+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Truk Baru Renault versus Teknologi Kemudi Volvo

Media Indonesia | Kamis, 27 Juni 2019

Truk Baru Renault versus Teknologi Kemudi Volvo

Mesin pada Renault Trucks tersebut diklaim dapat menggunakan bahan bakar biodiesel B20, bahkan biodiesel B30. Pembangunan infrastruktur yang masif dan harga komoditas mengilap membawa berkah bagi bisnis kendaraan komersial. Sejumlah perusahaan berlomba-lomba merilis truk dan teknologi andal-an terbaru mereka. Salah satunya, Renault Trucks bekerja \’ sama dengan PT Indo Traktor Utama menghadirkan tiga tipe solusi kendaraan komersial untuk sektor pertambangan, perkayuan, dan pengangkutan berat di Indonesia. Model ini, yaitu truk K Range seri terbaru. K Range buatan manufaktur otomotif Prancis itu bakal hadir dalam tiga varian. Sebut saja 6×4 dengan mesin 11 liter serta 6×6 dan 8×4 memakai mesin 13 liter. “Kami menyasar tiga segmen, yaitu per-tambangcJn dengan truk 8×4 lalu logging dan migas dengan truk 6×6,” ujar President Director Indo Traktor Utama, Bambang Prijono, di Jakarta, Selasa (25/6). Bambang tidak menyangkal produk\’ terbaru itu akan bersaing dengan Volvo Trucks yang juga baru saja melepas truk anyar. Dia berharap kehadiran produknya membuat opsi bagi konsumen tentang truk yang semakin bervariasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Renault Trucks K Range yang hadir di Indonesia dikenalkan dalam versi Xtrem. Mereka mengklaim kendaraan ini didesain khusus untuk kondisi jalanan yang parah. Dengan kapasitas rear axle tandem 36 ton, truk K range menawarkan salah satu muatan terbaik di pasar hingga 38 ton di 8×4 sambil tetap memastikan kenyamanan berkendara. Ground clearance yang tinggi dan approach angle sebesar 36 derajat cocok untuk off road. .Selain itu, untuk bersaing pada sektor tambang, truk mereka dengan ukuran 8×4 disebut extreme loader, yaitu memi-liki kapasitas 40 meter kubik dari rata-rata kompetitor hanya 35 meter kubik. Kekuatannya tampak di fitur unik, seperti penguatan chassis yang disesuaikan, pelat di bawah mesin dan tangki oli, bumper berbahan 100% baja di tiga bagian, serta grid pelindung lampu depan. Selain itu, truk dilengkapi dengan op-tidriver, gearbox robot terbaru. Ini lebih menghemat bahan bakar hingga 10% dan mengurangi kebutuhan pemeliharaan dan meningkatkan keselamatan. Keunggulan lain, yaitu mesin truk tersebut diklaim dapat menggunakan bahan bakar biodiesel B20, bahkan biodiesel B30. Kendaraan ini dijual dengan harga Rp2,l miliar-Rp2,2 miliar per unit. t

Kelelahan mengemudi

Sebelumnya, Volvo Trucks Indonesia -juga memperkenalkan Volvo Dynamic Steering (VDS). teknologi kemudi yang sangat memudahkan dan mengurangi kelelahan dalam mengemudi. VDS menggabungkan power steering hidrolik konvensional dengan motor listrik yang diatur secara elektronik dan dipasang pada roda kemudi truk. Sistem itu mengurangi tenaga untuk mengemudi hingga 85% dan meredam hentakan roda kemudi akibat permukaan jalan tidak rata dan menjaga truk tetap lurus sesuai arah yang dituju pengemudi. Inovasi ini membuat pengemudian lebih presisi dan memberikan lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Bahkan, VDS membuat truk mudah dikemudikan hamster. “Teknologi yang dipatenkan ini bermanfaat bagi pengemudi truk di Indonesia dalam setiap kondisi operasi. Di jalan bebas hambatan, sistem VDS memberikan stabilitas arah kendaraan yang tak tertandingi. Di jalan off road, pada kecepatan rendah, truk yang penuh muatan pun akan sangat mudah dikendalikan sehingga pengemudi dapat melakukannya dengan satu jari,” ungkap Managing Director Volvo Trucks Indonesia, Jum Terpstra. VDS akhirnya dapat dinikmati pengemudi truk Volvo di Indonesia dengan perkenalan teknologi ini kepada para jurnalis otomotif di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/6). Sistem VDS bekerja pada sistem kemudi konvensional yang diletakkan pada batang poros kemudi, berupa motor listrik yang dikontrol secara elektronik. Untuk meringankan kemudi tetap digunakan unit servo hidrolik. Motor listrik pada VDS bekerja sama dengan power steering hidrolik yang menyesuaikan diri ribuan kau per detik, tergantung kondisi berkendara lewat pengaturan dari unit kontrol elektronik. Pada kecepatan rendah, motor listrik menambah tenaga ekstra. Pada kecepatan lebih tinggi, motor listrik secara otomatis mengontrof kemudi dan melakukan kompensasi atas tekanan yang terjadi pada roda kemudi, semisal akibat dorongan angin samping atau permukaan jalan yang tidak rata. VDS sudah tersedia di Indonesia untuk truk rigid dan prime mover poros depan tunggal 6×4 dan poros depan ganda 8×4. Untuk sementara fitur ini belum tersedia untuk truk all-wheel drive.

