{"id":4392,"date":"2020-10-19T01:57:00","date_gmt":"2020-10-19T01:57:00","guid":{"rendered":"https:\/\/aprobi.or.id\/?p=4392"},"modified":"2021-05-27T03:58:06","modified_gmt":"2021-05-26T20:58:06","slug":"perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\/","title":{"rendered":"Perusahaan Jepang Ajak Pemkot Bogor Olah Minyak Jelantah"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><a href=\"http:\/\/Republika.co.id\">Republika.co.id<\/a> | Jum\u2019at,\n16 Oktober 2020<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Perusahaan Jepang Ajak Pemkot Bogor Olah Minyak Jelantah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapat tawaran kerja sama dari\nsebuah perusahaan swasta asal Jepang untuk pengolahan minyak jelantah (limbah\nminyak goreng). Nantinya, minyak jelantah akan diolah menjadi biodiesel sebagai\nzat aditif bahan bakar minyak (BBM). Tawaran tersebut disampaikan oleh\nperwakilan dari perusahaan swasta asal Jepang kepada Wakil Wali Kota Bogor,\nDedie A Rachim, di Balai Kota Bogor, Jumat (16\/10).&nbsp; Menurut Dedie, Kota\nBogor pernah memiliki pengalaman dalam memanfaatkan jelantah, yakni limbah\nminyak goreng menjadi bahan bakar minyak biodiesel. Jelantah dimanfaatkan untuk\nzat aditif BBM pada kendaraan Transpakuan, pada 12 tahun lalu. Namun,\nkendalanya adalah pasokan bahan baku minyak jelantah yang tidak stabil\njumlahnya sehingga proses produksinya juga tidak bisa berjalan stabil dan\nkonsisten. &#8220;Karena itu, pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel ini\ntidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah, sehingga perlu ada keterlibatan\nswasta,&#8221; katanya. Menurut Dedie, perusahaan swasta dari Jepang ini\nmenawarkan pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel untuk tambahan BBM\nyakni B30 sampai B100. Berdasarkan diskusi, keduanya menginginkan kepastian\nadanya pasokan minyak jelantah. &#8220;Kalau saat ini ada tawaran untuk\npengolahan minyak jelantah, maka potensi minyak jelantah ini akan diupayakan\nuntuk menaikkan nilai tambahnya,&#8221; katanya. Sementara itu, perwakilan dari\nperusahaan swasta asal Jepang, Cahyo, menyatakan, kehadiran mereka ke Balai\nKota Bogor adalah menawarkan proposal kerja sama untuk pengolahan limbah minyak\ngoreng menjadi biodiesel. Tawaran ini akan menjadi satu proyek percontohanuntuk\npengolahan biodiesel yang ramah lingkungan. &#8220;Kalo proyek percontohan ini berhasil,\nbisa menjadi percontohan bagi daerah lainnya,&#8221; katanya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/republika.co.id\/berita\/qiawis463\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Antaranews.com | Minggu, 18 Oktober 2020<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>PLTU Nagan Raya Aceh uji coba penggunaan cangkang sawit<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1-2 Nagan Raya, Aceh, mulai\nmenguji coba penggunaan cangkang kelapa sawit sebagai bahan bakar pembangkit\nguna menurunkan polusi udara. \u201cPenggunaan cangkang kelapa sawit ini bertujuan\nuntuk mengurangi emisi gas buang dan mewujudkan lingkungan sehat ( go green ),\u201d\nkata Manajer Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) PLTU 1-2 Nagan Raya, Aceh,\nHarmanto di Suka Makmue, Aceh, Minggu. Menurut dia, penggunaan cangkang sawit\nsebagai bahan baku pembakaran PLTU Nagan Raya tersebut juga merupakan bagian\nmenyukseskan program pemerintah terkait pemanfaatan energi baru dan terbarukan\n(EBT). Ia juga menjelaskan pemakaian cangkang kelapa sawit di dalam mesin\npembangkit PLTU tersebut bersamaan dengan batubara. \u201cIni kita uji coba dulu,\npenggunaan cangkangnya pada Sabtu (17\/10\/2020) kemarin sebanyak lima persen dan\nhari ini kita gunakan 10 persen, dari total pemakaian per jamnya,\u201d katanya.\nHarmanto juga mengatakan sejauh ini penggunaan cangkang kelapa sawit di\npembangkit listrik tersebut tidak mengalami kendala apa pun. Ia juga\nmengatakan, uji coba penggunaan cangkang kelapa sawit merupakan metode untuk\nmengurangi penggunaan batubara, yang menjadi sumber energi primer PLTU.