Uji Kinerja Traktor Roda Dua dengan Bahan Bakar B40 oleh KESDM dan BBPSI Mektan

| Articles
Share Share on Facebook Share on Twitter Share on Whatsapp
Uji Kinerja Traktor Roda Dua dengan Bahan Bakar B40 oleh KESDM dan BBPSI Mektan. Sumber: Kementerian ESDM

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bekerja sama dengan Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBPSI Mektan) mengadakan uji kinerja lapang untuk traktor roda dua menggunakan bahan bakar campuran biodiesel B40. Bahan bakar B40 adalah campuran minyak solar dengan 40% biodiesel berbasis kelapa sawit.

Uji Kinerja Lapang B40 untuk Alsintan

Pengujian merupakan bagian dari serangkaian uji penggunaan bahan bakar B40 pada sektor Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Uji ini dikoordinasikan oleh Direktorat Bioenergi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE), serta didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Pengujian ini melibatkan berbagai pihak, termasuk PT Yanmar Diesel Indonesia, PT Kubota Indonesia, dan PT Tri Ratna Diesel Indonesia sebagai pembuat mesin, serta PT Pertamina (Persero). Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) pun turut mendukung penyediaan bahan bakar uji. Acara dimulai dengan pembukaan dan pemaparan tentang persiapan uji kinerja lapang. Diikuti dengan pengamatan langsung uji kinerja traktor roda dua di area persawahan IP2TP Muara Bogor, Jawa Barat.

Mustafid Gunawan, Kepala LEMIGAS, menjelaskan bahwa BBPMGB LEMIGAS berperan sebagai pelaksana pengujian berkat berbagai pengalamannya. Pengujian ini melibatkan dua traktor roda dua dengan merek yang berbeda, dengan parameter pengujian meliputi kecepatan membajak, kedalaman membajak, dan konsumsi bahan bakar.

Setelah uji kinerja lapang selesai, mesin traktor akan dikirim ke pabrik masing-masing untuk menjalani uji ketahanan selama 1.000 jam. “Hal ini bertujuan untuk menguji bagaimana kinerja B40 terhadap mesin traktor,” ujar Mustafid.

Pemerintah terus bertekad untuk meningkatkan penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar. Saat ini, program yang berjalan adalah B35, yang mencampur biodiesel sebanyak 35% dengan solar. Kementerian ESDM telah menetapkan kuota penyaluran biodiesel B35 sebesar 13,41 juta kiloliter (kl) untuk tahun 2024. Penetapan kuota ini didasarkan pada keberhasilan penyaluran B35 sepanjang tahun sebelumnya yang mencapai 12,15 juta kl.