dengan penggunaan B-20 serta proses migrasi ke B-30. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yakin, pengolahan CPO menjadi avtur akan menurunkan harga bahan bakar angkutan udara itu. Pengkajian pengembangan CPO menjadi avtur akan dilakukan oleh PT Pertamina, Kementerian ESDM, serta Institut Teknologi Bandung (ITB). “Otomatis (harga avtur turun-Red). Yang penting risetnya dululah. Kalau risetnya selesai, pembuatan itu enggak lama,” ucap Budi. Budi menyambut baik ide pengolahan CPO menjadi avtur tapi harus didukung riset. “Kita akan support dan saya akan pantau secara khusus berkaitan dengan bisanya biodiesel menjadi avtur,” kata Budi. Seusai rapat dengan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution di Kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta pada Senin (12/8), Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ar-candra Tahar mengatakan, penerapan penggunaan B-30 masih dalam uji coba. Rapat yang dia jalani bersama Menko Perekonomian pun mengevaluasi uji coba B-30.

Hasil evaluasi ini nantinya menjadi dasar bagi pemerintah mengambil keputusan penggunaan B-30 ke depan. Arcandra belum bisa menyampaikan kewajiban penggunaan B-30 akan diterapkan pada tahun ini lantaran masih menunggu hasil uji coba hingga Oktober. “Tes masih jalan, sekarang kita masih evaluasi sambil jalan,” ucap Arcandra. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, uji coba B-30 akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Ada sejumlah tahap yang harus dilalui sebelum B-30 akan digunakan pada kendaraan. Tahapan itu antara lain berbagai macam uji standar internasional yang dikawal berbagai pihak, antara lain Kementerian ESDM, BPPT, Aprobi, Gaikindo, dan Pertamina. Mandatori penggunaan biodiesel telah bergulir sejak 2016 silam. Sejak itu, produksi dan pemanfaatan biodiesel terus meningkat dari tahun ke tahun. Konsumsi domestik diharapkan meningkat melalui perluasan B-20 untuk kendaraan yang tidak tergolong penerima subsidi layanan publik atau public service obligation (PSO) yang diinstruksikan presiden pada medio 2018. Kementerian ESDM mencatat, pada 2018 konsumsi domestik naik 45 persen atau sekitar 3,75 juta kiloliter dibandingkan 2017.

Merdeka | Senin, 12 Agustus 2019
Arcandra Tahar: Program B20 Hemat Impor Solar USD 1,66 Miliar

Wakil Menteri Kementerian ESDM, Arcandra Tahar menyebut bahwa program mandatori campuran solar dengan 20 persen biodiesel (B 20) yang dicanangkan pemerintah beberapa waktu lalu telah memberikan penghematan terhdap impor solar. Tercatat sejak Januari sampai Juli 2019 program B20 mampu menghemat sebesar USD 1.66 miliar “Kita tadi evaluasi berapa penghematan dari penerapan B20 dari Januari sampai Juli, ada sekitar USD 1,66 miliar,” kata dia usai melakukan rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (12/8). Arcandra menambahkan untuk volume penggunaan Fatty Acid Methyl Esters (FAME) pada Januari hingga Juli 2019 sudah mencapai 2.947.764 kiloliter (KL) atau sekitar 97,4 persen dari target kumulatif hingga pertengahan tahun. Target penyerapan FAME hingga akhir tahun sendiri telah mencapai sebanyak 6,2 juta kiloloter (KL). “Itu dari FAME 44 persen dari alokasi. pencapaian sudah 97,4 persen dari target,” imbuh dia, Sementara itu, terkait dengan program B30, Arcandra menyebut pihaknya masih melakukan uji coba dan akan berakhir pada Oktober mendatang. “Tesnya masih berjalan hingga Oktober. Kita sedang evaluasi sambil berjalan,” pungkasnnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) bersama pemerintah tengah melakukan ujicoba penggunaan solar, yang telah dicampur 30 persen biodiesel (B30). Ujicoba penggunaan B30 dilakukan pada kendaraan, dengan menempuh jarak 40 kilo meter (km) dengan berbagai medan, meliputi dataran tinggi dan rendah, kondisi lalu lintas macet dan lancar. Dalam ujicoba B30, Aprobi melakukannya bersama Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perhubungan, kendaraan yang diujicoba merupakan sumbangan dari Gabungan Agen Tunggal Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). “Semua mobil yang ikut (ujicoba biodiesel 30) begitu. Mitsubishi, Hino dll. Ada yang di Bandung dan Jakarta. Kalau sudah nanti uji jalan 40.000 Km,” kata Ketua Aprobi, Paulus Cakrawan.
https://www.merdeka.com/uang/arcandra-tahar-program-b20-hemat-impor-solar-usd-11166-miliar.html

