Kolaborasi Strategis PT Pertamina Trans Kontinental dan APROBI

| Articles
Share Share on Facebook Share on Twitter Share on Whatsapp
Kolaborasi Strategis PT Pertamina Trans Kontinental dan APROBI. Sumber. Marketing.co.id

Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penggunaan bahan bakar nabati yang lebih ramah lingkungan, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) telah menjalin kerjasama strategis dengan 22 perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI). Kerjasama ini mencakup penyewaan kapal dan pengelolaan Ship to Ship (STS) untuk mendistribusikan fatty acid methyl ester (FAME), yang merupakan bahan bakar nabati.

Penandatanganan perjanjian ini dilakukan secara simbolis oleh Direktur Pemasaran PTK, Andy Arvianto, bersama perwakilan APROBI, Ernest Gunawan yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal APROBI dan Kuasa Direksi PT Musim Mas, serta Rowan Arifin, Direktur Utama PT Energi Unggul Persada. Acara ini berlangsung di Kantor Pusat PTK, Jakarta Utara, pada 22 Mei 2024. Penandatanganan disaksikan oleh sejumlah pihak terkait, termasuk Direktur Utama PTK, I Ketut Laba, serta perwakilan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Direktur Utama PTK, I Ketut Laba, mengungkapkan bahwa kerjasama ini adalah bagian dari komitmen PTK untuk mendukung transisi energi yang diinisiasi oleh pemerintah. Laba juga menegaskan pentingnya menjaga standar keamanan dan lingkungan dalam setiap operasi yang dilakukan oleh PT Pertamina Trans Kontinental (PTK).

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK): Mendukung Implementasi Program B35

Kerjasama ini merupakan langkah konkret dalam mendukung implementasi program B35. Tujuannya untuk meningkatkan penggunaan bahan bakar nabati dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Program B35 memiliki dampak signifikan, terutama di Kalimantan Timur, di mana biodiesel B35 akan menjadi bagian penting dari bauran energi.

Ernest Gunawan dari APROBI menyatakan optimisme terhadap sinergi antara produsen biofuel dan sektor logistik. Menurutnya, kerjasama ini sangat penting untuk memperkuat rantai pasok biodiesel nasional dan memastikan distribusi yang efisien. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan distribusi biodiesel dapat berjalan lebih lancar, mendukung pembangunan berkelanjutan dan ketahanan energi nasional.

Peningkatan Infrastruktur dan Fasilitas Penyimpanan

Selain aspek distribusi, kerjasama ini juga mencakup peningkatan kapasitas infrastruktur dan fasilitas penyimpanan biodiesel di pelabuhan-pelabuhan utama. Fajar Wahyudi, perwakilan dari BPDPKS, mengungkapkan bahwa dengan dukungan dari berbagai pihak, distribusi biodiesel akan semakin optimal. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan berkelanjutan dan ketahanan energi di Indonesia.

Masa Depan Energi Ramah Lingkungan di Indonesia

Dengan adanya langkah-langkah strategis seperti ini, Indonesia diharapkan dapat terus maju dalam implementasi energi ramah lingkungan. Kerjasama antara PTK dan APROBI menunjukkan komitmen yang kuat untuk menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Inisiatif ini tidak hanya mendukung kebijakan pemerintah, tetapi juga membuka jalan bagi inovasi dan pengembangan lebih lanjut dalam industri biofuel nasional.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, produsen biofuel, dan sektor logistik, sangat penting untuk mencapai tujuan ini. Dengan sinergi yang baik, Indonesia bisa menjadi pionir dalam penggunaan bahan bakar nabati yang ramah lingkungan. Tentunya memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

Keseluruhan upaya ini mencerminkan dedikasi APROBI dan PTK dalam mendukung transisi energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk masa depan energi yang lebih hijau dan aman.