{"id":8836,"date":"2026-01-10T10:00:37","date_gmt":"2026-01-10T03:00:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/?p=8836"},"modified":"2026-02-02T14:15:01","modified_gmt":"2026-02-02T07:15:01","slug":"bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\/","title":{"rendered":"Bagaimana Indonesia Jadi Pionir Biodiesel Sawit Melalui B40"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia tidak hanya sedang melakukan transisi energi; Indonesia sedang memimpinnya. Dalam kancah global, nama Indonesia kini menjadi rujukan utama bagi negara-negara yang ingin melepaskan ketergantungan pada bahan bakar fosil melalui pengembangan bahan bakar nabati. Penegasan ini mengemuka dalam ajang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">2nd Indonesia Palm Oil Research and Innovation Conference and Expo<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (IPORICE) 2025, di mana Dr. Ir. Soni Solistia Wirawan, M.Eng, peneliti senior dari Pusat Riset Teknologi Bahan Bakar BRIN, memaparkan bagaimana riset mendalam menjadi fondasi utama keberhasilan biodiesel tanah air.<\/span><\/p>\n<h2><b>Keunggulan dan Karakteristik Teknis yang Terus Disempurnakan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pakar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Soni menekankan bahwa biodiesel berbasis sawit memiliki keunggulan komparatif yang signifikan. Selain statusnya sebagai sumber energi terbarukan yang mampu menekan emisi karbon secara drastis, biodiesel memiliki sifat pelumasan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lubricity<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang lebih baik daripada solar fosil. Hal ini membantu memperpanjang umur komponen mesin. Selain itu, kandungan sulfur yang sangat rendah menjadikannya bahan bakar yang jauh lebih ramah lingkungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, perjalanan menuju bahan bakar yang sempurna tidaklah instan. Soni mengungkapkan bahwa BRIN terus melakukan riset intensif terhadap beberapa karakteristik teknis biodiesel agar tetap optimal saat digunakan oleh masyarakat luas. Beberapa parameter tersebut antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hygroscopic (Higroskopis): Kemampuan bahan bakar menyerap air dari udara yang harus dikendalikan agar tidak memicu korosi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oxidation Stability: Menjaga agar bahan bakar tetap stabil dan tidak mudah teroksidasi selama penyimpanan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Solidification: Memastikan biodiesel tidak membeku atau mengental saat kendaraan berada di suhu rendah atau daerah pegunungan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Solvency: Sifat deterjen biodiesel yang mampu membersihkan endapan di mesin, namun perlu diawasi agar tidak merusak segel (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">seal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang tidak kompatibel.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>B40: Bukti Nyata Kepemimpinan Dunia<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak tahun 2020, Indonesia telah menancapkan standar baru dengan implementasi B40\u2014sebuah tingkat campuran biodiesel yang belum mampu dicapai oleh negara lain manapun. Pencapaian ini membuat Indonesia menjadi laboratorium hidup bagi dunia internasional. Soni menjelaskan bahwa keberhasilan B40 bukan sekadar tentang mencampur bahan bakar, tetapi melibatkan serangkaian pengujian lapangan yang sangat ketat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">BRIN secara rutin melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">road test<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang melibatkan armada kendaraan menempuh jarak hingga 500 kilometer per hari. Setelah mencapai target jarak tertentu, mesin kendaraan tersebut dibongkar secara total (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">teardown<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) untuk diperiksa secara detail. Para peneliti melihat apakah muncul kerak karbon pada injektor, bagaimana kondisi ruang bakar, hingga mengevaluasi apakah ada komponen yang mengalami keausan dini. Transparansi data riset inilah yang membangun kepercayaan bahwa biodiesel aman bagi mesin kendaraan modern.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tiga Faktor Kunci Menuju B50 dan Seterusnya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menatap masa depan menuju B50, Soni menggarisbawahi tiga faktor krusial yang harus berjalan beriringan. Tiga hal tersebut yakni arga bahan baku, efisiensi proses produksi, dan efektivitas distribusi. Tanpa efisiensi di ketiga lini ini, biodiesel akan sulit bersaing secara ekonomi dengan bahan bakar fosil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Riset yang dilakukan BRIN saat ini diarahkan untuk menekan biaya operasional produksi tanpa sedikit pun menurunkan kualitas. Soni mengingatkan bahwa setiap kenaikan level campuran\u2014misalnya dari B40 menuju B50\u2014membutuhkan tahapan riset yang lebih kompleks. &#8220;Semakin tinggi levelnya, semakin banyak perbaikan yang perlu dilakukan. Produk inovasi harus lebih baik dari yang sudah ada, baik dari segi kualitas maupun nilai ekonomisnya,&#8221; tegasnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Menjaga Standar dan Kontinuitas Masa Depan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk memastikan program biodiesel berjalan sukses secara nasional, Soni menekankan pentingnya menjaga rantai pasok yang homogen dan akurat. Metode pengujian laboratorium harus tersertifikasi, dan monitoring kualitas di titik-titik penyimpanan harus dilakukan secara berkala. Hal ini krusial untuk memastikan bahwa bahan bakar yang sampai ke tangki kendaraan masyarakat memiliki kualitas yang sama dengan saat diuji di laboratorium BRIN.