+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Pemkab Muba Gandeng Kampus IPB

Indopos | Rabu, 17 Juli 2019 Pemkab Muba Gandeng Kampus IPB -Sukses mewujudkan pengembangan inovasi energi baru terbarukan yakni biofuel berbasis Kelapa Sawit hasil kerja bareng Institut Teknologi Bandung (ITB), tak membuat langkah inovasi Dodi Reza Alex Noerdin surut. Sebaliknya, Bupati Musi Banyuasin (Muba) itu bergerak cepat mengembangkan bidang peternakan. Terbaru, Dodi sapaan akrab Dodi Reza Alex Noerdin merancang Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Bumi Serasan Sekate. Dodi menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB), kondang sebagai kampus inovatif Indonesia. Nota Kesepahaman Bersama Antara IPB dengan Pemkab Muba diteken di ruang Sidang LPPM Gedung Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Dramaga Bogor, Selasa (17/7). Kesepahaman Bupati Muba Dodi Reza dengan Rektor IPB Arif Satria menjadi harapan baru pengembangan peternakan di Muba. "Bupati Muba pak Dodi Reza ini sangat strong komitmen dengan pengembangan potensi-potensi di Muba. Kami yakin kerja sama ini akan memberi kontribusi positif dan percepatan pengembangan bidang peternakan," sanjung Rektor IPB Arif Satria. Menurut Arif, Muba sangat kaya sumber daya alam, selain perkebunan juga ada peternakan. "Jadi, kami targetkan SPR di Muba akan menjadi percontohan. Tidak hanya Bojonegoro tetapi Muba juga akan menjadi pusat laboratorium peternakan di Indonesia dan ini akan menjadi target IPB ke depan," tegasnya. Kemudian, lanjut Arif, IPB tidak hanya fokus pada pengembangan SPR tetapi bersama Pemkab Muba juga akan menerapkan teknologi 40. "Target kami, Muba canggih dan sukses di bidang peternakan. Ini sudah lengkap baik support Kepala Daerah hingga SDA yang melimpah," ha- rapnya. Bupati Muba Dodi Reza menuturkan, upaya pengembangan SPR di Muba tidak hanya untuk mengembang-…

Read More

PPI PTPN III Sepakat Bangun PLTS Di Sumut

Rakyat Merdeka | Selasa, 16 Juli 2019 PPI PTPN III Sepakat Bangun PLTS Di Sumut PT Pertamina Power Indonesia (PPI) dan PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) sepakat membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di KEK Sei Mangkei, Sumatera Utara. Proyek tersebut untuk meningkatkan bauran pembangkit energi baru dan terbarukan yang ada di kawasan tersebut. Presiden Direktur PPI Ginan-jar mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan mampu mewujudkan konsep Green Economic Zone di KEK Sei Mangkei. Sehingga ke depan, bisa jadi rujukan pengembangan kawasan ekonomi yang mendukung pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Selain membangun PLTS, anak perusahaan Pertamina dan PTPN HI ini sedang mendorong realisasi Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) berkapasitas 2,4 MW. Proyek tersebut akan segera menyelesaikan tahap konstruksi. Adapun pembangkit energi baru dan terbarukan yang memanfaatkan limbah pabrik cair Kelapa Sawit tersebut telah memulai kegiatan konstruksi sejak Desember 2018 yang lalu. Saat ini konstruksi sudah dalam tahap fasa akhir pembangunan sipilnya dan dalam tahap instalasi komponen utama pembangkit. Saat ini, PLTBg telah melakukan engine test atai Factory Acceptance Test (FAT). Tes mesin iti dilakukan atas komponen utama PLTBg berupa dua unit gas engine yang akan digunakan di PLTBg Sei Mangkei. Setelah engine tes ini berhasil, milestone berikutnya adalah gas engine tersebut ditargetkan on site pada bulan September 2019. Kerjasama ini merupakan bentuk partnership yang ideal, karena merupakan kerjasama dua perusahaan nasional, lintas industri, dan dengan basis Business to Business," kata Ginanjar melalui siaran persnya, kemarin. Dia menuturkan, skema pendanaan nasional mungkin akan menghadapi tantangan keekonomian dan competitiveness project.Tetapi semua aliran…

