+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Tim mahasiswa UGM ubah limbah plastik jadi bahan bakar alternative:

Tim mahasiswa UGM ubah limbah plastik jadi bahan bakar alternative: Bahan bakar minyak (BBM) yang lazim digunakan untuk kendaraan bermotor biasanya berjenis gas, solar, atau bensin. Ada pula kendaraan yang digerakkan dengan listrik. Lantas bagaimana bila bahan bakar kendaraan terbuat dari limbah plastik? mengabarkan sebuah tim mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berhasil mengembangkan limbah plastik menjadi bahan bakar alternatif. Akibat buah karya itu, mereka menjuarai kompetisi inovasi teknologi yang diselenggarakan di London, Inggris. Dalam kompetisi bertajuk Shell Ideas360 itu; para mahasiswa yang terdiri dari Thya Laurencia Benedita Araujo, Herman Amrullah, dan Sholahuddin Alayyubi membuat konsep mobil pintar berbahan bakar limbah plastik atau Smart Car Microalgae Cultivation Support (MCS). Shell Ideas360 adalah sebuah ajang kompetisi yang menantang para mahasiswa di seluruh dunia untuk mengembangkan beragam ide dan gagasan dalam menghadapi tantangan global pada sektor energi, pangan, dan air. Kompetisi yang dimulai sejak 2013 ini menjadi bagian dari festival inovasi Shell Make the Future. Anita Setyorini, Social Investment Manager PT Shell Indonesia, mengatakan Smart Car MCS UGM menjadi tim Indonesia pertama yang bisa masuk ke babak final sejak kompetisi ini digelar pertama kali. Tim UGM berhasil menyisihkan 15 ribu mahasiswa dari 140 negara dengan 3.363 ide serta mengalahkan empat tim finalis lainnya yang berasal dari empat negara berbeda. Mereka adalah mahasiswa dari American University of Sharjah (Uni Emirat Arab), University of Texas (AS), University of Bordeaux (Prancis), dan University of Melbourne (Australia). “Kami sangat senang dapat mengambil bagian dalam ajang ini dan menjadi juara di kompetisi adu gagasan inovasi bergengsi dunia Shell Ideas360,” kata Herman, Manajer Tim Smart Car MCS. “Serius, kami benar-benar nggak tahu mau ngomong apa. Saya ingin menangis. Ini mimpi jadi kenyataan banget,” kata Thya. “Deg-degan banget. Ternyata kita bisa mengalahkan mereka. Nggak nyangka saja Indonesia bisa menang. “Kita saingannya sama (mahasiswa) University Texas yang ranking universitasnya tinggi banget. Kita bahagia sekali,” ungkap Thya. Menurut mereka, ide tersebut muncul di tengah ramainya pemberitaan bahwa Indonesia adalah produsen sampah plastik terbanyak kedua di dunia setelah Tiongkok dan kemudian diikuti oleh Filipina, Vietnam, Sri Lanka, dan Thailand. “Kita menyayangkan masalah plastik di Indonesia yang tidak termanajemen dengan baik. Jadi kita punya ide, mengapa kita tak mengubah sampah plastik menjadi energi sekaligus membantu kekurangan energi di Indonesia,” lanjut Thya. Meskipun begitu, pengolahan sampah sebagai sumber energi bukanlah hal baru. Mereka hanya membuat terobosan tersebut ini berbeda dibandingkan lainnya. Inovasi tersebut tidak lagi membutuhkan energi tambahan untuk mengolah limbah. Mobil pintar ciptaan tim ini memanfaatkan energi dari gas buangan untuk memanaskan reaktor pirolisis yang mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar alternatif. Secara paralel, gas buangan dari knalpot mobil disalurkan ke fotobioreaktor mikroalga untuk menghasilkan bahan bakar nabati (biofuel) yang memiliki emisi karbondioksida lebih rendah. “Upaya untuk mengonversi limbah kan sudah banyak. Tapi mayoritas menggunakan LPG untuk membakarnya. Nah, kami punya ide dengan mengonversi sampah plastik itu menggunakan gas buangan knalpot, jadi gratis,” cerita Herman. (BERITAGAR)

https://beritagar.id/artikel/sains-tekno/tim-mahasiswa-ugm-ubah-limbah-plastik-jadi-bbm

Melakukan Transformasi Perekonomian Dari Tak Berkelanjutan Menjadi Berkelanjutan: Proyeksi Produksi Bioenergi Baru Terbarukan Berbasis Sawit, Peningkatan produktivitas akan meningkatkan produksi bahan kering biomas sawit yakni 55,3 juta ton bahan kering pada tahun 2030 dan 37,1 juta ton POME. Melalui investasi pemanfaatan biomas sawit menjadi biopremium, Kalimantan Timur diproyeksikan potensial menghasilkan energi terbarukan berupa bioethanol/biopremium mencapai 8,3 juta kilo liter tahun 2030. Dengan asumsi 35 persen produksi CPO digunakan untuk biodiesel, produksi biodiesel Kalimantan Timur sebesar 2,8 juta ton tahun 2030 untuk memenuhi kebijakan mandatori biodiesel di Kalimantan Timur (B-30) mampu untuk ekspor., Pemanfaatan POME dengan methane capture dari PKS Kalimantan Timur, dapat dihasilkan biogas sebesar 1,1 miliar m3 tahun 2030. Dan jika biogas sawit digunakan untuk pembangkit listrik diperoleh 179 MW pada tahun 2030., Memalui hilirisasi minyak sawit yang konsisten, Kalimantan Timur akan beralih dari eksportir CPO menjadi eksportir produksi oleofood, oleokimia, biodiesel dan bioethanol/biopremium, Proyeksi Produksi Jasa Lingkungan Perkebunan Kelapa Sawit Kalimantan Timur, Dengan peningkatan produktivitas kebun sawit, penyerapan karbondioksida oleh perkebunan sawit Kalimantan Timur akan terus meningkat, diperkirakan tahun 2030 sebesar 323 juta ton akan diserap oleh perkebunan sawit Kalimantan Timur, Dengan peningkatan produktivitas kebun sawit, diproyeksikan volume standing biomas pada lahan kelapa sawit Kalimantan Timur akan mencapai 133 juta ton pada tahun 2030 , Dengan peningkatan produktivitas kebun sawit Kalimantan Timur, diproyeksikan menghasilkan oksigen untuk kehidupan sebesar 37 juta ton pada tahun 2030, Dengan peningkatan produktivitas kebun sawit diproyeksikan stok karbon lahan perkebunan kelapa sawit Kalimantan Timur pada tahun 2030 mencapai 53 juta ton. (SAWITINDONESIA)