Kementerian ESDM Mulai Bahas Aturan DMO Minyak Sawit untuk Pertamina

| Articles
Share Share on Facebook Share on Twitter Share on Whatsapp


Katadata.co.id
 | Jum’at, 3 Juli 2020

Kementerian ESDM Mulai Bahas Aturan DMO Minyak Sawit untuk Pertamina

Pertamina meminta pemerintah menetapkan kewajiban pasokan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) minyak kelapa sawit. Dengan begitu, harga biodiesel 100% atau B100 bisa lebih murah. Meski begitu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM belum memberikan keputusan terkait hal tersebut. “Masih pembahasan,” ujar Direktur Bioenergi Andriah Feby Misna ke Katadata.co.id pada Kamis (2/7). Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati sebelumnya meminta pemerintah memberlakukan DMO minyak sawit untuk memproduksi biodiesel. Sehingga perusahaan bisa mendapatkan pasokan minyak sawit yang berkelanjutan dengan harga yang lebih murah dari ekspor. “Ini seperti halnya PLN membangun 35 ribu MW, butuh suplai batu bara besar dengan volume dan harga batas bawah dan batas atas,” kata Nicke beberapa waktu lalu. Lebih lanjut, Nicke menjelaskan adanya mandatori biodiesel mampu memangkas impor solar. Pertamina mengklaim tak lagi mengimpor solar sejak kebijakan B20 pada Maret 2019.

Selain itu, penerapan mandatori B20 dapat membantu perusahaan menghemat biaya hingga Rp 43,8 triliun pada tahun lalu, dan diproyeksi meningkat menjadi Rp 63,4 triliun pada tahun ini. Mandatori B20 juga berdampak pada keberlangsungan lingkungan. Pertamina mencatat ada pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 9,91 juta ton pada tahun lalu. Oleh karena itu, Pertamina bakal memproduksi B100 pada tahun depan. Hal itu sejalan dengan beroperasinya fasilitas pengolahan minyak sawit di kilang Cilacap. Direktur Utama Pertamina Kilang Internasional Ignatius Tallulembang mengatakan perusahaan bakal menambah fasilitas pengolahan biodiesel di Kilang Cilacap dengan kapasitas produksi sebesar 3 ribu barel per hari (bph). “Kami akan bangun dulu yang biorefinery, akan diselesaikan tahun depan dengan kapasitas 3000 bph, tahun depannya akan tambah lagi jadi 6000 bph,” ujar Ignatius dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII, Rabu (1/7). Setelah itu, pihaknya akan melanjutkan kembali pembangunan kilang hijau di Plaju yang ditargetkan rampung 2023. Kilang tersebut bakal memiliki kapasitas pengolahan minyak sawit sebesar 20 ribu bph.

https://katadata.co.id/berita/2020/07/03/kementerian-esdm-mulai-bahas-aturan-dmo-minyak-sawit-untuk-pertamina

Wartaekonomi.co.id | Jum’at, 3 Juli 2020

OXE Indonesia Hadirkan Mesin Tempel OXE Diesel di Indonesia

TMPL Pte Ltd. (OXE Indonesia) telah menandatangani kontrak secara resmi dengan OXE Marine AB, pemilik dan pemegang lisensi OXE Diesel, sebagai distributor mesin tempel OXE Diesel di wilayah Indonesia. OXE Marine AB merupakan produsen mesin kapal dibalik OXE Diesel, yaitu mesin tempel diesel berkinerja tinggi pertama di dunia yang menetapkan standar baru untuk biaya operasi, daya tahan, efisiensi bahan bakar, dan rendah emisi. Produk mesin OXE Diesel dari OXE Marine AB adalah inovasi yang jelas dan dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan mesin kapal di Indonesia. Keunggulan yang ditawarkan oleh mesin OXE Diesel di berbagai produk yang ditawarkan–baik inboard dan outboard–secara alami menarik antusiasme dari end-user serta pembuat kapal di industri maritim. TMPL Pte Ltd yang telah berdiri sejak lama menyadari karakteristik inovatif dan mengesankan dari mesin tempel OXE Diesel. Sebagai mesin tempel diesel komersial pertama di dunia, OXE Diesel menggabungkan keandalan dan daya tahan mesin inboard kapal dengan fleksibilitas dan kelincahan mesin tempel, menawarkan efisiensi, jangkauan, torsi, dan biaya operasi yang jauh lebih rendah bagi pengguna. Peningkatan kemudahan layanan yang ditawarkan akan sangat bermanfaat dengan potensi pasar yang besar mengingat Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan banyak pulau, lautan luas, jarak yang jauh, dan perekonomian yang dinamis.

TMPL Pte Ltd telah mengambil langkah untuk mengembangkan dan memberikan opsi untuk B30 BioDiesel. Pengujian dengan lebih dari 10.000 jam telah menunjukkan hasil yang menjanjikan. TMPL Pte Ltd pada tahap selanjutnya akan merilis spesifikasi lengkap dan harga untuk opsi B30 BioDiesel. “Kami mengucapkan terima kasih kepada OXE MARINE AB yang telah memilih TMPL Pte Ltd sebagai mitra bisnis dan distributor mesin OXE Diesel. Kami akan berusaha melakukan yang terbaik untuk mempromosikan dan mendukung produk unik OXE Diesel di pasar Indonesia,” ujar Curtis Emerson, Direktur TMPL Pte Ltd, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (3/7/2020). TMPL Pte Ltd melihat potensi yang sangat tinggi untuk aplikasi OXE Diesel di bidang sistem propulsi kapal di pasar Indonesia, baik untuk perairan pedalaman, pesisir dan laut, terutama di bidang transportasi komersial, pemerintahan, minyak dan gas, serta kapal tender. Ralf Losch, Chief Commercial Officer OXE Marine AB, mengutarakan rasa senangnya karena OXE Marine AB telah memberikan TMPL Pte Ltd hak distribusi di Indonesia. Menurutnya, TMPL Pte Ltd adalah mitra yang potensial untuk ditambahkan ke daftar jaringan distributor mereka guna memastikan bahwa unit OXE Diesel beroperasi dengan efisiensi dan didukung oleh dukungan layanan suara. “Kami sangat senang dengan bergabungnya TMPL Pte Ltd dan bahwa OXE Diesel akan segera hadir dan tersedia di seluruh wilayah Indonesia,” tutup Ralf Losch.

https://www.wartaekonomi.co.id/read293039/oxe-indonesia-hadirkan-mesin-tempel-oxe-diesel-di-indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.