{"id":8010,"date":"2024-05-21T10:00:55","date_gmt":"2024-05-21T03:00:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/?p=8010"},"modified":"2024-05-22T19:29:11","modified_gmt":"2024-05-22T12:29:11","slug":"keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\/","title":{"rendered":"Keunggulan BBM RON 95 E5 Bioetanol"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan standar dan mutu baru untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin dengan Research Octane Number (RON) 95 yang dicampur dengan 5% bioetanol, dikenal sebagai BBM RON 95 E5 (Bioetanol). BBM jenis ini akan dipasarkan di dalam negeri sebagai salah satu inovasi dalam sektor energi terbarukan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu BBM RON 95 E5 Bioetanol?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">BBM RON 95 E5 (Bioetanol) adalah bahan bakar kendaraan bermotor yang terdiri dari campuran bensin dengan bioetanol. RON 95 mengindikasikan tingkat ketahanan terhadap detonasi atau ketukan pada mesin, sedangkan E5 menunjukkan bahwa bahan bakar tersebut mengandung 5% bioetanol. Bioetanol adalah etanol atau alkohol yang berasal dari bahan alami seperti tanaman pertanian, termasuk jagung, tebu, dan gandum.<\/span><\/p>\n<h2><b>Manfaat BBM RON 95 E5 Bioetanol<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan BBM RON 95 E5 (Bioetanol) menawarkan berbagai keuntungan dibandingkan bahan bakar konvensional yang berbasis fosil. Berikut adalah beberapa keunggulannya:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Ramah Lingkungan.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Bahan bakar ini berasal dari sumber terbarukan, seperti bioetanol yang dihasilkan dari biomassa. Penggunaan bioetanol membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, yang berkontribusi pada penurunan efek negatif terhadap lingkungan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Bioetanol membakar lebih bersih daripada bahan bakar fosil, menghasilkan emisi karbon dioksida (CO2) yang lebih rendah. Ini membantu mitigasi perubahan iklim dengan mengurangi jumlah gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Diversifikasi Sumber Energi.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang semakin menipis, BBM RON 95 E5 membantu diversifikasi sumber energi. Ini juga mendukung transisi menuju energi terbarukan yang lebih berkelanjutan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Dukungan terhadap Pertanian dan Ekonomi Lokal.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Produksi bioetanol membutuhkan bahan baku dari tanaman pertanian, seperti tebu dan jagung. Ini memberikan dukungan langsung kepada sektor pertanian dan meningkatkan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan petani.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Peningkatan Performa Mesin.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> BBM RON 95 E5 memiliki angka oktan yang lebih tinggi, yang berarti memberikan kinerja optimal bagi mesin kendaraan. Ini juga membantu menjaga suhu mesin tetap rendah, meningkatkan kenyamanan berkendara.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Lebih Ramah pada Mesin.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Bioetanol memiliki sifat pendinginan yang lebih baik dibandingkan bahan bakar fosil, sehingga membantu menjaga suhu mesin kendaraan tetap rendah dan meningkatkan kenyamanan berkendara.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Perbedaan BBM Bioetanol dengan Biodiesel<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">BBM Bioetanol dan biodiesel adalah dua jenis bahan bakar yang sering dianggap serupa karena keduanya berasal dari sumber terbarukan. Namun, ada beberapa perbedaan mendasar antara keduanya:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Sumber Bahan Baku:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Bioetanol dihasilkan dari fermentasi gula atau pati dalam tanaman seperti jagung, tebu, dan gandum. Biodiesel, di sisi lain, dibuat dari minyak nabati atau lemak hewani yang diolah melalui proses transesterifikasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Penggunaan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Bioetanol biasanya dicampur dengan bensin dan digunakan dalam mesin bensin, sedangkan biodiesel dicampur dengan diesel dan digunakan dalam mesin diesel.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Proses Produksi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Produksi bioetanol melibatkan fermentasi dan distilasi, sedangkan biodiesel diproduksi melalui reaksi kimia yang mengubah minyak nabati atau lemak hewani menjadi ester metil atau ester etil.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Keuntungan Penggunaan Bioetanol<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Conserve Energy Future, bioetanol memiliki beberapa keunggulan tambahan:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Lebih Hemat Biaya<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Bioetanol adalah sumber energi yang lebih murah karena hampir setiap negara dapat memproduksinya dari tanaman lokal. Ini mengurangi beban ekonomi terutama bagi negara berkembang yang tidak memiliki kapasitas untuk mengekstraksi bahan bakar fosil.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Ramah Lingkungan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Pembakaran bioetanol menghasilkan emisi yang lebih bersih dibandingkan dengan bahan bakar fosil, sehingga lebih sedikit mencemari lingkungan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Mengurangi Pemanasan Global:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Penggunaan bioetanol mengurangi emisi gas rumah kaca yang berkontribusi pada pemanasan global, seperti CO2, yang dilepaskan dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan bahan bakar fosil.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Mudah Diakses:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Bioetanol mudah diakses oleh banyak negara karena bahan bakunya, seperti tebu dan jagung, tumbuh di banyak tempat. Ini membuat produksi dan distribusinya lebih mudah dibandingkan bahan bakar fosil.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan berbagai keuntungan tersebut, BBM RON 95 E5 Bioetanol merupakan langkah maju dalam upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan standar dan mutu baru untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin dengan Research Octane Number (RON) 95 yang dicampur dengan 5% bioetanol, dikenal sebagai BBM RON 95 E5 (Bioetanol). BBM jenis ini akan dipasarkan di dalam negeri sebagai salah satu inovasi dalam sektor energi terbarukan. Apa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8012,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-8010","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Keunggulan BBM RON 95 E5 Bioetanol - APROBI<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"BBM RON 95 E5 Bioetanol merupakan upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.aprobi.or.id\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Keunggulan BBM RON 95 E5 Bioetanol - APROBI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BBM RON 95 E5 Bioetanol merupakan upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.aprobi.or.id\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"APROBI\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/Aprobi.