Mangrove Indonesia Berkontribusi Bagi Dunia

| News
Share Share on Facebook Share on Twitter Share on Whatsapp

Sawitindonesia.com | Selasa, 22 Agustus 2023

Mangrove Indonesia Berkontribusi Bagi Dunia

“Kami akan sinergikan kegiatan ini dengan pemberdayaan masyarakat, mungkin nanti ada program CSR lain dari yang dapat mendampingi perberdayaan masyarakat,” ujar Fatma. Pemerintah menyambut baik lanjutan program penanaman mangrove yang dilakukan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang berdampak positif pada ekonomi, sosial dan lingkungan bagi masyarakat setempat. Hal itu diungkapkan Analis Kebijakan Ahli Madya Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan (PLK), Kemenko Marves, Fatma Puspitasari saat mengikuti kegiatan monitoring dan evaluasi program penanaman mangrove tahap dua yang dilakukakan GAPKI, pada Sabtu (24 Juni 2023), di Desa Sabuai, Kecamatan Kumai – Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Dijelaskan Fatma, bahwa pihaknya sejak tahun lalu telah menginisiasi program dalam rangka kerjasama pemulihan lingkungan khususnya rehabilitasi mangrove bersama kementerian, asosiasi, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) serta perusahaan swasta. “Pada 2021 Kemenko Marves menginisiasi kerjasama pemulihan lingkungan khususnya rehabilitasi mangrove dengan Kementerian (KKP dan KLHK), Asosiasi (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit/GAPKI, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia/APHI, dan Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia/ APROBI), BUMN (Pelindo dan Bukit Asam), dan perusahaan swasta. Jadi memang fokus kegiatannya rehabilitasi mangrove,” jelasnya. “Tetapi pada perkembangannya setelah mendengarkan paparan dari Kepala Desa Sabuai, terkait program penanaman mangrove, ternyata ada hal lain yang membutuhkan intervensi teknis. Maksudnya kalau kita menanam mangrove saja, tetapi tidak merehabilitasi lokasi dengan tidak menambahkan pemecah ombak, tanaman (mangrove) yang baru ditanamakan terbawa air, jika terjadi banjir,” tambah Fatma. Menanggapi hal tersebut, ia mengatakan pihaknya akan memperluas kerjasama tidak hanya pada penanaman mangrove saja, melainkan akan dikembangkan/diperluas dengan pihak lain. Karena ada dorongan kebutuhan intervensi teknis (dibutuhkan pemecah ombak), maka kami perluas kerjasamanya dengan PLN. “Kami contohnya ada di wilayah Jawa Tengah, sudah dikembangkan alat pemecah ombak darifly ash and bottom ash (FABA)/sisa pembakaran batubara. Mungkin, untuk di Desa Sabuai ini yang ternyata juga sudah terjadi abrasi., bisa sinergikan program CSR dari PLN, dan nantinya bisa bisa dikembangkan di daerah lain, karena sudah punya pengalaman di Jawa Tengah (lintasan Pantura) yang sudah terdampak abrasi,” imbuh Fatma. Selanjutnya, Fatma kembali menegaskan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan penanaman Magrove yang diinisiasi GAPKI. “Kami akan sinergikan kegiatan ini dengan pemberdayaan masyarakat, mungkin nanti ada program CSR lain dari yang dapat mendampingi perberdayaan masyarakat.Sekali lagi, kami sampaikan terima kasih pada GAPKI, ke depan kerjasama ini akan lebih baik dan akan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya mengakhiri sambutan. Bak gayung bersambut, terkait program penanaman mangrove yang dilakukan GAPKI di Desa Sabuai. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) juga memiliki komitmen kuat dalam rangka pengembangan mangrove yang berkelanjutan sesuai dengan Peta Mangrove Nasional yang telah dicanangkan pemerintah.

https://sawitindonesia.com/mangrove-indonesia-berkontribusi-bagi-dunia/

 

BERITA BIOFUEL

 