\nSedangkan, cangkang kelapa sawit yang digunakan untuk pembangkit listrik\ntersebut, kata dia, diperoleh dari pabrik kelapa sawit yang ada di Kabupaten\nNagan Raya, Aceh. Apabila program tersebut berhasil, kata dia, maka akan mampu\nmengurangi batubara karena harganya yang mahal, sementara limbah cangkang\nkelapa sawit harganya terjangkau. \u201cUntuk tahap pertama ini, kita menggunakan\nbahan baku limbah cangkang kelapa sawit sebanyak 150 ton,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/www.antaranews.com\/berita\/1790369\/pltu-nagan-raya-aceh-uji-coba-penggunaan-cangkang-sawit\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Bisnis.com | Minggu, 18 Oktober 2020<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>PLN Targetkan Uji Coba Co-firing Biomassa di 30 Lokasi PLTU\nTahun Ini<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>PT PLN (Persero) menargetkan melakukan uji coba co-firing biomassa\npada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) miliknya di 30 lokasi hingga akhir\ntahun ini. Direktur Energi Primer PLN Rudy Hendra Prastowo mengatakan bahwa\nhingga saat ini perseroan telah melakukan uji coba co-firing biomassa di 16\nlokasi PLTU. &#8220;Akan terus bertambah dengan target sampai akhir tahun\nminimal 30 lokasi masuk ke tahap uji coba,&#8221; ujar Rudy dalam FGD Nasional\nCo-firing Biomassa pada PLTU secara virtual, Jumat (16\/10\/2020). Berikut ini\nbeberapa PLTU yang telah dilakukan uji coba co-firing biomassa :<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; PLTU Jeranjang (2&#215;25 MW) dengan pelet sampah<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; PLTU Paiton (2&#215;400 MW) pelet kayu<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; PLTU Rembang (2&#215;325 MW) pelet kayu<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; PLTU Indramayu (3x330MW) pelet kayu<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; PTLU Tenayan (2&#215;110 MW) dengan cangkang kelapa sawit<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; PLTU Ketapang (2&#215;10 MW) dengan cangkang kelapa sawit<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; PLTU Sanggau (2&#215;7 MW) dengan cangkang kelapa sawit<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; PLTU Belitung (2&#215;16,5 MW) dengan cangkang kelapa sawit<\/p>\n\n\n\n<p>g (2&#215;10 MW), PLTU Sanggau (2&#215;7 MW), dan PLTU Belitung (2&#215;16,5 MW)\ndengan cangkang kelapa sawit. Rudy menuturkan, program co-firing biomassa ini\nmerupakan langkah nyata PLN untuk mendukung pencapaian target bauran energi\nbaru terbarukan (EBT) 23 persen pada 2025. Dengan melakukan co-firing di 52\nlokasi PLTU perseroan diharapkan dapat membantu menaikkan bauran EBT sekitar 2\npersen. Selain keberlangsungan ketersediaan biomassa sebagai feedstock, imbuh\nRudy, kesiapan teknologi dan industri pengolah biomassa juga perlu didorong\nuntuk memastikan kebutuhan biomassa untuk co-firing terpenuhi dengan baik.\n&#8220;Saat ini, industri pengolahan biomassa menjadi bahan bakar campuran\nco-firing masih belum banyak. Untuk itu dorongan untuk menumbuhkembangkan\nindustri pengolahan biomassa untuk menjadi bahan bakar, termasuk industri\npembuat alat dan mesin pembuat biomassa sangat diperlukan,&#8221; katanya.\nSecara keseluruhan terdapat 114 unit PLTU milik PT PLN (Persero) yang\nberpotensi dapat dilakukan co-firing biomassa. Pembangkit tersebut tersebar di\n52 lokasi dengan total kapasitas 18.154 megawatt (MW). Direktur Bioenergi\nKementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Andriah Feby Misna mengatakan\nbahwa program co-firing biomassa pada PLTU merupakan upaya alternatif untuk\nbisa mengurangi pemakaian batu bara di PLTU dengan mensubtitusi sebagian batu\nbara dengan bahan bakar biomassa. &#8220;Upaya ini diharapkan dapat sekali\ndayung 2-3 pulau terlampaui, jadi tidak hanya EBT yang kita tingkatkan di 2025\nnanti. Harapan kami melalui program ini, kita juga bisa mengolah sampah menjadi\nenergi sehingga bisa membersihkan sampah-sampah yang ad,&#8221; kata Feby. Feby\njuga berharap program co-firing ini mampu membuka lapangan kerja dengan\nmendorong industri lokal untuk pengembangan biomassa, serta bisa meningkatkan\nkesejahteraan masyarakat. Untuk mendorong program co-firing ini, saat ini\nKementerian ESDM tengah mengajukan rencana penyusunan rancangan Standar Nasional\nIndonesia (SNI) bahan bakar jumputan padat (solid recovered fuel\/SRF) dan\npellet biomassa untuk pembangkit listrik kepada Badan Standardisasi Nasional\n(BSN). Standardisasi diperlukan mengingat bahan baku co-firing terdiri atas\nberbagai macam jenis, mulai dari sampah, limbah kayu, cangkang sawit, dan\nlain-lain. Ragamnya jenis bahan baku ini dapat mempengaruhi komposisi dan\nkarakter pellet biomassa.