Bisnis | Senin, 12 Agustus 2019
Mandatori Biodiesel : Dari B20, Presiden Ingin Akhir 2020 Sudah Masuk B50

Presiden Joko Widodo ingin kebijakan B50 atau mencampur 50% minyak sawit ke dalam bahan bakar minyak (BBM) atau kebijakan mandatori biodiesel berlaku pada akhir 2020, setelah B30 ditargetkan pada Januari 2020. Pernyataan itu disampaikan oleh Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (12/8/2019) dalam rapat terbatas membahas evaluasi mandatori pelaksanaan penggunaan biodiesel yang dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Kerja. Pada saat ini, kebijakan yang berlaku B20. “Saya juga ingin agar B20 ini nanti pada Januari 2020 ini sudah pindah ke B30. Dan selanjutnya nanti di akhir 2020 sudah meloncat lagi ke B50,” kata Jokowi. Presiden Jokowi mengingatkan bahwa kebijakan pencampuran biodiesel ke BBM ini merupakan upaya untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil serta mengurangi impor minyak. “Kalkulasinya adalah jika kita konsisten menerapkan B20 ini kita bisa menghemat kurang lebih US$5,5 miliar per tahun. Ini angka yang gede banget,” kata mantan Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini. Di samping itu, Jokowi menyatakan B20 akan menciptakan permintaan domestik terhadap minyak sawit (crude palm oil/CPO). Besarnya permintaan itu akan menimbulkan efek berganda terhadap petani, pekebun, dan pekerja di industri kelapa sawit. “Saya juga ingin agar B20 ini nanti pada Januari 2020 ini sudah pindah ke B30. Dan selanjutnya nanti di akhir 2020 sudah meloncat lagi ke B50,” kata mantan pengusaha mebel ini. Jokowi menyatakan tekanan terhadap kelapa sawit perlu diantisipasi dari dalam negeri sehingga Indonesia memiliki posisi tawar yang baik terhadap Uni Eropa atau negara-negara lain yang mencoba untuk membuat posisi tawar Indonesia lemah.
https://ekonomi.bisnis.com/read/20190812/44/1135454/mandatori-biodiesel-dari-b20-presiden-ingin-akhir-2020-sudah-masuk-b50

Tempo | Senin, 12 Agustus 2019
Pemerintah Klaim Realisasi Biodiesel B20 Capai 97,5 Persen