Investor Daily Indonesia | Selasa, 22 Agustus 2023

Duo Avanza-Veloz Sumbang Penjualan Toyota di GIIAS 2023

Dengan semangat Mobility for All, komitmen PT Toyota-Astra Motor (TAM) berhasil membukukan total 5.796 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sepanjang gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023. Dua generasi terbaru Avanza – Veloz menjadi primadona pada pameran otomotif tersebut. Duo generasi terbaru Avanza – Veloz memimpin penjualan dengan SPK 1.213 unit (20,9%). Sementara di tempat kedua, All New Kijang Innnova Zenix 823 unit (14,2%) dengan komposisi varian hybrid mencapai diatas 80%, kemudian dilanjutkan oleh model low cost green car Calya 816 unit (14,1%) dan AU New Agya 648 unit (11,2%). Serta produk terbaru All New Alphard 382 unit (6,6%). Vice President PT. Toyota-Astra Motor (TAM) Henry Tanoto mengucapkan rasa terima kasih atas kepercayaan pengunjung GIIAS 2023 yang telah menjadikan Toyota sebagai kendaraan pilihannya di event GIIAS 2023. Dia mengatakan, semangat Toyota untuk menghadirkan beragam carbon neutral mobility solution dengan membawa formasi lengkap Electrified Vehicle (xEV) di GIIAS 2023, ternyata hasilnya melampaui ekspektasi dan berkontribusi besar pada penjualan. Ini membuktikan bahwa kendaraan ini semakin dikenal dan diminati masyarakat. “Melihat kepercayaan dan antusiasme pelanggan yang tinggi, kami berharap perekonomian nasional dan industri otomotif akan tumbuh semakin kuat ke depannya, sekaligus mempercepat langkah menuju masyarakat netralitas karbon,” kata Henry dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (21/8/2023). Melalui strategi Multi Pathway, Toyota memperkenalkan berbagai teknologi elektrifikasi yang leng- kap kepada masyarakat Indonesia, mulai dari Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV). Disertai oleh program promo yang sesuai kebutuhan pelanggan, varian xEV mendominasi komposisi penjualan pada model-model yang memiliki opsi tipe dengan teknologi elektrifikasi. Seperti All New Kijang Innova Zenix Hybrid mencatat SPK sebanyak 658 unit dengan komposisi 80% dibandingkan total penjualan model ini, All New Alphard Hybrid 305 unit dengan komposisi 80%, All New Yaris Cross Hybrid 222 unit dengan komposisi 80%, Toyota BZ4X 5 unit, dan RAV4 PHEV GR Sport 3 unit, dengan total SPK xEV Toyota sebanyak 1.255 unit atau 22% dari seluruh penjualan Toyota selama pameran GIIAS 2023 berlangsung. Angka ini naik signifikan lebih dari 10 kali lipat dibanding GIIAS tahun lalu di angka 114 unit. Toyota juga melakukan pengembangan Flex-Fuel Technology untuk kendaraan Toyota dengan mesin pembakaran internal (ICE) yang saat ini masih menjadi pilihan utama masyarakat. Corolla Cross Hybrid bersama Fortuner yang sudah 100% kompatibel dengan bahan bakar bioetanol (E100), mengundang perhatian pengunjung main booth Toyota, bersama concept car Corolla Cross yang sanggup menggunakan BBM hidrogen murni (H2). Semua model ICE terbaru telah dirancang supaya dapat memakai bahan bakar bioetanol (E10) dengan mudah tanpa perubahan apapun. Secara berkelanjutan, Toyota mengajak pelanggan untuk memberikan kontribusi lebih besar guna mengurangi pemakaian bahan bakar fosil dan menekan emisi karbon dalam mobilitas sehari-hari.

 