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/ekonomi.bisnis.com\/read\/20201018\/44\/1306593\/pln-targetkan-uji-coba-co-firing-biomassa-di-30-lokasi-pltu-tahun-ini\n<\/div><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Republika.co.id | Jum\u2019at, 16 Oktober 2020 Perusahaan Jepang Ajak Pemkot Bogor Olah Minyak Jelantah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapat tawaran kerja sama dari sebuah perusahaan swasta asal Jepang untuk pengolahan minyak jelantah (limbah minyak goreng). Nantinya, minyak jelantah akan diolah menjadi biodiesel sebagai zat aditif bahan bakar minyak (BBM). Tawaran tersebut disampaikan oleh perwakilan dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-4392","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Perusahaan Jepang Ajak Pemkot Bogor Olah Minyak Jelantah - APROBI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perusahaan Jepang Ajak Pemkot Bogor Olah Minyak Jelantah - APROBI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Republika.co.id | Jum\u2019at, 16 Oktober 2020 Perusahaan Jepang Ajak Pemkot Bogor Olah Minyak Jelantah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapat tawaran kerja sama dari sebuah perusahaan swasta asal Jepang untuk pengolahan minyak jelantah (limbah minyak goreng). Nantinya, minyak jelantah akan diolah menjadi biodiesel sebagai zat aditif bahan bakar minyak (BBM). Tawaran tersebut disampaikan oleh perwakilan dari [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"APROBI\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/Aprobi.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-10-19T01:57:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-05-26T20:58:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.aprobi.or.id\/wp-content\/uploads\/logo-aprobi-1600x800-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"aprobi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@aprobi_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@aprobi_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"aprobi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"aprobi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7af341811f64e6538bbcd2eda626e8df\"},\"headline\":\"Perusahaan Jepang Ajak Pemkot Bogor Olah Minyak Jelantah\",\"datePublished\":\"2020-10-19T01:57:00+00:00\",\"dateModified\":\"2021-05-26T20:58:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\\\/\"},\"wordCount\":983,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\\\/\",\"name\":\"Perusahaan Jepang Ajak Pemkot Bogor Olah Minyak Jelantah - APROBI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2020-10-19T01:57:00+00:00\",\"dateModified\":\"2021-05-26T20:58:06+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perusahaan Jepang Ajak Pemkot Bogor Olah Minyak Jelantah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"APROBI\",\"description\":\"Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"APROBI - Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/logo-aprobi-1600x800-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/logo-aprobi-1600x800-1.jpg\",\"width\":1600,\"height\":800,\"caption\":\"APROBI - Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/Aprobi.id\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/aprobi_id\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/aprobi.id\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UC9uG7ugbW0xZOJXd0Dtskiw\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7af341811f64e6538bbcd2eda626e8df\",\"name\":\"aprobi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/201d08b91a6e223b9b5c8437074d9dc298439a5d370961ed4aa90a6ac086e9f9?