Detik | Kamis, 27 Juni 2019

Negara Tetangga Tertarik Ikut Indonesia Pakai Biodiesel

Dalam hal energi baru terbarukan, pemerintah Indonesia telah melirik potensi besar yang mengarahkan sawit sebagai sumber energi menggantikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Kebijakan pemerintah Indonesia untuk mendorong penerapan B20 yang sudah berjalan nyatanya dilirik negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Salah satu badan usaha penyalur bahan bakar minyak (BBM) swasta atau SPBU milik swasta Shell bahkan mengubah nama Shell Diesel menjadi Shell Diesel Bio sebagai bagian dari upaya pelaksanaan mandatori B20. Shell Diesel Bio memiliki kandungan bahan bakar nabati sebesar 20% sesuai peraturan pemerintah. Dalam hal ini Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan penggunaan B20 seperti dikatakan Fuels Marketing Manager PT Shell Indonesia, Ratna Anggraeni di Jakarta, Selasa (26/06/2019). “Jadi memang kalau secara global Indonesia secara market baru yang pertama kali menerapkan B20, kita akan berlanjut ke B30 dalam waktu dekat,” ujar Ratna. “Malaysia dan Thailand sekarang sudah mulai persiapkan B20, jadi Shell di Malaysia dan Thailand pun ready untuk menuju ke sana,” ujar Ratna. Pun demikian, Ratna percaya diri akan pemanfaatan biodiesel, sebab perusahaan yang bermarkas di Belanda ini sudah lebih dulu memanfaatkan energi terbarukan tersebut. “Shell itu satu-satunya pemain yang menerapkan biodiesel paling dulu dibandingkan pemain lainnya, dari tahun 2017 pemerintah sudah mengimbau kita langsung siap dengan bio diesel. Sudah langsung mengaplikasikan dengan B20. Sekaligus kita juga mengupgrade kualitas diesel kita,” tuturnya.

https://oto.detik.com/berita/d-4601898/negara-tetangga-tertarik-ikut-indonesia-pakai-biodiesel

Liputan6 | Rabu, 26 Juni 2019

Renault Trucks Pastikan Bahan Bakar B30 Tak Ganggu Performa Mesin

Pemerintah semakin gencar melakukan persiapan untuk menghadirkan bahan bakar solar dengan campuran FAME 30 persen (Solar B30). Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Road Test Penggunaan Bahan Bakar B30 pada kendaraan bermesin diesel telah dilakukan. Melihat hal tersebut beberapa perusahaan otomotif mulai bersiap menyiapkan kendaraannya untuk melakukan uji coba. Resmi menghadirkan truk baru di Indonesia, Renault Trucks mengaku bila kendaraannya sangat siap menggunakan bahan bakar B20 maupun B30 karena sudah melakukan uji coba. “Jadi truk kami sudah ready sampai B30. Jadi memang terkait bahan bakar kami enggak ada masalah. Ini sudah diuji di Prancis,” kata President Director PT Indo Traktor Utama, Bambang Prijono di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Selain itu, Bambang menegaskan truk terbarunya itu sudah menggunakan komponen tambahan agar kendaraan tetap optimal saat digunakan dengan bahan bakar B20 ataupun B30. “Memang untuk ready dengan biodiesel fuel pipe line-nya harus diganti semua. Ada namanya biodiesel kit. Jadi keluar dari pabrik udah dipasangi biodiesel kit. Pipa-pipa solarnya itu khusus, filter masih sama. Tapi kami tambahkan water separator. Keluar dari tank ada filter dulu baru masuk ke mesin,” ujar Bambang. Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengungkapkan, program B30 merupakan langkah nyata pemerintah untuk terus mengembangkan industri kelapa sawit, menyejahterakan petani kelapa sawit, serta menjamin ketersediaan dan kestabilan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri. Ia menambahkan, program ini dijalankan untuk mengurangi ketergantungan impor BBM dan menyediakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Pemerintah akan mewajibkan penggunaan campuran biodiesel 30 persen pada kendaraan mulai tahun depan.