Read More

Defisit Neraca Migas Diproyeksikan Terus Berlanjut

Investor Daily Indonesia | Senin, 15 Juli 2019 Defisit Neraca Migas Diproyeksikan Terus Berlanjut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan defisit neraca minyak dan gas bumi akan terus terjadi di masa mendatang. Hal ini mengingat produksi migas nasional cenderung terus turun dan pemanfaatannya dioptimalkan untuk menggerakkan perekonomian nasional. Wakil Menteri ESDM Arcan-dra Tahar mengatakan, defisit migas nasional sebenarnya menurun dibandingkan dengan tahun lalu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama Januari-Juni 2018 defisit migas tercatat mencapai US$ 2,86 miliar. Sementara pada periode yang sama tahun ini defisit migas ini terpangkas menjadi US$ 2,14 miliar. Kementerian ESDM, lanjut dia, terus berupaya mengurangi impor migas. Beberapa strategi yang dilakukan yakni memperluas mandatori pencampuran biodiesel 20% (B20) dan menugaskan PT Pertamina (Persero) untuk menyerap lifting minyak dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Program B20 akan mengurangi impor solar sekitar 6 juta kiloliter (KL) dan penyerapan lifting memangkas impor minyak mentah 200 ribu barel per hari (bph). Meski ada berbagai upaya, dia tidak menampik bahwa defisit migas memang masih terjadi. Saat ini, produksi minyak nasional memang cenderung turun, tetapi produksi gas cukup stabil di kisaran 1,2 juta barel setara minyak per hari. Namun, pemerintah kini mengoptimalkan penggunaan gas ini untuk industri dalam negeri. "Kalau gas ini makin hari makin banyak digunakan untuk faktor produksi di dalam negeri, baik petrokimia, pupuk, dan kelistrikan, artinya ekspor gas makin berkurang. Maka defisit migasnya akan bertambah," kata Arcandra di Jakarta, akhir pekan lalu. Namun, lanjut dia, pemanfaatan gas di dalam negeri ini akan mendorong produksi petrokimia,…

Read More

Harga CPO jatuh, Industri Boiler Berharap Pada Program B20 dan B30

Harian Kontan | Jum’at, 12 Juli 2019 Harga CPO jatuh, Industri Boiler Berharap Pada Program B20 dan B30 Industri boiler optimistis permintaan pada tahun ini akan tetap berputar. Pelaku usaha penyedia mesin boiler meyakini penjualan pada semester kedua tahun ini tetap bertumbuh kendati dibayangi kelesuan bisnis kelapa sawit. Selama ini, mesin boiler memang banyak terserap oleh industri Kelapa Sawit untuk mengolah minyak sawit mentah atau crude Palm Oil (CPO). Selain untuk industri CPO, boiler banyak digunakan pada pabrik gula, pabrik makanan dan minuman, pabrik karet, serta pabrik farmasi. Direktur Industri Permesinan dan Alat Pertanian Kementerian Perindustrian, Zakiyu-din, mengatakan kelesuan bisnis Kelapa Sawit domestik turut mempengaruhi industri boiler. Di tengah mandeknya harga CPO, pemerintah mengeluarkan kebijakan campuran bahan bakar biodiesel sebesar 20% (B20) dan B30. Kebijakan itu berpotensi mendorong industri boiler. "Kebijakan ini bisa kembali memperkuat industri boiler," kata dia, Kamis (11/7). Selain program campuran biodiesel, Zakiyudin meyakini hingga saat ini industri boiler memiliki potensi berkembang. Pasalnya, pemerintah terus menggulirkan berbagai proyek seperti konstruksi dan pembangkit listrik. Cuma, industri boiler masih menghadapi tantangan dari sisi hulu karena kekurangan bahan baku. Industri boiler Indonesia juga belum mampu memproduksi komponen boiler tertentu sehingga memerlukan impor. Meski demikian, Zakiyudin memproyeksikan, kinerja industri broiler pada semester kedua tahun ini akan lebih baik. Pemicunya adalah kondisi sosial politik yang stabil setelah pemilu. Keyakinan serupa disampaikan Dedi Fahruli, Marketing Manager PT Thermax International Indonesia. "Tentunya kami optimistis. Ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang mendukung berkembangnya industri baik hulu maupun hilir," kata dia. Thermax memproduksi berbagai jenis…

Read More