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/201d08b91a6e223b9b5c8437074d9dc298439a5d370961ed4aa90a6ac086e9f9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/201d08b91a6e223b9b5c8437074d9dc298439a5d370961ed4aa90a6ac086e9f9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"aprobi\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/author\\\/aprobi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perusahaan Jepang Ajak Pemkot Bogor Olah Minyak Jelantah - APROBI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Perusahaan Jepang Ajak Pemkot Bogor Olah Minyak Jelantah - APROBI","og_description":"Republika.co.id | Jum\u2019at, 16 Oktober 2020 Perusahaan Jepang Ajak Pemkot Bogor Olah Minyak Jelantah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapat tawaran kerja sama dari sebuah perusahaan swasta asal Jepang untuk pengolahan minyak jelantah (limbah minyak goreng). Nantinya, minyak jelantah akan diolah menjadi biodiesel sebagai zat aditif bahan bakar minyak (BBM). Tawaran tersebut disampaikan oleh perwakilan dari [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\/","og_site_name":"APROBI","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/Aprobi.id","article_published_time":"2020-10-19T01:57:00+00:00","article_modified_time":"2021-05-26T20:58:06+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":800,"url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/wp-content\/uploads\/logo-aprobi-1600x800-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"aprobi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@aprobi_id","twitter_site":"@aprobi_id","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"aprobi","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\/"},"author":{"name":"aprobi","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#\/schema\/person\/7af341811f64e6538bbcd2eda626e8df"},"headline":"Perusahaan Jepang Ajak Pemkot Bogor Olah Minyak Jelantah","datePublished":"2020-10-19T01:57:00+00:00","dateModified":"2021-05-26T20:58:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\/"},"wordCount":983,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#organization"},"articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\/","url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\/","name":"Perusahaan Jepang Ajak Pemkot Bogor Olah Minyak Jelantah - APROBI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#website"},"datePublished":"2020-10-19T01:57:00+00:00","dateModified":"2021-05-26T20:58:06+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/perusahaan-jepang-ajak-pemkot-bogor-olah-minyak-jelantah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perusahaan Jepang Ajak Pemkot Bogor Olah Minyak Jelantah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#website","url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/","name":"APROBI","description":"Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia","publisher":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#organization","name":"APROBI - Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia","url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/wp-content\/uploads\/logo-aprobi-1600x800-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/wp-content\/uploads\/logo-aprobi-1600x800-1.jpg","width":1600,"height":800,"caption":"APROBI - Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/Aprobi.id","https:\/\/x.com\/aprobi_id","https:\/\/www.instagram.com\/aprobi.id","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UC9uG7ugbW0xZOJXd0Dtskiw"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#\/schema\/person\/7af341811f64e6538bbcd2eda626e8df","name":"aprobi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/201d08b91a6e223b9b5c8437074d9dc298439a5d370961ed4aa90a6ac086e9f9?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/201d08b91a6e223b9b5c8437074d9dc298439a5d370961ed4aa90a6ac086e9f9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/201d08b91a6e223b9b5c8437074d9dc298439a5d370961ed4aa90a6ac086e9f9?s=96&d=mm&r=g","caption":"aprobi"},"url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/author\/aprobi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4392","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4392"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4392\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4886,"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4392\/revisions\/4886"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4392"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4392"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4392"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}