https://www.liputan6.com/otomotif/read/3998317/renault-trucks-pastikan-bahan-bakar-b30-tak-ganggu-performa-mesin

Liputan6 | Rabu, 26 Juni 2019

Program B30 Bakal Diterapkan, Ini Tanggapan Shell

Persiapan untuk menghadirkan bahan bakar solar dengan campuran FAME 30 persen (Solar B30) terus dilakukan. Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Road Test Penggunaan Bahan Bakar B30 pada kendaraan bermesin Diesel sudah dimulai. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengungkapkan, program B30 merupakan langkah nyata pemerintah untuk terus mengembangkan industri kelapa sawit, mensejahterakan petani kelapa sawit, serta menjamin ketersediaan dan kestabilan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri. Ia menambahkan, program ini dijalankan untuk mengurangi ketergantungan impor BBM dan menyediakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Pemerintah akan mewajibkan penggunaan campuran biodiesel 30 persen pada kendaraan mulai tahun depan. Menanggapi hal tersebut, Ratna Anggraini, Fuel Marketing Manager Shell Indonesia mengaku pihaknya telah mendapat sosialisasi terkait hal tersebut. “Tentunya pemerintah untuk menerapkan B30 itu memang ada sosialisasi kepada seluruh pemain migas, jadi memang kita sudah disosialisasikan,” katanya di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ratna juga menegaskan, Pemerintah nantinya akan mengeluarkan peraturan khusus terkait B30. Sehingga, spesifikasi terkait bahan bakar dapat disesuaikan pihak Shell. “Pemerintah juga melakukan bagiannya yaitu melakukan riset bagaimana dengan melakukan pencampuran ini tetap bisa men-support mobility kendaraan kendaraan yang saat ini tersedia. Nanti Pemerintah akan mengeluarkan peraturan atau spesifikasi khusus untuk bahan bakar B30, dan kita mengikuti spesifikasi itu,” ujar Ratna. Selain itu, Shell juga mengaku akan memeberikan dukungan penuh terkait penerapan B30 yang akan dilakukan mulai tahun depan. “Iya kita akan support kebijakan pemerintah karena kita yakin kebijakan yang dilakukan juga di-support dengan riset sebelumnya yang akan melindungi kepentingan publik,” ujar Ratna.

https://www.liputan6.com/otomotif/read/3998687/program-b30-bakal-diterapkan-ini-tanggapan-shell

Gatra | Rabu, 26 Juni 2019

Biodiesel B100 Kementan Terbukti Lebih Hemat

Biodiesel B100 terbuat dari Crude Palam Oil (CPO) atau kelapa sawit, terbukti relatif lebih hemat. Bahan bakar yang dikembangkan Kementerian Pertanian (Kementan) ini, terbukti lebih hemat setelah diuji pakai selama 2 bulan. Bahan bakar Biodiesel B-100 berasal dari 100% CPO dengan rendemennya sebesar 87%, telah diluncurkan pada tanggal 15 April 2019. Semantara itu, uji coba pemakaiannya dilakukan terhadap mobil dinas Kementan secara rutin. Menurut beberapa pengguna B100, bahan bakar ini lebih hemat. Adalah Unggul, salah satu pengendara mobil dinas jenis Hiace mengungkapkan, selama 2 bulan menggunakan B100, tenaga mobilnya sama seperti ketika menggunakan bahan bakar DEX. “Sama saja sih tarikannya, semua sama, cuma bedanya lebih irit. Dengan kondisi yang sama, kalau dulu saya pakai DEX maksmal 10 km per liter, sejak saya pakai B100 saya bisa menempuh maximal 13 km per liter,” ungkapnya. Hal senada juga disampaikan oleh Tito, pengendara mobil dinas yang setiap harinya menempuh jarak pulang pergi Jakarta-Serpong-Gunung Sindur sejauh 96 kilometer. “Sejak saya pakai ini jatuhnya lebih hemat. Saya cukup tiga hari sekali mengisi tangki dengan maximal 25 liter tiap pengisian,” ujarnya.