CNBCIndonesia.com | Selasa, 22 Agustus 2023

BBM Jadi Sumber Polusi Udara Jakarta? Ini Kata Pertamina

PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading Pertamina, turut buka suara terkait emisi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disebut sebagai kontributor utama pencemar emisi karbon yang berdampak pada polusi udara di DKI Jakarta dan sekitarnya. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, Pertamina telah melakukan sejumlah upaya untuk menekan emisi karbon bahan bakar kendaraan bermotor. Bahkan, lanjutnya, pihaknya juga sudah mengajak Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan aksi nyata, yakni dengan menggelar uji emisi gratis bagi masyarakat di ajang GIIAS 2023. Dia mengatakan, langkah uji emisi diambil sebagai bentuk kepedulian Pertamina terhadap kesehatan emisi kendaraan masyarakat, mengingat emisi gas buang kendaraan menjadi salah satu faktor penyumbang polutan udara. “Atas hal tersebut, kami lakukan uji emisi gratis bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup. Caranya pun mudah, hanya perlu booking slot uji emisi menggunakan aplikasi MyPertamina dan langsung datang ke parkiran GIIAS. Hasil ujinya resmi diverifikasi dari Dinas Lingkungan Hidup,” jelas Irto, dikutip Senin (21/8/2023). Irto berharap, melalui hasil uji emisi ini, akan memunculkan kesadaran masyarakat untuk merawat, serta bijak menggunakan bahan bakar bagi kendaraannya. Pasalnya, penggunaan BBM yang tepat dan lebih ramah lingkungan dengan sulfur rendah akan mempengaruhi emisi gas buang kendaraan. Oleh sebab itu, Pertamina Patra Niaga menawarkan Pertamax Turbo dan Perta Dex, produk dengan sulfur terendah di bawah 50 ppm atau setara EURO 4. “Lalu ada juga Pertamax dan Dexlite yang juga rendah sulfurnya, serta terakhir Pertamax Green 95 dengan bauran energi terbarukan, emisi yang dihasilkan juga rendah dan lebih ramah lingkungan,” katanya. Di sisi lain, upaya Pertamina menggenjot energi bersih di sisi hulu maupun midstream juga terus dilakukan. Salah satunya, dengan mendorong penggunaan campuran Bahan Bakar Nabati (BBN) yakni biodiesel. Setidaknya, selama kurun waktu 7 tahun terakhir, tingkat pencampuran biodiesel terus ditingkatkan, sejak Februari 2023 baurannya ditetapkan sebesar 35% atau B35. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut implementasi biodiesel sangat berdampak positif. Pada tahun 2022 misalnya, penyaluran 10,5 juta kilo liter (kl) B30 atau bauran nabati sebesar 30% telah berdampak positif terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca sekitar 27,8 juta ton CO2. Selain itu, penggunaan B30 juga berdampak pada penghematan devisa negara hingga US$ 8,34 Miliar dan penyerapan tenaga kerja lebih dari 1,3 juta orang. “Kita tingkatkan mandatori biodiesel dan ini sebagai substitusi bahan bakar Solar yang digunakan di mesin diesel, dan juga membawa Indonesia dengan energi yang ramah lingkungan,” ungkap Airlangga saat menyampaikan keynote speech dalam acara Implementasi Mandatori Biodiesel B35 (31/01/2023). Berkaca dari implementasi B30, B35 diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca. Adapun penggunaan B35 diproyeksikan dapat mengurangi hingga 34,9 juta ton CO2 dari perkiraan penyerapan B35 sebesar 13,15 juta kl. Sebelumnya, mengutip paparan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, terkait peningkatan kualitas udara Jabodetabek, yang disampaikan pada Rapat Terbatas Kabinet di Istana Negara, Jakarta Senin (14/8/2023), sektor transportasi merupakan pengguna bahan bakar paling besar di Jakarta. Data itu menunjukkan, sektor transportasi berkontribusi sebesar 44% dari penggunaan bahan bakar di Jakarta, diikuti industri energi 31%, lalu manufaktur industri 10%, sektor perumahan 14%, dan komersial 1%. Dari sisi penghasil emisi karbon monoksida (CO) terbesar, disebutkan disumbang dari sektor transportasi sebesar 96,36% atau 28.317 ton per tahun, disusul pembangkit listrik 1,76% 5.252 ton per tahun dan industri 1,25% mencapai 3.738 ton per tahun. Sepeda motor merupakan menghasilkan beban pencemaran per penumpang paling tinggi dibanding mobil pribadi bensin, mobil pribadi solar, mobil penumpang, dan bus. Dengan populasi mencapai 78% dari total kendaraan bermotor di DKI Jakarta sebanyak 24,5 juta kendaraan, dengan pertumbuhan 1.046.837 sepeda motor per tahun. Namun dari sisi penghasil emisi Sulfur Dioksida (SO2), sektor industri manufaktur menjadi kontributor utama penghasil emisi SO2 yakni sebesar 2.631 ton per tahun atau sebesar 61,9%. Sedangkan posisi kedua penghasil emisi SO2 terbesar ditempati industri energi yaitu 1.071 ton per tahun atau sebesar 25,17%. Sedangkan kendaraan bermotor hanya 11% sebesar 493 ton per tahun. “Penyebab utama tingginya emisi Sulfur Dioksida di Industri Manufaktur disebabkan penggunaan batu bara yang menghasilkan emisi SO2 sebesar 64%,” tulis laporan itu. Laporan itu juga menepis kabar bahwa dugaan polusi udara karena PLTU di Suralaya yang berdiri di Cilegon, Provinsi Banten, karena pergerakan angin yang tidak mengarah ke Jakarta. “Bahwa dugaan polusi udara karena PLTU Suralaya tidak tepat sebab hasil analisis pemantauan tahun 2019 menunjukkan bahwa pergerakan pencemaran ke Selat Sunda bukan ke Jakarta,” tulis pada laporan itu.

https://www.cnbcindonesia.com/news/20230821180406-4-464789/bbm-jadi-sumber-polusi-udara-jakarta-ini-kata-pertamina