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Optimisme Soni menutup diskusi tersebut dengan sebuah pesan kuat: Indonesia sudah membuktikan kemampuannya melalui B40. Dengan inovasi yang konsisten dan dukungan riset yang kuat, langkah menuju level biodiesel yang lebih tinggi bukan lagi sebuah mimpi. Melainkan target yang sangat realistis untuk dicapai demi kemandirian energi nasional.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia tidak hanya sedang melakukan transisi energi; Indonesia sedang memimpinnya. Dalam kancah global, nama Indonesia kini menjadi rujukan utama bagi negara-negara yang ingin melepaskan ketergantungan pada bahan bakar fosil melalui pengembangan bahan bakar nabati. Penegasan ini mengemuka dalam ajang 2nd Indonesia Palm Oil Research and Innovation Conference and Expo (IPORICE) 2025, di mana Dr. Ir. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8837,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[49,39],"class_list":["post-8836","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","tag-b40","tag-biodiesel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bagaimana Indonesia Jadi Pionir Biodiesel Sawit Melalui B40 - APROBI<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Indonesia sudah membuktikan kemampuannya melalui B40. Dengan inovasi yang konsisten demi kemandirian energi nasional.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.aprobi.or.id\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana Indonesia Jadi Pionir Biodiesel Sawit Melalui B40 - APROBI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Indonesia sudah membuktikan kemampuannya melalui B40. Dengan inovasi yang konsisten demi kemandirian energi nasional.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.aprobi.or.id\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"APROBI\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/Aprobi.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-10T03:00:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-02T07:15:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.aprobi.or.id\/wp-content\/uploads\/Bagaimana-Indonesia-Jadi-Pionir-Biodiesel-Sawit-Melalui-B40-Sumber-Kementerian-ESDM.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1440\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1538\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"aprobi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@aprobi_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@aprobi_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"aprobi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"aprobi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7af341811f64e6538bbcd2eda626e8df\"},\"headline\":\"Bagaimana Indonesia Jadi Pionir Biodiesel Sawit Melalui B40\",\"datePublished\":\"2026-01-10T03:00:37+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-02T07:15:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\\\/\"},\"wordCount\":1218,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Bagaimana-Indonesia-Jadi-Pionir-Biodiesel-Sawit-Melalui-B40-Sumber-Kementerian-ESDM.jpg\",\"keywords\":[\"b40\",\"Biodiesel\"],\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\\\/\",\"name\":\"[:en]How Indonesia Became a Palm Biodiesel Pioneer Through B40[:id]Bagaimana Indonesia Jadi Pionir Biodiesel Sawit Melalui B40[:] - APROBI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Bagaimana-Indonesia-Jadi-Pionir-Biodiesel-Sawit-Melalui-B40-Sumber-Kementerian-ESDM.jpg\",\"datePublished\":\"2026-01-10T03:00:37+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-02T07:15:01+00:00\",\"description\":\"Indonesia sudah membuktikan kemampuannya melalui B40. Dengan inovasi yang konsisten demi kemandirian energi nasional.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Bagaimana-Indonesia-Jadi-Pionir-Biodiesel-Sawit-Melalui-B40-Sumber-Kementerian-ESDM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Bagaimana-Indonesia-Jadi-Pionir-Biodiesel-Sawit-Melalui-B40-Sumber-Kementerian-ESDM.jpg\",\"width\":1440,\"height\":1538,\"caption\":\"Bagaimana Indonesia Jadi Pionir Biodiesel Sawit Melalui B40 - Sumber: Kementerian ESDM\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"How Indonesia Became a Palm Biodiesel Pioneer Through B40\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"APROBI\",\"description\":\"Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"APROBI - Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/logo-aprobi-1600x800-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/logo-aprobi-1600x800-1.jpg\",\"width\":1600,\"height\":800,\"caption\":\"APROBI - Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/Aprobi.id\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/aprobi_id\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/aprobi.id\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UC9uG7ugbW0xZOJXd0Dtskiw\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7af341811f64e6538bbcd2eda626e8df\",\"name\":\"aprobi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/201d08b91a6e223b9b5c8437074d9dc298439a5d370961ed4aa90a6ac086e9f9?