+62 2129380882 office@aprobi.co.id

UE Berupaya Stop Biofuel Sawit pada 2021 (RI dan Malaysia Bekerja Keras Halangi Langkah Uni Eropa):

  • UE Berupaya Stop Biofuel Sawit pada 2021 (RI dan Malaysia Bekerja Keras Halangi Langkah Uni Eropa): Sejumlah anggota Parlemen Eropa berupaya menghentikan penggunaan minyak kelapa sawit dalam bahan bakar transportasi pada 2021. Langkah ini telah mendapat dukungan dari sejumlah kelompok politik terbesar di Parlemen menjelang voting isu tersebut pekan depan. Jika rencana itu disetujui Parlemen Eropa, kebijakan tersebut dapat menjadi pukulan besar bagi Indonesia dan Malaysia sebagai pengekspor kelapa sawit terbesar di dunia. RI dan Malay-siapunberupayakeras menghalangi rencana tersebut untuk menjaga kelangsungan industri dalam negeri. Seperti dilansir EURACTN, anggo ta parlemen dari Partai H i-jau Bas Erickhout meyakini Parlemen Eropa akan mengeluarkan pernyataan jelas mengenai penghentian penggunaan minyak sawit sebagai bahan bakar. “Semua kubu politik utama di Parlemen Eropa sedang menuju ke arah itu,” kata politisi dari Belanda itu (SINDO)
  • Pemerintah Diminta Proaktif Soal Ekspor Sawit: Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mendesak pemerintah untuk lebih proaktif dalam menstabilkan perdagangan sawit ke pasar Eropa. Apalagi, mengingat saat ini pasar Eropa berencana mengurangi impor sawit dari Indonesia. Direktur Eksekutif Gapki Danang Giriwardana menjelaskan, rencana Eropa untuk mengurangi impor kelapa sawit dari Indonesia ini harus menjadi perhatian pemerintah. Sebab, hal tersebut dapat memukul industri kelapa sawit.  “Indonesia mesti mempersiapkan bargaining position yang lebih kuat. Bargaining yang paling penting adalah meminimalkan juga ketergantungan pada pasar Eropa ke Indonesia,” ujar Danang. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai upaya Parlemen Eropa dalam menghapus penggunaan biodiesel dari minyak sayur pada 2030 dan berbahan kelapa sawit, termasuk dari Indonesia pada 2021, harus disikapi dengan meningkatkan daya saing.  Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan, Eropa juga mempunyai kepentingan mempertahankan minyak nabati mereka. Sehingga, Eropa akan melakukan apa pun untuk mempertahankan kepentingan tersebut. “Justru sekarang, mulai sekarang kita perbesar penggunaan biodiesel dalam negeri,” ujarnya saat dihubungi Republika, Ahad.  Menurut dia, kebutuhan energi di dalam negeri cukup besar. Namun, selama ini pemanfaatan biodiesel belum optimal. Sehingga, pemangku kepentingan harus berpikir supaya harga biodiesel dalam negeri lebih kompetitif. (REPUBLIKA)
  • Parlemen Eropa akan voting kelapa sawit Indonesia: Parlemen Eropa akan melakukan pemungutan suara (voting) terkait energi dari sumber terbarukan, termasuk kelapa sawit Indonesia, pada 17 Januari 2017 di Markas Besar Parlemen Eropa, Strasbourg, Prancis. Laporan, yang disebut Proposal Petunjuk Parlemen dan Dewan Eropa untuk Promosi Penggunaan Energi dari Sumber Terbarukan, Parlemen Eropa itu berupaya menghapuskan penggunaan biodiesel dari minyak sayur pada 2030 dan berbahan kelapa sawit, termasuk dari Indonesia, pada 2021. Fungsi Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Brussel, Belgia, Andi Sparringa kepada ANTARA News, Sabtu, mengemukakan bahwa usulan yang bersumber dari Komite Lingkungan Hidup (ENVI) Parlemen Eropa tersebut bertentangan dengan prinsip kebebasan dan keadilan niaga sekaligus menjurus kepada terjadinya pemisahan kebijakan tanaman terhadap produk sawit di Eropa. (ANTARA)

https://www.antaranews.com/berita/677380/parlemen-eropa-akan-voting-kelapa-sawit-indonesia

  • Proposal Baru Parlemen Eropa Ancam Industri Kelapa Sawit Indonesia: Parlemen Eropa ingin konsumsi biodesel dan minyak sayur, termasuk yang berasal dari kelapa sawit Indonesia, dihapuskan pada 2030 mendatang. Dalam laporan bertajuk “Proposal Petunjuk Parlemen dan Dewan Eropa untuk Promosi Penggunaan Energi dari Sumber Terbarukan”, Parlemen Eropa itu berupaya menghapuskan penggunaan biodiesel dari minyak sayur pada 2030 dan berbahan kelapa sawit, termasuk dari Indonesia, pada 2021. Untuk itu, pada Rabu (17/1/2018) mendatang, Parlemen Eropa akan melakukan pemungutan suara terkait energi dari sumber terbarukan, termasuk kelapa sawit Indonesia, di Markas Besar Parlemen Eropa, Strasbourg, Perancis. (TIRTO.ID)

https://tirto.id/proposal-baru-parlemen-eropa-ancam-industri-kelapa-sawit-indonesia-cDbr