Pertamax Green 95 Hadir Sebagai BBM Ramah Lingkungan di Indonesia

| Articles
Share Share on Facebook Share on Twitter Share on Whatsapp
Pertamax Green 95 Hadir Sebagai BBM Ramah Lingkungan di Indonesia. Sumber: Andritz

PT Pertamina Patra Niaga baru-baru ini mengumumkan perluasan penjualan produk terbaru mereka, Pertamax Green 95, di sejumlah SPBU. Diluncurkan pada tahun 2023, Pertamax Green 95 adalah bahan bakar hasil pencampuran Pertamax dengan 5% bioetanol (E5) yang memiliki nilai RON (Research Octane Number) 95. Bioetanol ini diklaim membuat Pertamax Green 95 lebih ramah lingkungan dibandingkan produk bensin lainnya, seperti Pertalite (RON 90), Pertamax (RON 92), dan Pertamax Turbo (RON 98).

Apa itu Bioetanol?

Bioetanol adalah senyawa yang diperoleh melalui fermentasi tanaman pertanian dengan kandungan gula tinggi, seperti singkong, jagung, dan tebu. Pertamina menggunakan tebu sebagai bahan baku bioetanolnya. Proses fermentasi mengubah gula dalam tanaman menjadi etanol, sejenis alkohol yang bisa digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

Mengapa Bioetanol Ramah Lingkungan?

Bioetanol dianggap ramah lingkungan karena dapat diproduksi dari tanaman yang bisa ditanam ulang dan dari berbagai bahan baku, termasuk limbah pertanian dan industri. Selain itu, produksi bioetanol dari tebu menghasilkan produk sampingan berupa pupuk organik, yang mengurangi limbah. Tanaman tebu juga mampu menangkap karbon organik selama pertumbuhan, membantu mengurangi emisi dan mitigasi perubahan iklim.

Manfaat Bioetanol dalam Bahan Bakar

  1. Pembakaran Lebih Bersih: Bioetanol meningkatkan kualitas pembakaran bensin, menghasilkan emisi yang lebih rendah. Campuran bioetanol dalam bensin membuat pembakaran dalam mesin lebih efisien dan mengurangi emisi gas buang. Penelitian di Vietnam menemukan bahwa penggunaan bahan bakar E5 dan E10 meningkatkan efisiensi mesin dan konsumsi bahan bakar sekitar 6% dibandingkan bensin dengan RON 92.
  2. Pengurangan Emisi Karbon Monoksida (CO) dan Hidrokarbon (HC): Bioetanol menambah oksigen dalam campuran bahan bakar, membantu pembakaran lebih sempurna dan mengurangi emisi CO dan HC, dua polutan utama dari kendaraan bermotor.
  3. Pengurangan Partikulat di Udara: Bioetanol membantu mengurangi emisi partikulat, partikel kecil yang berasal dari padatan atau cairan tersuspensi dalam udara. Partikulat ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Penggunaan bioetanol mengurangi pembentukan partikulat dalam proses pembakaran, menghasilkan udara yang lebih bersih dan sehat.

Tantangan Bioetanol

Meskipun bioetanol memiliki banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan:

  1. Penggunaan Lahan yang Luas: Produksi bahan baku etanol membutuhkan lahan pertanian yang besar. Pembukaan lahan dengan menebang hutan dapat mengurangi keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem.
  2. Penggunaan Air: Tebu membutuhkan banyak air, sehingga penanaman dalam skala besar bisa membebani persediaan air setempat. Penggunaan air berlebihan dapat menyebabkan kekeringan karena persaingan dengan kebutuhan air lainnya.
  3. Peningkatan Emisi CO2 dan NOx: Beberapa penelitian menemukan bahwa penggunaan bioetanol dapat meningkatkan emisi gas CO2 dan NOx. Ini cukup ironis mengingat CO2 adalah salah satu emisi gas rumah kaca yang berusaha dikurangi dengan bahan bakar ini.

Penggunaan bioetanol dalam Pertamax Green 95 menawarkan banyak manfaat lingkungan dan bisa menjadi solusi transisi menuju era energi bersih. Namun, penggunaan skala besar harus dipertimbangkan dengan hati-hati untuk menghindari dampak negatif pada lingkungan dan sumber daya alam.

Mari dukung penggunaan Pertamax Green 95 untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Bergabunglah dalam upaya menciptakan Indonesia yang lebih mandiri energi dan ramah lingkungan!