Dampak Ganda Pertamina SAF: Ubah Minyak Jelantah Jadi Rupiah dan Kurangi Emisi 84 Persen!

| Artikel
Bagikan Share on Facebook Share on Twitter Share on Whatsapp
Dampak Ganda Pertamina SAF: Ubah Minyak Jelantah Jadi Rupiah dan Kurangi Emisi 84 Persen! Sumber: Info Sawit

PT Pertamina (Persero) melalui pengembangan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) membuktikan bahwa solusi energi bersih dapat memberikan dampak ganda yang positif: menggerakkan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat sekaligus signifikan mengurangi emisi lingkungan di sektor penerbangan.

Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa pengembangan Pertamina SAF secara fundamental mendorong ekonomi sirkular karena melibatkan peran serta masyarakat luas dalam rantai pasok bahan baku.

Ekonomi Sirkular dari Dapur Rumah Tangga

Inti dari model bisnis SAF ini adalah pemanfaatan minyak jelantah (Used Cooking Oil/ UCO). Pertamina telah meluncurkan inisiatif UCollect, sebuah program yang secara aktif mengajak masyarakat menjadi bagian dari ekosistem energi bersih.

“Ekosistem Pertamina SAF akan mendorong peningkatan ekonomi sirkuler di masyarakat, karena masyarakat dapat terlibat sebagai pemasok untuk bahan baku Minyak Jelantah,” kata Fadjar.

Melalui program ini, masyarakat kini memiliki akses untuk menukarkan minyak jelantah rumah tangga mereka menjadi nilai tambah ekonomi. Pertamina telah menyediakan 35 titik UCollect Box yang tersebar di berbagai wilayah strategis. Termasuk Jakarta, Tangerang, Depok, Bandung, Semarang, Surabaya, Gresik, Bali, hingga Palembang. Lokasi lengkap pengumpulan tersedia melalui aplikasi MyPertamina atau tautan resmi Pertamina, memudahkan masyarakat berpartisipasi.

Selain dari sektor rumah tangga, Pertamina juga membangun kemitraan kolektif dengan sektor komersial, seperti hotel, restoran, dan kafe (HoReCa). Ini dilakukan untuk mengumpulkan UCO dalam skala besar. Peran serta publik yang masif ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi bahan bakar pesawat yang ramah lingkungan secara berkelanjutan.

Kontribusi Nyata SAF terhadap Pengurangan Emisi Lingkungan

Pengembangan Pertamina SAF ini adalah komitmen nyata dalam aksi iklim. Produk SAF ini terbukti berpotensi mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 84 persen jika dibandingkan dengan avtur konvensional (fosil).

Fadjar Djoko Santoso menegaskan bahwa manfaat pengurangan emisi ini sangat krusial dalam mendukung peta jalan transisi energi Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE).

“Ke depan, kapasitas produksi Pertamina SAF ini akan terus ditingkatkan, sehingga ekosistem SAF terus berkembang serta target pengurangan emisi bisa diakselerasi,” pungkas Fadjar.

Sebagai pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina secara konsisten mendukung target NZE 2060. Pertamina terus mendorong program yang berdampak langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Ini sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi perusahaan. SAF dari minyak jelantah adalah bukti nyata bahwa solusi lingkungan dapat sekaligus menjadi solusi ekonomi bagi masyarakat.