Pertengahan April 2021, Harga CPO Tetap Oke

| Berita
Bagikan Share on Facebook Share on Twitter Share on Whatsapp

 

 

Wartaekonomi.co.id | Jum’at, 16 April 2021

 

Pertengahan April 2021, Harga CPO Tetap Oke

 

Melewati pekan II April 2021, harga rata-rata minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada CIF Rotterdam basis tercatat menguat sebesar 81,6 persen menjadi US$1.159 per MT (atau sekitar Rp16.805.500 per MT) dibandingkan periode yang sama secara y-o-y. Jika dibandingkan pekan lalu, average price yang tercatat tersebut menguat 1 persen dari yang sebelumnya sebesar US$1.148 per MT (atau sekitar Rp16.646.000 per MT). Meskipun penyebaran pandemi Covid-19 masih masif di Indonesia, harga rata-rata CPO tersebut berada jauh di atas level harga potensial yang sebesar US$700 per MT. Tidak hanya itu, harga CPO saat ini juga membawa harapan baru terhadap harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani. Melesatnya harga minyak mentah menjadi salah satu sentimen positif menguatnya harga minyak nabati, termasuk minyak kelapa sawit. Hal ini karena minyak sawit dapat dijadikan sebagai salah satu produk substitusi yang banyak digunakan sebagai bahan baku biodiesel. Menguatnya harga minyak mentah cenderung membuat penggunaan biodiesel dari sawit makin kompetitif di pasar. Wakil Presiden Asosiasi Produsen Biodiesel Indonesia, Paulus Tjakrawan, dalam pameran perdagangan industri Jerman, Hannover Messe, mengatakan bahwa produsen biodiesel Indonesia diperkirakan dapat mengekspor satu juta kiloliter biodiesel sepanjang tahun 2021 ini. Secara internal, terganggunya pasokan minyak kelapa sawit akibat efek keterlambatan waktu dari El Nino dan fenomena cuaca La Nina baru-baru ini menyebabkan tingkat stok CPO di Malaysia dan Indonesia menurun. Tidak hanya itu, Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) memperkirakan, secara keseluruhan, prospek minyak sawit pada tahun 2021 terlihat lebih baik dibandingkan harga rata-rata pada 2019 dan 2020.

 

https://www.wartaekonomi.co.id/read337274/pertengahan-april-2021-harga-cpo-tetap-oke

 

BERITA BIOFUEL

 

Kontan.co.id | Sabtu, 17 April 2021

 

Kementerian ESDM: Minyak jelantah bisa penuhi kebutuhan 32% biodiesel nasional

 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut ada potensi pemanfaatan 3 juta kiloliter (KL) minyak jelantah untuk kebutuhan 32% biodiesel nasional. Subkoordinator Keteknikan Bioenergi Kementerian ESDM Hudha Wijayanto mengatakan, ada dua prinsip utama yang harus dipenuhi apabila menjadikan jelantah sebagai bahan baku biodiesel. Pertama, kualitas minyak jelantah harus mencapai standar spesifikasi biodiesel. Kedua, punya nilai keekonomian tinggi dan dapat diimplementasikan. “Jika kedua prinsip tersebut bisa dipenuhi oleh biodiesel dari jelantah, maka potensi jelantah sebesar 3 juta kiloliter per tahun akan dapat memenuhi 32% kebutuhan biodiesel nasional,” kata Hudha dalam keterangan resmi, Sabtu (17/4). Pada kesempatan yang sama, Engagement Unit Manager Traction Energy Asia Ricky Amukti menegaskan keberadaan minyak jelantah sebagai bahan bakar biodiesel memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesehatan. “Minyak jelantah yang dibuang sembarangan akan berpengaruh langsung terhadap lingkungan hidup. Jika menumpuk di selokan, akan menimbulkan bau dan air selokan jadi kotor. Jika terserap di tanah, kualitas tanah akan menurun,” ujar Ricky. Ricky menambahkan penggunaan biodiesel dari minyak jelantah ini akan menekan jumlah emisi karbon. Berdasarkan analisa Kementerian ESDM, biodisel sendiri berpotensi mengurangi 91,7% emisi karbon dibandingkan solar. “Jika memanfaatkan jelantah, kita tak perlu mengganti hutan dengan perkebunan kelapa sawit, yang justru berpotensi meningkatkan emisi karbon,” tuturnya. Melihat potensi besar tersebut, peluang ini ditangkap oleh pebisnis asal Makasar, Sulawesi Selatan Andi Hilmi sejak masih duduk di bangku SMA. “Ketika itu kami mengembangkan puluhan diversifikasi energi. Namun, yang paling ideal adalah biodiesel,” kata Andi yang mempunyai usaha biodiesel berskala industri bermerek “GenOil” ini.

 

https://industri.kontan.co.id/news/kementerian-esdm-minyak-jelantah-bisa-penuhi-kebutuhan-32-biodiesel-nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.