Hendra selaku penanggung jawab SPBU B100 di Kementan, mengatakan, penggunaan B100 sudah rutin dilakukan. “Dalam sehari biasanya ada pengisian sekitar 200-300 liter untuk mobil dinas.” Menurutnya, jika pengguna rutin mengisi B10 setiap hari, artinya kendaraan mereka tidak mengalami kendala. Untuk perawatan pun, beberapa pengendara menyatakan, sama saja dengan perawatan bahan bakar lainnya. “Ya harapan saya semoga ke depan program ini bisa berkelanjutan, supaya masyarakat luas juga dapat menikmati manfaatnya. B100 ini selain lebih efisien juga ramah lingkungan. Jadi pasti banyak orang yang tertarik. Semoga secepatnya masyarakat bisa ikut merasakan manfaatnya,” kata dia. Sebagai informasi, bahan bakar B100 ini memiliki keunggulan yakni lebih efisien 40% dibanding bahan bakar fosil seperti solar, 1 liternya hanya dapat menempuh jarak 9,4 kilometer, sedangkan dengan menggunakan B-100 dimungkinkan menempuh jarak hingga 13 kilometer per liter. Selain itu, penggunaan B100 diyakini akan lebih murah, ramah lingkungan, dan dapat menyejahterakan petani sawit, serta tentunya menghemat devisa. Adanya B100 ini dipastikan dapat memperkuat ketahanan energi nasional. Indonesia memiliki CPO 38 juta ton, dengan nilai ekspor 34 juta ton. Bisa dibayangkan, energi masa depan Indonesia ini akan menghemat triliun rupiah. Harapannya, B100 menjadi bahan bakar terbaru dan energi alternatif untuk masa depan negeri ini.

https://www.gatra.com/detail/news/424573/economy/biodiesel-b100-kementan-terbukti-lebih-hemat

Jawa Pos | Rabu, 26 Juni 2019

Truk Baru Keluaran Renault Bisa Konsumsi Biodiesel B30

Produsen otomotif asal Prancis, Renault, menghadirkan produk truk off-road di Indonesia dengan menggandeng PT Indo Traktor Utama. Adalah truk K Range yang akan mengisi segmen industri berat yakni pertambangan, kehutanan, serta minyak dan gas. Dalam peluncuran truk renault K Range di Indonesia yang digelar di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Selasa (25/6) malam WIB, pihak Renault Trucks Internasional turut memastikan akan siap dengan sejumlah aturan baru di Indonesia. Termasuk penggunaan bahan bakar biodiesel B30. “Jadi truk kami sudah ready sampai B30,” ujar Presiden Direktur PT Indo Traktor Utama, Bambang Prijono. Terkait bahan bakar, truk Renault memang tidak ada masalah. Hal itu karena sudah melewati pengujian di Prancis. Truk Renault juga diklaim sudah diberikan komponen tambahan agar kendaraan tetap optimal saat menggunakan fuel B20 ataupun B30. “Memang untuk ready dengan biodiesel fuel pipe line-nya harus diganti semua. Ada namanya biodiesel kit. Jadi, keluar dari pabrik itu sudah dipasangi biodiesel kit. Pipa-pipa solarnya itu khusus, tapi filter masih sama. Bedanya hanya kami tambahkan water separator. Keluar dari tangki ada filter dulu baru masuk ke mesin,” papar Bambang.

Soal bahan bakar biodiesel B30, pemerintah memang diketahui semakin gencar melakukan persiapan untuk menghadirkan bahan bakar solar dengan campuran FAME 30 persen. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga sudah melakukan tes jalan penggunaan bahan bakar B30 pada kendaraan bermesin diesel agar semakin ramah lingkungan. Program B30 juga diketahui sebagai langkah pemerintah untuk terus mengembangkan industri kelapa sawit, menyejahterakan petani kelapa sawit, serta menjamin ketersediaan dan kestabilan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri. Dalam acara peluncuran truk K Range, JawaPos.com berkesempatan untuk masuk melihat-lihat serta menjajal sejumlah fitur truk off-road tersebut. Adapun yang kami jajal adalah varian 6×6 yang menjadi unggulan Renault Trucks di Indonesia. Seperti bisa dilihat pada gambar, interior dari truk Renault K Range begitu mewah dan nyaman. Truk off-road yang kental nuansa pekerja keras dengan medan tempuh tak ringan ini turut dibekali dengan sistem pendingin ruangan atau AC. AC terbilang dingin dengan suhu mampu diatur hingga 19 derajat celcius.