Pemerintah mengklaim sukses menerapkan penggunaan biodiesel 20 atau B20 sejak pertama kali diluncurkan September tahun lalu. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Darmin Nasution mengatakan, sejak Januari hingga 22 Juli 2019 realisasi B20 sudah mencapai 97,5 persen. Biodiesel 20 atau B20 ini adalah bahan bakar solar dengan campuran minyak sawit 20 persen. Darmin menuturkan, di tahun ini penyaluran minyak sawit yang disiapkan untuk B20 mencapai 3,4 juta kiloliter dan diprediksi pada akhir tahun sudah menyentuh 6,1 kiloliter. Dampak dari hasil ini, kata dia, impor solar Indonesia menurun. “Nah dengan demikian dan juga sebagai implikasi, impor solar sudah turun. Rata-rata impor solar bulanan 2019 adalah turun 45 persen dibanding rata-rata impor solar bulanan 2018,” katanya usai rapat terbatas ‘Evaluasi Pelaksanaan Mandatori Biodiesel’ di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 12 Agustus 2019. Darmin menjelaskan dengan realisasi ini pemerintah mampu menghemat devisa sebesar US$ 1,7 miliar atau sekitar Rp 23 triliun dengan kurs Rp 14.000 per dolar AS.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyebut capaian tersebut menggembirakan. Sebab, kata dia, dalam rapat terbatas tadi Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga memerintahkan untuk melakukan uji coba penerapan B30 mulai 1 Oktober 2019. “Presiden putuskan mulai 1 oktober mulai persiapkan biodoesel dan akan efektif dijalankan pada Januari 2020,” ujar Pramono. Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar menyebut penerapan B20 alias solar dengan campuran minyak sawit 20 persen telah membuat Indonesia hemat Rp 23 triliun. Penghematan itu didapat dari berkurangnya impor solar ke Tanah Air selama kurun waktu Januari-Juli 2019. “Kalau kita lihat, harga MOBS, dikalikan volume FAME yang didistribusikan, sudah 97 persen berhasil kita salurkan FAME dari target, maka penghematan itu sekitar US$ 1,66 miliar, Januari-Juli 2019,” ujar Arcandra di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin, 12 Agustus 2019. Dalam periode itu, Kementerian ESDM mencatat penyerapan FAME telah mencapai sekitar 2,9 juta kiloliter dari targer 6,2 juta kiloliter. Pada saat yang sama, setelah berhasil dengan mandatori B20, pemerintah juga tengah menguji coba penggunaan biodiesel B30 atau BBM dengan campuran minyak sawit 30 persen. Uji coba tersebut direncakan dilakukan hingga Oktober mendatang. Berbarengan dengan penerapan itu, pemerintah juga terus melakukan evaluasi.
https://bisnis.tempo.co/read/1235077/pemerintah-klaim-realisasi-biodiesel-b20-capai-975-persen

Cnnindonesia | Senin, 12 Agustus 2019
Meski di Bawah Target, B20 Tekan Impor Minyak US$1,66 Miliar

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat nilai impor minyak Indonesia menyusut sekitar US$1,66 miliar pada periode Januari-Juli 2019. Penurunan tersebut berkat pelaksanaan mandatori campuran biodiesel 20 persen ke minyak solar (B20) yang dilakukan sejak tahun lalu. Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menyebutkan penghematan nilai impor minyak berasal dari realisasi penggunaan biodiesel di dalam negeri yang mencapai 2,94 juta kiloliter (kl) selama Januari-Juli 2019. “Kami evaluasi berapa penghematan dari penyerapan B20. Itu dari berkurangnya impor solar,” ujar Arcandra di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (12/8). Meski berhasil menghemat nilai impor minyak, kinerja penggunaan biodiesel di dalam negeri sejatinya masih belum mencapai setengah dari target. Padahal, sudah mencapai tujuh bulan. Tercatat, realisasi penyaluran biodiesel baru 47,41 persen dari target pemerintah sepanjang tahun yang mencapai 6,2 juta kl.

Kondisi itu tak lepas dari realisasi penyaluran biodiesel per bulan yang berada di kisaran 80-90 persen dari target bulanannya. “Pencapaiannya 97 persen dari target (per Januari-Juli 2019), ya ini masih bisa ke 100 persen,” katanya. Sebelumnya, Kementerian ESDM pernah menyatakan bahwa salah satu penyebab belum optimalnya penyaluran B20 adalah penyediaan kapal penampungan terapung (floating storage) yang belum rampung. Rencananya, floating storage akan disediakan di Balikpapan dan Tuban sebagai tempat penyimpanan B20 ke daerah-daerah industri. Penyediaan floating storage itu biayanya ditanggung oleh produsen Bahan Bakar Nabati (BBN), penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM), dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit. Namun, penyediaan floating storage di Tuban yang menjadi hub penyalur B20 di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya masih belum berjalan. Pasalnya, kondisi perairan yang tidak memungkinkan. Selain itu, penyaluran belum optimal karena penyesuaian titik serah penyaluran BBN pencampur B20 fatty acid methyl esters (fame) ke PT Pertamina (Persero) dari 112 titik menjadi 29 titik yang memerlukan waktu. Penyederhanaan ini dilakukan sejak Januari lalu. Terkait uji coba B30, Arcandra masih enggan membagi hasil evaluasi sementaranya. Sebelumnya, uji coba penggunaan B30 dilakukan sejak pertengahan Juni lalu hingga Oktober mendatang. Ia hanya menekankan bahwa hasil evaluasi baru bisa dipaparkan ketika pelaksanaan program benar-benar selesai. “B30 masih dalam uji coba, nanti terakhir di Oktober. Sekarang kami masih evaluasi sambil jalan,” pungkasnya.
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190812131814-85-420528/meski-di-bawah-target-b20-tekan-impor-minyak-us-166-miliar

