+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Setelah Uni Eropa, Indonesia Gugat Amerika Soal Pajak Biodiesel:

• Setelah Uni Eropa, Indonesia Gugat Amerika Soal Pajak Biodiesel: Pemerintah mengajukan gugatan terhadap pemerintah Amerika Serikat (AS) di pengadilan perdagangan internasional negara tersebut terkait tarif antidumping dan antisubsidi biodiesel yang dikenakan terhadap pengiriman biodiesel Indonesia sehingga membuat produk asal Tanah Air dikenakan pajak impor atau bea masuk lebih tinggi. Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (APROBI) Paulus Tjakrawan menyebut, gugatan ke pengadilan AS harus diajukan paling lambat 3 Februari 2018. Dia mengatakan, investigasi terhadap tuduhan praktik dumping dan subsidi pertama kali dilancarkan oleh Dewan Biodiesel AS dan 15 perusahaan bioediesel AS. Dasar argumentasi mereka adalah pemberian subsidi melalui pungutan terhadap ekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dan tax allowance kepada perusahaan biodiesel dalam negeri. (INEWS)
http://www.inews.id/finance/read/setelah-uni-eropa-indonesia-gugat-amerika-soal-pajak-biodiesel?sub_slug=bisnis
• Indonesia optimistic about WTO complaint against US penalties on its biodiesel: Indonesia is optimistic that the World Trade Organization (WTO) will rule in its favor on its complaint against the US Department of Commerce’s policy to impose anti-subsidy duties on Indonesian biodiesel exports. “We won a similar dispute against the European Union so it’s proven that we don’t practice dumping and subsidy,” the Trade Ministry’s director general of foreign trade, Oke Nurwan, told Arab News. In November, the US Department of Commerce imposed duties in the range of 34.45 to 64.73 percent to counter the alleged dumping of Indonesia’s biodiesel shipment. Paulus Tjakrawan, vice chairman of Indonesia’s Biodiesel Producers Association, said Indonesian biodiesel companies and the government have filed the case at the US Court of International Trade in New York ahead of the Feb. 3 deadline. “We think that their policy is incorrect,” Tjakrawan told Arab News. (ARAB NEWS)
http://www.arabnews.com/node/1238951/world

• RI to file case on biodiesel: Indonesia plans to file a case against the United States Department of Commerce at the US Court of International Trade over anti-subsidy duties imposed on Indonesian biodiesel shipments, a Trade Ministry official said on Friday. The government is also planning to bring a complaint to the World Trade Organization, Pradnyawati, director of trade security at the Trade Ministry, told Reuters. She did not give a timetable. (THE JAKARTA POST)
• Isu Sustainability masih Dimainkan Hambat Sawit: BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada 2017 mengalami surplus US$11,84 miliar. Sama seperti di 2016, penyum- bang devisa terbesar masih berasal dari ekspor minyak sawit dan produk turunannya. Pada 2016 nilai ekspor minyak sawit dan produk turunannya (tidak termasuk biodiesel dan oleochemical) sebesar US$18,22 miliar, sedangkan tahun ini melejit di angka US$22,97 miliar atau naik sekitar 26%. (MEDIA INDONESIA)
• Ekspor Nonmigas bakal Capai US$ 169 Miliar: Kementerian Perdagangan (Kemendag) meyakini, ekspor nonmigas tahun 2018 bakal mencapai USS 169,81 miliar (Rp 2.284,32 triliun), naik 11% dari tahun lalu US$ 152,99 miliar. Target pertumbuhan ekspor tersebut lebih tinggi dibanding estimasi sebelumnya yang sekitar 5-7%. “Beberapa faktor yang dapat mendorong pencapaian target pertumbuhan ekspor sebesar 11% yaitu kondisi pemulihan ekonomi global, perbaikan harga komoditas di pasar internasional seperti batubara, kemenangan Indonesia atas tudingan antidumping produk biodiesel oleh Uni Eropa, pembukaan pasar nontradisional di Afrika dan Asia Selatan, serta hasil evaluasi dari Atase Perdagangan dan International Trade Promotion Centre (ITPC) di kantor perwakilan perdagangan di luar negeri,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita (INVESTOR DAILY INDONESIA)
• Minyak Jelantah Bisa Hidupkan Mesin: Mulai sekarang daripada membuang minyak jelantah sisa memasak lebih baik dikirim ke Yayasan Lengis Hijau yang ada di Bali. Sebab, dengan teknologi yang mereka punya, minyak jelantah bisa diubah menjadi bahan bakar mesin diesel. Direktur Yayasan Lengis Hijau Endra Setyawan mengatakan ide membuat inovasi ini sudah ada sejak 2011 berawal dari banyaknya limbah hotel dan restoran yang ada di Bali. Hotel dan restoran kerap kali menjual limbah minyak jelantah ke warung-warung kecil. Perilaku ini tentu akan merugikan kesehatan konsumen. Akhirnya, pada 2013, Endra berhasil menekan penggunaan minyak jelantah dengan membuat mesin pengolahan limbah ini menjadi bahan bakar mesin diesel bernama biodiesel. Saat ini sudah ada 250 hotel yang bekerja sama dengannya untuk mengirimkan minyak jelantah ke Yayasan Lengis Hijau. Minyak ini kemudian dia olah dan produk biodiesel dikirim lagi ke industri perhotelan dan sekolah greenschool yang ada di Bali. Soal harga, pihaknya membeli minyak jelantah sebesar Rp2.500 per liter dari hotel dan restoran. Setelah diolah, hasilnya berupa biodiesel dijual dengan harga RplO.000 per liter. (BISNIS INDONESIA)