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-21T03:00:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-05-22T12:29:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.aprobi.or.id\/wp-content\/uploads\/tirto-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"aprobi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@aprobi_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@aprobi_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"aprobi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"aprobi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7af341811f64e6538bbcd2eda626e8df\"},\"headline\":\"Keunggulan BBM RON 95 E5 Bioetanol\",\"datePublished\":\"2024-05-21T03:00:55+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-22T12:29:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\\\/\"},\"wordCount\":597,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/tirto-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\\\/\",\"name\":\"Keunggulan BBM RON 95 E5 Bioetanol - APROBI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/tirto-1.jpg\",\"datePublished\":\"2024-05-21T03:00:55+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-22T12:29:11+00:00\",\"description\":\"BBM RON 95 E5 Bioetanol merupakan upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/tirto-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/tirto-1.jpg\",\"width\":1024,\"height\":576,\"caption\":\"Keunggulan BBM RON 95 E5 Bioetanol. Sumber: Tirto ID\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Keunggulan BBM RON 95 E5 Bioetanol\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"APROBI\",\"description\":\"Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"APROBI - Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/logo-aprobi-1600x800-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/logo-aprobi-1600x800-1.jpg\",\"width\":1600,\"height\":800,\"caption\":\"APROBI - Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/Aprobi.id\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/aprobi_id\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/aprobi.id\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UC9uG7ugbW0xZOJXd0Dtskiw\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7af341811f64e6538bbcd2eda626e8df\",\"name\":\"aprobi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/201d08b91a6e223b9b5c8437074d9dc298439a5d370961ed4aa90a6ac086e9f9?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/201d08b91a6e223b9b5c8437074d9dc298439a5d370961ed4aa90a6ac086e9f9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/201d08b91a6e223b9b5c8437074d9dc298439a5d370961ed4aa90a6ac086e9f9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"aprobi\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/author\\\/aprobi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Keunggulan BBM RON 95 E5 Bioetanol - APROBI","description":"BBM RON 95 E5 Bioetanol merupakan upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Keunggulan BBM RON 95 E5 Bioetanol - APROBI","og_description":"BBM RON 95 E5 Bioetanol merupakan upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.","og_url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\/","og_site_name":"APROBI","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/Aprobi.id","article_published_time":"2024-05-21T03:00:55+00:00","article_modified_time":"2024-05-22T12:29:11+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":576,"url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/wp-content\/uploads\/tirto-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"aprobi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@aprobi_id","twitter_site":"@aprobi_id","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"aprobi","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\/"},"author":{"name":"aprobi","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#\/schema\/person\/7af341811f64e6538bbcd2eda626e8df"},"headline":"Keunggulan BBM RON 95 E5 Bioetanol","datePublished":"2024-05-21T03:00:55+00:00","dateModified":"2024-05-22T12:29:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\/"},"wordCount":597,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/wp-content\/uploads\/tirto-1.jpg","articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\/","url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\/","name":"Keunggulan BBM RON 95 E5 Bioetanol - APROBI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/wp-content\/uploads\/tirto-1.jpg","datePublished":"2024-05-21T03:00:55+00:00","dateModified":"2024-05-22T12:29:11+00:00","description":"BBM RON 95 E5 Bioetanol merupakan upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.aprobi.or.id\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/wp-content\/uploads\/tirto-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/wp-content\/uploads\/tirto-1.jpg","width":1024,"height":576,"caption":"Keunggulan BBM RON 95 E5 Bioetanol. Sumber: Tirto ID"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/keunggulan-bbm-ron-95-e5-bioetanol\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Keunggulan BBM RON 95 E5 Bioetanol"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#website","url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/","name":"APROBI","description":"Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia","publisher":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#organization","name":"APROBI - Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia","url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/wp-content\/uploads\/logo-aprobi-1600x800-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/wp-content\/uploads\/logo-aprobi-1600x800-1.jpg","width":1600,"height":800,"caption":"APROBI - Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/Aprobi.id","https:\/\/x.com\/aprobi_id","https:\/\/www.instagram.com\/aprobi.id","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UC9uG7ugbW0xZOJXd0Dtskiw"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#\/schema\/person\/7af341811f64e6538bbcd2eda626e8df","name":"aprobi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/201d08b91a6e223b9b5c8437074d9dc298439a5d370961ed4aa90a6ac086e9f9?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/201d08b91a6e223b9b5c8437074d9dc298439a5d370961ed4aa90a6ac086e9f9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/201d08b91a6e223b9b5c8437074d9dc298439a5d370961ed4aa90a6ac086e9f9?s=96&d=mm&r=g","caption":"aprobi"},"url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/author\/aprobi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8010","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8010"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8010\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8013,"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8010\/revisions\/8013"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8012"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8010"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8010"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8010"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}