Detik | Senin, 12 Agustus 2019
Devisa dari Biodiesel 20% Tak Capai Target Jokowi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan devisa hasil penerapan biodiesel 20% (B20) hingga akhir 2019 sebesar US$ 3,4 miliar. Hal itu jauh dari potensi devisa yang diucapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu sebesar US$ 5,5 miliar setiap tahunnya. Devisa tersebut berasal dari hasil penghematan kegiatan impor solar pasca implementasi B20. “Sampai akhir tahun US$ 3,4 miliar. Ini hanya segini,” kata Darmin di kantor Presiden Jakarta, Senin (12/8/2019). Darmin menyebut, realisasi devisa hasil penerapan B20 selama Januari-Juli tahun ini sebesar US$ 1,6 miliar. Untuk mencapai target, kata Darmin, bergantung dengan pergerakan harga solar. “Itu kan tergantung harga solarnya berapa, yang namanya penghematan itu kan jumlah FAME yang digunakan diganti solar, solar yang tidak jadi diimpor, jadi tergantung harga solar saat ada pergantian itu juga,” jelas dia. Selain itu, selama pelaksanaan B20 dari Januari hingga Juli mampu menghemat impor solar dengan rata-rata 45%/bulan. “Rata rata impor solar bulanan tahun 2019 adalah turun 45% dibanding rata-rata impor solar bulanan tahun 2018. Tentu saja harus turun karena sekarang sebagian diganti dengan FAME atau CPO,” tutur mantan Gubernur Bank Indonesia itu. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan rapat terbatas (ratas) bersama beberapa menteri kabinet kerja. Kali ini, dirinya membahas mengenai evaluasi pelaksanaan program mandatori biodiesel 20% (B20). Dalam pembukaan ratas, Jokowi bilang bahwa pada Januari 2020 pelaksanaan program biodiesel sudah mencapai 30% dan akhir tahun depan meningkat lagi menjadi B50. “Saya juga ingin agar B20 ini nanti pada Januari 2020 itu sudah pindah ke B30, dan selanjutnya di akhir 2020 sudah meloncat lagi ke B50,” kata Jokowi di kantor Presiden, Jakarta, Senin (12/8/2019).
https://finance.detik.com/industri/d-4663024/devisa-dari-biodiesel-20-tak-capai-target-jokowi

Republika | Senin, 12 Agustus 2019
Arcandra: Uji Coba B30 Masih Berlangsung Hingga Oktober

