Pengujian B40 pada Genset dan Kendaraan Industri

| Articles
Share Share on Facebook Share on Twitter Share on Whatsapp
Pengujian B40 pada Genset dan Kendaraan Industri. Sumber: BBPMGB Lemigas

Pemerintah kembali mengumumkan rencana ambisius untuk meningkatkan penggunaan campuran Bahan Bakar Nabati (BBN) biodiesel dengan solar, kali ini dengan target meningkatkan campuran menjadi 40% atau B40. Terbaru, Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) LEMIGAS menggelar Uji Startability Genset Gedung menggunakan bahan bakar B40.

Kepala LEMIGAS, Mustafid Gunawan, menjelaskan bahwa setelah melakukan pengujian B40 pada 12 kendaraan mobil pada tahun 2022, yang meliputi enam kendaraan kelas berat di bawah 3,5 ton dengan target harian jarak tempuh 560 km dan total 50 ribu km, kini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui BBPMGB LEMIGAS melanjutkan pengujian B40 pada mesin genset dan kendaraan berat industri. “Sekarang kami sedang melakukan pengujian B40 pada mesin genset dan kendaraan berat industri,” ungkap Mustafid dalam keterangannya pada Senin (20/5).

Uji Startability ini dibuka oleh Kepala Balai LEMIGAS yang diwakili oleh Koordinator Kelompok Pengujian Aplikasi Produk, Cahyo Widodo. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai instansi, termasuk Dirjen EBTKE, APROBI, BPDPKS, MIGAS, PLN PUSAT, PLN PUSLITBANG, dan BRIN. Acara dimulai dengan pembukaan dan pemaparan tentang persiapan Uji Startability, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa genset yang telah disiapkan untuk pengujian di lingkungan komplek Perkantoran LEMIGAS.

Pengujian B40 pada Genset

Pengujian dilakukan menggunakan empat genset pembangkit gedung dengan empat merek berbeda di kawasan BBPMGB LEMIGAS. Uji Startability ini dimulai pada tanggal 20 Mei 2024 dan dijadwalkan selesai pada tanggal 16 Oktober 2024.

“Parameter pengujian yang kami lakukan meliputi temperatur lingkungan genset, kelembaban lingkungan genset, temperatur bahan bakar B40 genset, temperatur oli genset, dan tegangan aki genset,” jelas Mustafid.

Pengujian ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendukung penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dengan hasil pengujian ini, diharapkan implementasi B40 dapat segera dilakukan secara luas, baik untuk kendaraan maupun untuk kebutuhan industri lainnya.

Selain itu, inisiatif ini juga menunjukkan sinergi antara pemerintah, industri, dan lembaga penelitian dalam mendorong penggunaan energi terbarukan. Penggunaan B40 tidak hanya berdampak positif pada lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan kemandirian energi nasional.

Dalam kesempatan ini, Mustafid juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak untuk kesuksesan program ini.

“Kami mengajak semua pihak untuk turut serta dalam mendukung penggunaan B40. Ini adalah langkah besar menuju masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dukungan yang kuat dari berbagai pemangku kepentingan akan sangat menentukan keberhasilan program ini. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari industri dan masyarakat sangat diharapkan agar target penggunaan B40 dapat tercapai dengan optimal.

Dengan adanya pengujian ini, diharapkan B40 dapat segera diimplementasikan secara luas, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat dan industri. Langkah ini tidak hanya akan mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga meningkatkan ketahanan energi nasional.

Mari kita bersama-sama mendukung penggunaan biodiesel B40 untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.