Seminar Tantangan Industri Bioenergi APROBI

| Articles
Share Share on Facebook Share on Twitter Share on Whatsapp
Seminar Tantangan Industri Bioenergi APROBI. Sumber: Aprobi

Kontribusi sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional mencapai 13,2%, di mana bioenergi berperan sebesar 7,7% atau 60% dari total bauran energi. Informasi ini diungkapkan oleh Plt. Dirjen EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Jisman P. Hutajulu, dalam pembukaan Seminar Tantangan Industri Bioenergi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) di Jakarta pada Selasa (27 Februari 2024).

Kementerian ESDM memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan oleh APROBI dalam menghadapi tantangan dan peluang sektor bioenergi. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha diakui sebagai kunci keberhasilan pengembangan serta kontribusi bioenergi bagi kepentingan bersama. Program biodiesel menjadi sorotan dengan berhasil menghemat devisa negara sebesar lebih dari Rp122 triliun pada tahun 2023.

Jisman menyatakan bahwa biodiesel telah menjadi salah satu kontributor besar dalam ranah bioenergi. Pada tahun 2023, sekitar 12,3 juta kilo liter biodiesel disalurkan untuk kebutuhan domestik, yang berhasil menghemat devisa negara lebih dari Rp122 triliun serta menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 132 juta ton CO2.

Seminar APROBI: Komitmen dalam Mitigasi Perubahan Iklim

Dalam Seminar Tantangan Industri Bioenergi oleh Aprobi, Jisman menegaskan bahwa Indonesia memiliki komitmen utama terhadap mitigasi perubahan iklim. Target nasional untuk mengurangi emisi gas rumah kaca pada tahun 2030 mencapai 29%, yang telah diperbaharui menjadi 31,9%, dan penurunan sebesar 41%, yang telah diperbaharui menjadi 43,2%, dengan bantuan internasional. Sebagai salah satu sumber EBT, Bioenergi memegang peran krusial dalam mencapai target net zero emission. Bioenergi tidak hanya sebagai sumber energi terbarukan, tetapi juga menjadi bagian integral dalam strategi untuk mengurangi emisi karbon. Bioenergi juga meningkatkan keberlanjutan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Jisman menyoroti bahwa bioenergi, yang meliputi biomassa, biogas, dan bahan bakar nabati, memiliki potensi untuk menggantikan semua energi fosil di berbagai sektor, seperti pembangkit listrik, industri, transportasi, komersial, dan rumah tangga. Pada tahun 2023, bioenergi berkontribusi sekitar 60% dari total bauran energi nasional, yang mencapai 13,2%. Dengan demikian, bioenergi memainkan peran yang signifikan dengan menyumbang sebesar 7,7% dari total bauran energi tersebut.

Selain itu, peran lain dari bioenergi adalah dalam penyediaan dan pemanfaatan biodiesel. Pada tahun 2023, sebanyak 12,3 juta KL biodiesel disalurkan untuk kebutuhan domestik. Upaya ini tidak hanya menghemat devisa negara, juga membantu menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 132 juta ton CO2 ekuivalen.

Mari terus berkolaborasi dan mendukung pengembangan industri bioenergi untuk mencapai tujuan bersama. Kita ciptakan masa depan yang lebih bersih, berkelanjutan, dan berdaya guna!