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan penerapan penggunaan bahan bakar B30 atau campuran biodiesel sebesar 30 persen masih dalam proses uji coba. Uji coba diperkirakan berlangsung hingga Oktober. “B30 masih dalam uji coba,” ujar Arcandra usai rapat dengan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (12/8). Arcandra menyampaikan, rapat tersebut membahas soal sejumlah evaluasi terkait uji coba B30 yang sedang dilakukan. Hasil evaluasi nantinya menjadi dasar bagi pemerintah mengambil keputusan penggunaan B30 ke depan. Arcandra belum bisa menyampaikan apakah B30 akan diterapkan pada tahun ini lantaran masih menunggu hasil uji coba yang berlangsung hingga Oktober mendatang. “Nanti uji coba berakhir di bulan Oktober, tes masih jalan, sekarang kita masih evaluasi sambil jalan,” ucap Arcandra. Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan uji jalan (road test) Biodiesel 30 persen (B30) pada kendaraan pada Kamis (13/6). Sejumlah tahapan yang dilalui sebelum B30 akan diterapkan pada kendaraan. B30 merupakan penggunaan bahan bakar nabati (BBN) sebanyak 30 persen untuk campuran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Pencampuran BBN ini merupakan lanjutan dari program sebelumnya yang sudah diterapkan yakni B20.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan uji coba B30 akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Sejumlah tahapan yang dilalui sebelum B30 akan diterapkan pada kendaraan. Tahapan itu antara lain B30 akan melalui berbagai macam uji standar internasional yang dikawal berbagai pihak, antara lain Kementerian ESDM, BPPT, Aprobi, Gaikindo, dan Pertamina. Mandatori penggunaan biodiesel telah bergulir sejak 2016 silam. Dari periode tersebut, produksi dan pemanfaatan biodiesel terus meningkat dari tahun ke tahun. Konsumsi domestik diharapkan meningkat melalui perluasan B20 Non PSO (public service obligation) yang diinstruksikan Presiden medio 2018. Kementerian ESDM mencatat, pada 2018 konsumsi domestik naik 45 persen atau sekitar 3,75 juta kiloliter dibandingkan 2017. Sebelumnya, Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan menjelaskan sejak 29 April kemarin sebanyak 11 mobil dan truk milik Gaikindo melalui tahap bongkar mesin. Bongkar mesin ini dilakukan untuk membersihkan mesin mesin agar siap dan capable untuk memakai B30.
https://republika.co.id/berita/pw40xs370/arcandra-uji-coba-b30-masih-berlangsung-hingga-oktober

Medanbisnisdaily | Senin, 12 Agustus 2019
Darmin Panggil Arcandra Bahas Penggunaan B30

Pemerintah berupaya meningkatkan penggunaan biodiesel. Terakhir pemerintah telah melakukan uji coba biodiesel 30% atau B30. Untuk itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution hari ini melakukan rapat koordinasi membahas B30. Rapat ini dijadwalkan mulai pukul 11.00 WIB di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019). Dari pantauan, setidaknya sudah ada perwakilan Kementerian ESDM yang datang untuk menghadiri rapat. Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dan Plt Dirjen Migas Djoko Siswanto tampak hadir. Sebelumnya, pemerintah bersama Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) mulai melakukan uji coba B30. Hal ini diharapkan bisa memangkas impor bahan bakar minyak (BBM) hingga 55 juta barel. Angka tersebut setara dengan volume B30 yang akan diujicobakan yakni 9 juta kiloliter (kl). enteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan juga mengatakan pemerintah akan mengoptimalkan biodiesel 30% (B30). Dengan demikian, impor yang bisa dihemat mencapai US$ 3 miliar. “Kita akan masuk B30, kemarin lapor presiden untuk segera masuk kita bisa hemat US$ 3 miliar lagi. Jadi peran kelapa sawit sangat penting,” kata Luhut, Selasa (16/7/2019).
http://www.medanbisnisdaily.com/news/online/read/2019/08/12/83291/darmin_panggil_arcandra_bahas_penggunaan_b30/

Okezone | Senin, 12 Agustus 2019
Panggil Arcandra, Menko Darmin Evaluasi Uji Coba B30