• Target Ekspor Dinaikkan: Pemerintah menyusun strategi meningkatkan kinerja ekspor Indonesia tahun ini. Investasi, terutama di sektor industri manufaktur, juga didorong untuk mendukung ekspor. Kementerian Perdagangan menaikkan target ekspor tahun ini dari sebelumnya 5-7 persen menjadi 11 persen dari realisasi ekspor tahun lalu. Untuk mencapai target ini, Kementerian Perdagangan akan menggarap pasar ekspor baru, mengoptimalkan kinerja perwakilan perdagangan di luar negeri, menerapkan skema perdagangan timbal balik, serta menggandeng eksportir dan importir. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan (Kemendag) di Jakarta, Jumat (2/2), mengatakan, peningkatan target ekspor itu merujuk pada pertumbuhan ekspor tahun lalu yang sebesar 16 persen. Selain itu, pertumbuhan ekonomi dunia yang makin baik. Harga sejumlah komoditas ekspor, seperti batubara, pun mulai meningkat. China juga diproyeksikan membuka keran impor dari 1,8 triliun doUar AS pada 2017 menjadi 10 triliun dollar AS pada 2022. Untuk kawasan Uni Eropa (UE), Indonesia memenangi tudingan antidumping biodiesel, sehingga ekspor biodiesel ke UE bisa kembali normal. “Kunjungan bilateral dan promosi atau misi dagang pada 2017 dan awal tahun ini ke sejumlah negara nontradisional, kami yakin akan berdampak pada ekspor,” kata Enggartiasto. (KOMPAS)
• Diplomasi sawit Sang Presiden: beberapa bulan ini, sejatinya Presiden Jokowi melakukan banyak diplomasi sawit. Bermula dari mengatasi asap akibat kebakaran hutan dan lahan, berlanjut pertemuan dengan Perdana Mentari Malaysia, PM Najib Razak, guna membentuk kerjasama negara produsen minyak sawit. Hingga bertemu dengan Presiden Obama untuk melakukan kerjasama pengembangan biofuel untuk pesawat terbang. Bisa jadi, kesibukan Presiden Jokowi, menjadi sinyal kuat akan keberpihakan Sang Presiden untuk mendukung pengembangan minyak sawit di masa depan. Dari berbagai persoalan industry perkebunan kelapa sawit hingga industry turunannya seperti biofuel, sudah dilakoninya selama beberapa bulan ini. Hanya saja, restorasi hutan dan lahan yang telah terbakar, akan menjadi pekerjaan besar kemudian (INFO SAWIT)
https://www.infosawit.com/news/7700/diplomasi-sawit-sang-presiden
• Sawit Kuasai 45% Pasar Minyak Nabati Dunia: Sektor pangan, sektor industri dan bahan bakar, dan menjadikan sawit sebagai hasil panen yang serba guna. Minyak sawit menjadi konsumsi utama pada aplikasi pangan. Pada dekade terakhir, konsumsi minyak sawit untuk biofuel meningkat dengan signifikan. Pertumbuhan produksi minyak sawit rata-rata diprediksi mencapai 5,9% selama periode 2011 hingga 2020, sehingga diperkirakan produksi minyak sawit global mencapai 84 Juta ton, mayoritas dari pertumbuhan bakal datang dari Indonesia dengan tingkat pertumbuhan sebanyak 7,8 %, sementara pertumbuhan produksi di Malaysia hanya sekitar 2,7%.(INFO SAWIT)
https://www.infosawit.com/news/7703/sawit-kuasai-45–pasar-minyak-nabati-dunia

• Gama Corporation Bakal Dirikan Pabrik Migor dan Biodiesel Sawit di Bontang: Diperkirakan bakal menghabiskan investasi sebanyak Rp 2 Triliun, Gama Corporation (Gamacorp) melalui anak perusahaannya, PT Energi Unggul Persada, mulai tahun ini bakal mendirikan pabrik minyak goreng dan biodiesel sawit di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Alasan didirikan di Bontang, lantaran kota ini dikeliling sejumlah kabupaten penghasil sawit terbesar di Kaltim, seperti Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Berau, termasuk Penajam Paser Utara dan Paser. Saat ini diperkirkan total perkebunan sawit produktif di Kaltim sudah melampui 1 juta ha. Jika proyek ini terealisasi tahun ini bakal menyerap ribuan tenaga kerja. (INFO SAWIT)
https://www.infosawit.com/news/7702/gama-corporation-bakal-dirikan-pabrik-migor-dan-biodiesel-sawit-di-bontang