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/201d08b91a6e223b9b5c8437074d9dc298439a5d370961ed4aa90a6ac086e9f9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/201d08b91a6e223b9b5c8437074d9dc298439a5d370961ed4aa90a6ac086e9f9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"aprobi\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.aprobi.or.id\\\/id\\\/author\\\/aprobi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana Indonesia Jadi Pionir Biodiesel Sawit Melalui B40 - APROBI","description":"Indonesia sudah membuktikan kemampuannya melalui B40. Dengan inovasi yang konsisten demi kemandirian energi nasional.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bagaimana Indonesia Jadi Pionir Biodiesel Sawit Melalui B40 - APROBI","og_description":"Indonesia sudah membuktikan kemampuannya melalui B40. Dengan inovasi yang konsisten demi kemandirian energi nasional.","og_url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\/","og_site_name":"APROBI","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/Aprobi.id","article_published_time":"2026-01-10T03:00:37+00:00","article_modified_time":"2026-02-02T07:15:01+00:00","og_image":[{"width":1440,"height":1538,"url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/wp-content\/uploads\/Bagaimana-Indonesia-Jadi-Pionir-Biodiesel-Sawit-Melalui-B40-Sumber-Kementerian-ESDM.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"aprobi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@aprobi_id","twitter_site":"@aprobi_id","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"aprobi","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\/"},"author":{"name":"aprobi","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#\/schema\/person\/7af341811f64e6538bbcd2eda626e8df"},"headline":"Bagaimana Indonesia Jadi Pionir Biodiesel Sawit Melalui B40","datePublished":"2026-01-10T03:00:37+00:00","dateModified":"2026-02-02T07:15:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\/"},"wordCount":1218,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/wp-content\/uploads\/Bagaimana-Indonesia-Jadi-Pionir-Biodiesel-Sawit-Melalui-B40-Sumber-Kementerian-ESDM.jpg","keywords":["b40","Biodiesel"],"articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\/","url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\/","name":"[:en]How Indonesia Became a Palm Biodiesel Pioneer Through B40[:id]Bagaimana Indonesia Jadi Pionir Biodiesel Sawit Melalui B40[:] - APROBI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/wp-content\/uploads\/Bagaimana-Indonesia-Jadi-Pionir-Biodiesel-Sawit-Melalui-B40-Sumber-Kementerian-ESDM.jpg","datePublished":"2026-01-10T03:00:37+00:00","dateModified":"2026-02-02T07:15:01+00:00","description":"Indonesia sudah membuktikan kemampuannya melalui B40. Dengan inovasi yang konsisten demi kemandirian energi nasional.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.aprobi.or.id\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/wp-content\/uploads\/Bagaimana-Indonesia-Jadi-Pionir-Biodiesel-Sawit-Melalui-B40-Sumber-Kementerian-ESDM.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/wp-content\/uploads\/Bagaimana-Indonesia-Jadi-Pionir-Biodiesel-Sawit-Melalui-B40-Sumber-Kementerian-ESDM.jpg","width":1440,"height":1538,"caption":"Bagaimana Indonesia Jadi Pionir Biodiesel Sawit Melalui B40 - Sumber: Kementerian ESDM"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/bagaimana-indonesia-jadi-pionir-biodiesel-sawit-melalui-b40\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"How Indonesia Became a Palm Biodiesel Pioneer Through B40"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#website","url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/","name":"APROBI","description":"Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia","publisher":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#organization","name":"APROBI - Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia","url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/wp-content\/uploads\/logo-aprobi-1600x800-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/wp-content\/uploads\/logo-aprobi-1600x800-1.jpg","width":1600,"height":800,"caption":"APROBI - Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/Aprobi.id","https:\/\/x.com\/aprobi_id","https:\/\/www.instagram.com\/aprobi.id","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UC9uG7ugbW0xZOJXd0Dtskiw"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/#\/schema\/person\/7af341811f64e6538bbcd2eda626e8df","name":"aprobi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/201d08b91a6e223b9b5c8437074d9dc298439a5d370961ed4aa90a6ac086e9f9?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/201d08b91a6e223b9b5c8437074d9dc298439a5d370961ed4aa90a6ac086e9f9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/201d08b91a6e223b9b5c8437074d9dc298439a5d370961ed4aa90a6ac086e9f9?s=96&d=mm&r=g","caption":"aprobi"},"url":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/author\/aprobi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8836","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8836"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8836\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8868,"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8836\/revisions\/8868"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8837"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8836"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8836"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8836"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}