+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Terhambat Kampanye Hitam, Indonesia Gencar Promosi Sawit ke Swiss

Pada Kamis 28 September, delegasi gabungan Indonesia gencar mempromosikan kelapa sawit kepada kalangan bisnis di Swiss dalam bentuk Indonesia Business Forum Sustainable Palm Oil in Global Market di Gedung Zunfthaus zur Meisen, Zurich. Dengan difasilitasi KBRI Bern-Swiss, delegasi gabungan yang antara lain terdiri atas Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, CPOPC, Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), serta Gapki, mempromosikan kebaikan kelapa sawit dan melawan kampanye hitam dengan fakta ilmiah di hadapan sekitar 50 wakil perusahaan terkemuka anggota Swiss Asian Chamber of Commerce (SACC). Dirjen Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, yang menjadi salah satu pembicara pada pertemuan itu, mengatakan tudingan dari Uni Eropa tidak benar. Pemerintah Indonesia, kata dia, telah mewajibkan sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sejak 2011 dengan melibatkan perwakilan dari pemerintah, LSM, akademisi, dan kalangan bisnis. “Dibandingkan produk vegetables oil lainnya, sawit satu-satunya vegetables oil yang paling banyak sertifikasinya, yaitu CSPO (Certified Sustainable Palm Oil), ISCC (International Sustainability & Carbon Certification),” ujar Paulus Tjakrawan dari Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi). Barbara Moeckli-Schneider dari SACC mengaku mendapatkan pencerahan yang komprehensif tentang sawit asal Indonesia yang selama ini cenderung negatif di Eropa. “Tidak seperti Norwegia yang memboikot, Swiss malah aktif menyalurkan bantuan dan pembinaan bagi produksi berkelanjutan kelapa sawit di Indonesia,” ujar Dubes RI untuk Swiss, Linggawaty Hakim. (METRO TV NEWS)
http://ekonomi.metrotvnews.com/mikro/xkErwp3K-terhambat-kampanye-hitam-indonesia-gencar-promosi-sawit-ke-swiss