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat koordinasi tentang penerapan biodiesel 30% alias B30. Dalam rapat koordinasi tersebut, dihadiri oleh Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dan Plt Dirjen Migas Djoko Siswanto. Ditemui usai rapat, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, rapat pada hari ini adalah untuk melakukan evaluasi dalam uji coba yang akan berakhir di bulan Oktober. Pembahasan meliputi berbagai aspek dari kapan penerapannya hingga hitungan penghematan dari bahan bakar yang satu ini. “Kan masih jalan ya sampai Oktober, kita sambil jalan, sambil evaluasi terus,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (12/8/2019). Menurut Arcandra, sampai saat ini penerapan B30 masih dalam tahap ujicoba. Ditargetkan ujicoba akan berlangsung hingga Oktober 2019. “B30 masih dalam ujicoba terakhir di bulan oktober ya,” ucapnya. Sebagai informasi sebelumnya, pemerintah bersama Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) memang sudah melakukan uji coba B30 sejak pertengahan tahun ini. Diharapkan B30 bisa memangkas impor bahan bakar minyak (BBM) hingga 55 juta barel. Angka tersebut setara dengan volume yang akan diujicobakan yakni 9 juta kiloliter (kl). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan juga mengatakan pemerintah akan mengoptimalkan biodiesel 30% (B30). Dengan demikian, impor yang bisa dihemat mencapai USD3 Miliar. “Kita akan masuk B30, kemarin lapor presiden untuk segera masuk kita bisa hemat USD3miliar lagi. Jadi peran kelapa sawit sangat penting,” ujarnya beberapa waktu lalu.
https://economy.okezone.com/read/2019/08/12/320/2090897/panggil-arcandra-menko-darmin-evaluasi-uji-coba-b30

Detik | Senin, 12 Agustus 2019
B30 Bisa Dipakai Tahun Ini? Arcandra: Masih Diuji Coba

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan bahwa hingga kini penggunaan bahan bakar biodiesel 30% alias B30 masih diuji coba. “B30 masih dalam uji coba. Terakhir di bulan Oktober ya selesai uji cobanya,” kata Arcandra usai rapat dengan Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantornya, Jakarta, Senin (12/8/2019). Arcandra belum bisa menjawab hal tersebut hingga kini pihaknya masih melakukan berbagai evaluasi dalam uji coba yang akan berakhir di bulan Oktober. Mulai dari kapan penerapannya dan hitungan penghematan dari bahan bakar yang satu ini. “Kan masih jalan ya sampai Oktober, kita sambil jalan, sambil evaluasi terus,” kata Arcandra singkat. Sebelumnya, pemerintah bersama Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) memang sudah melakukan uji coba B30 sejak pertengahan tahun ini. Diharapkan B30 bisa memangkas impor bahan bakar minyak (BBM) hingga 55 juta barel. Angka tersebut setara dengan volume yang akan diujicobakan yakni 9 juta kiloliter (kl). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan dengan penerapan B30, impor yang bisa dihemat mencapai US$ 3 miliar. “Kita akan masuk B30, kemarin lapor presiden untuk segera masuk kita bisa hemat US$ 3 miliar lagi. Jadi peran kelapa sawit sangat penting,” kata Luhut, Selasa (16/7/2019).
https://finance.detik.com/energi/d-4662198/b30-bisa-dipakai-tahun-ini-arcandra-masih-diuji-coba

Detik | Senin, 12 Agustus 2019
Darmin Panggil Arcandra Bahas Penggunaan B30

Pemerintah berupaya meningkatkan penggunaan biodiesel. Terakhir pemerintah telah melakukan uji coba biodiesel 30% atau B30. Untuk itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution hari ini melakukan rapat koordinasi membahas B30. Rapat ini dijadwalkan mulai pukul 11.00 WIB di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019). Dari pantauan detikFinance, setidaknya sudah ada perwakilan Kementerian ESDM yang datang untuk menghadiri rapat. Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dan Plt Dirjen Migas Djoko Siswanto tampak hadir. Sebelumnya, pemerintah bersama Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) mulai melakukan uji coba B30. Hal ini diharapkan bisa memangkas impor bahan bakar minyak (BBM) hingga 55 juta barel. Angka tersebut setara dengan volume B30 yang akan diujicobakan yakni 9 juta kiloliter (kl). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan juga mengatakan pemerintah akan mengoptimalkan biodiesel 30% (B30). Dengan demikian, impor yang bisa dihemat mencapai US$ 3 miliar. “Kita akan masuk B30, kemarin lapor presiden untuk segera masuk kita bisa hemat US$ 3 miliar lagi. Jadi peran kelapa sawit sangat penting,” kata Luhut, Selasa (16/7/2019).
https://finance.detik.com/energi/d-4661986/darmin-panggil-arcandra-bahas-penggunaan-b30

