B40 Performance: Standar Baru Keandalan Mesin Industri di Era Swasembada Energi Indonesia
Memasuki bulan pertama di tahun 2026, antusiasme terhadap kemandirian energi nasional semakin nyata. Jika selama ini perdebatan mengenai biodiesel sering kali berkutat pada isu ketersediaan stok dan harga, kini fokus beralih pada aspek yang jauh lebih krusial bagi keberlangsungan ekonomi: keandalan operasional. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga melakukan langkah strategis dengan meluncurkan Biosolar B40 Performance (B40PF), sebuah inovasi bahan bakar nabati berkualitas tinggi yang dirancang untuk menjadi tulang punggung sektor industri tanah air.
Diperkenalkan secara resmi pada 22 Desember 2025 dan mulai disalurkan secara perdana di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) pada 26 Januari 2026. B40PF menjadi jawaban atas kekhawatiran pelaku industri mengenai performa mesin saat menggunakan campuran bahan bakar nabati yang lebih tinggi.
Formula Pertatec: Perisai Canggih untuk Mesin Industri
Berbeda dengan produk biosolar konvensional, Biosolar B40 Performance membawa DNA teknologi yang lebih maju. Salah satu fitur unggulannya adalah Formula Pertatec. Formula ini bukan sekadar tambahan, melainkan solusi teknis yang dirancang untuk menjaga kebersihan sistem bahan bakar secara menyeluruh.
Dalam operasional industri yang berjalan 24 jam nonstop, deposit atau kotoran pada mesin adalah musuh utama. B40PF bekerja dengan tiga fungsi utama:
- Pembersihan Injektor: Memastikan lubang injektor tetap bersih sehingga pengabutan bahan bakar tetap sempurna.
- Kestabilan Oksidasi: Mengurangi risiko penyumbatan pada filter bahan bakar, yang sering menjadi kendala pada biodiesel kualitas standar jika disimpan dalam waktu lama.
- Perlindungan Karat: Memberikan lapisan pelindung pada komponen logam mesin untuk mencegah korosi akibat sifat higroskopis (menyerap air) alami dari unsur nabati.
B40 Performance: Menekan Power Loss, Meningkatkan Profit
Bagi sektor industri, setiap detik gangguan operasional berarti kerugian materi. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Erwin Dwiyanto, menekankan bahwa pengembangan B40PF berangkat dari kebutuhan nyata konsumen.
“Biosolar B40 Performance dirancang untuk menjaga kebersihan injektor dan menekan kecenderungan penyumbatan filter. Dibandingkan dengan B40 konvensional, produk ini mampu mengurangi potensi power loss (penurunan tenaga) dan memperlancar aliran bahan bakar,” ujar Erwin.
Dengan berkurangnya potensi power loss, mesin industri dapat bekerja pada efisiensi puncak. Hal ini tidak hanya memperpanjang usia pakai komponen mesin (lifetime cycle), tetapi juga mengurangi frekuensi perawatan rutin yang mahal. Secara jangka panjang, penggunaan B40PF menjadi investasi strategis bagi perusahaan untuk menjaga stabilitas produksi di tengah target swasembada energi nasional.
Implementasi Nyata di Regional Sumbagsel
Sumatera Bagian Selatan menjadi salah satu wilayah strategis pertama yang merasakan manfaat produk ini. Melalui skema business-to-business (B2B), Pertamina Patra Niaga telah menyalurkan pasokan perdana kepada konsumen industri terdaftar pada akhir Januari 2026.
Region Manager Corporate Sales Sumbagsel, Frilo Fitrasali Hutagalung, menambahkan bahwa nilai tambah B40PF terletak pada kemampuannya mendukung keberlangsungan operasional tanpa kompromi. Sebelum dilepas ke pasar, produk ini telah melewati rangkaian pengujian laboratorium yang ketat. Serta uji lapangan untuk memastikan performanya sesuai dengan klaim teknis yang dijanjikan.
Mendukung Target Emisi dan Kedaulatan Energi
Peluncuran B40PF juga selaras dengan capaian Kementerian ESDM. Yang mana menargetkan penurunan emisi hingga 38,88 juta ton CO2 ekuivalen melalui program biodiesel. Dengan bahan bakar yang lebih berkualitas, pembakaran di dalam mesin menjadi lebih sempurna, yang secara otomatis menurunkan emisi gas buang dari cerobong-cerobong pabrik dan mesin-mesin berat industri.
Langkah Pertamina ini membuktikan bahwa transisi energi tidak harus mengorbankan performa. Sebaliknya, dengan sentuhan teknologi dan riset yang tepat, bahan bakar nabati hasil bumi sendiri bisa lebih unggul dibandingkan bahan bakar fosil murni dalam hal perlindungan mesin.
Biosolar B40 Performance adalah bukti nyata bahwa Indonesia telah siap naik kelas. Tidak hanya mampu memproduksi bahan bakar nabati dalam volume besar, kita juga telah mampu memformulasikan bahan bakar tersebut menjadi produk kelas dunia yang mampu menjawab tantangan teknis industri paling berat sekalipun.