Masuk ke kabin truk Renault bagi kami tak seperti masuk ke dalam truk yang selama ini kerap lalu lalang di jalanan. Bagian dalamnya mewah dan lengkap dengan fitur-fitur yang bakal memudahkan pengemudi bermanuver dengan kendaraan gambot ini. Tampak jelas, sejumlah tombol tertata rapi di area panel kemudi. Instrumen cluster juga sudah digital dengan padanan jarum di beberapa titik sebagai indikator RPM, bensin, suhu, dan kapasitas angin untuk pengereman. Beberapa fitur di dalam kabin yang semakin menunjukkan kecanggihan truk ini adalah tombol lampu utama yang dibuat terpisah dan bisa mengatur tingkat keterangan cahaya dan jatuhnya cahaya. Selain itu, fitur lain seperti spion otomatis juga disematkan pada truk ini. Semakin menambah kesan mewah dan fungsional. Padahal kendaraan ini adalah truk pekerja keras. Kabin K Range juga terasa lega tanpa adanya tuas transmisi. Ini jelas, pasalnya truk ini mengemas sistem transmisi optidrive, gabungan antara transmisi manual dengan sistem komputer modern untuk perpindahan gigi. Jika optidrive dinyalakan, truk ini akan berubah fungsi menjadi truk otomatis. Namun jika dimatikan, perpindahan gigi bisa diatur dengan mudah dengan tombol di bawah stir bagian kanan. Pada mobil, sistem ini disebut sebagai transmisi tiptronic. Pastinya, berada di kabin truk off-road truk Renault K Range bagi kami tak seperti berada di dalam truk. Interior truk ini lebih terasa seperti mobil mewah Eropa dengan sejumlah fitur modern. Hal ini tentu membuat nyaman pengemudi meski sedang mengoperasikan truk off-road pada medan yang berat.

Detik | Rabu, 26 Juni 2019

Truk Baru Renault Bisa ‘Minum’ Biodiesel B30

Setelah absen selama tiga tahun, Renault Trucks bersama PT Indo Traktor Utama meluncurkan model baru kendaraan komersial mereka. Truk baru ini mengusung nama Trucks K Range. Ada dua pilihan mesin diesel yang diusung, varian 11 liter yang punya tenaga 440 dk, dan mesin 13 liter dengan tenaga puncak 460 dk. Kedua mesin tersebut diklaim sudah bisa menggunakan bahan bakar Biodiesel B20 bahkan Biodiesel B30 yang baru saja diuji oleh Kementerian ESDM RI. “Jadi truk kami sudah ready sampai B30. Nggak ada masalah. Dan ini sudah diuji di Prancis,” klaim President Director PT Indo Traktor Utama Bambang Prijono, di Jakarta Selasa (25/6/2019). Menurut Bambang, mesin truk Renault K Range sudah dirancang agar cocok dengan Biodiesel. Maka itu ada penyesuaian spare part sejak dirakit di pabrik. “Karena fuel pipe line-nya harus diganti semua. Jadi ada namanya Biodiesel kit. Jadi keluar dari pabrik, udah dipasangi Biodiesel kit. Pipa-pipa solarnya itu khusus, filter masih sama. Tapi kami tambahkan water separator,” lanjut Bambang. Bambang juga menambahkan, mesin Renault sudah teruji di Indonesia. Sebab Renault Trucks menjalin aliansi dengan Volvo Trucks yang produknya memang sudah eksis di Indonesia. “Perawatan dan segala macam nggak ada perubahan. Volvo bus kami yang di TransJakarta juga kan sudah pakai B20 dan nggak ada masalah. Dan Volvo-Renault kan satu grup, jadi sebetulnya mesinnya sama. Mesin 11 liter ini dibuat di Prancis. Dan 13 liter dibuat di Swedia, jadi tinggal tuker-tukeran aja,” pungkasnya.

https://oto.detik.com/berita/d-4600396/truk-baru-renault-bisa-minum-biodiesel-b30