Liputan 6 | Senin, 12 Agustus 2019
Program B20 Hemat Impor Solar Hingga USD 1,66 Miliar

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, menyatakan bahwa program mandatori campuran Solar dengan 20 persen biodiesel (B20) yang dicanangkan pemerintah telah memberikan penghematan impor Solar. Tercatat sejak Januari sampai Juli 2019 program B20 mampu menghemat sebesar USD 1,66 miliar. “Kita tadi evaluasi berapa penghematan dari penerapan B20 dari Januari sampai Juli, ada sekitar USD 1,66 miliar,” kata dia usai melakukan rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (12/8/2019). Untuk volume penggunaan Fatty Acid Methyl Esters (FAME) pada Januari hingga Juli 2019 sudah mencapai 2,9 juta (KL) atau sekitar 97,4 persen dari target kumulatif hingga pertengahan tahun. Target penyerapan FAME hingga akhir tahun sendiri sebanyak 6,2 juta kiloloter (KL). Sementara itu, terkait dengan program B30, Arcandra menyebut pihaknya masih melakukan uji coba dan akan berakhir pada Oktober mendatang. “Tes masih berjalan hingga Oktober. Kami sedang evaluasi sambil berjalan,” pungkasnnya.

Sebelumnya, Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) bersama pemerintah tengah melakukan ujicoba penggunaan solar, yang telah dicampur 30 persen biodiesel (B30). Ujicoba penggunaan B30 dilakukan pada kendaraan, dengan menempuh jarak 40 kilo meter (km) dengan berbagai medan, meliputi dataran tinggi dan rendah, kondisi lalulintas macet dan lancar. Dalam ujicoba B30, Aprobi melakukannya bersama Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perhubungan, kendaraan yang diujicoba merupakan sumbangan dari Gabungan Agen Tunggal Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). “Semua mobil yang ikut (ujicoba biodiesel 30) begitu. Mitsubishi, Hino dll. Ada yang di Bandung dan Jakarta. Kalau sudah nanti uji jalan 40.000 Km,” kata Ketua Aprobi, Paulus Cakrawan.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4036138/program-b20-hemat-impor-solar-hingga-usd-166-miliar

Gatra | Senin, 12 Agustus 2019
KESDM Sebut Penerapan B20 Menghemat USS1,66 Miliar

Wakil Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Archandra Tahar mengatakan, Pemerintah masih terus mengevaluasi penerapan biodiesel 20% (B20). Adapun, menurut Archandra, hasil evaluasi penerapan B20 pada Januari hingga Juli, pemerintah berhasil mendistribusikan bahan baku oleochemical yang disebut Fatty Acid Methyl Esters (FAME) sekitar 97,4% dari target. Data KESDM menyatakan langkah tersebut dapat menghemat pengeluaran dalam APBN 2019 mencapai US$1,66 miliar (sekitar Rp23,6 triliun). Hitung-hitungan mereka mengacu pada harga Mean of Platts Singapore (MOPS) untuk diesel dikalikan volume FAME yang sudah didistribusikan sekitar 97,4% itu. Seperti diketahui, MOPS adalah harga acuan dalam transaksi jual beli minyak yang digunakan Indonesia saat ini. Dengan demikian, MOPS juga menjadi acuan penghitungan harga jual BBM. “Penghematan tersebut bersumber dari berkurangnya impor solar,” kata Archandra saat ditemui wartawan di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (12/8). Adapun, menurutnya, dari total 6.2 juta kilo liter kuota FAME yang disiapkan, sudah terserap 2.947.764 kiloliter atau sekitar 44% dari kuota. Sementara itu, untuk program B30 masih dalam ujicoba. Masa ujicoba akan berakhir pada Oktober nanti. Saat ini, KESDM masih terus melakukan evaluasi.
https://www.gatra.com/detail/news/436854/economy/kesdm-sebut-penerapan-b20-menghemat-uss166-miliar-