+62 2129380882 office@aprobi.co.id

2024, Kapasitas Pembangkit Energi Terbarukan 19.243 MW

Investor Daily Indonesia | Selasa, 28 Januari 2020 2024, Kapasitas Pembangkit Energi Terbarukan 19.243 MW Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik energi terbarukan bisa mencapai 19.243 megawatt (MW) pada 2024, jauh lebih rendah dari perencanaan dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang mencapai 45 ribu MW pada 2025. Rendahnya pertumbuhan permintaan setrum mempengaruhi pengembangan pembangkit listrik energi hijau ini. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, kapasitas terpasang pembangkit listrik energi terbarukan perlu ditingkatkan. Berdasarkan data Kementerian ESDM, sampai akhir 2019, kapasitas oembangkit energi hijau ini tetcatat baru sebesar 10.157 MW. "Target (tambahan) sekitar 9 ribu MW sampai 2024. Baurannya terdiri dari banyak sumber energi, seperti hidro, surya, biomassa, bayu, panas bumi, dan sebagainya," kata dia dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin (27/1). Mengacu data Kementerian ESDM, pada tahun ini, kapasitas pembangkit listrik energi terbarukan direncanakan bertambah 700 MW menjadi 10.843 MW. Selanjutnya kapasitas pembangkit listrik energi hijau ini akan naik 1.000 MW menjadi 11.843 MW pada 2021, terus bertambah menjadi 13.743 MW pada 2022,15.543 MW pada 2023, dan mencapai 19.243 MW pada 2024. Sebaliknya, pemerintah merencanakan pemanfaatan batu bara untuk dalam negeri terus meningkat dalam lima tahun ke depan. Pada tahun ini, jatah batu bara dalam negeri direncanakan sebesar 155 juta ton. Selanjutnya, angka serapan batu bara domestik ini akan naik menjadi 168 juta ton pada 2021, 177 juta ton pada 2022,184 juta ton pada 2023, dan mencapai 187 juta ton pada 2024. "Peningkatan pemanfaatan batu bara domestik antara lain untuk…

Read More

Pabrikan Berjibaku Hadapi B30

Bisnis Indonesia | Senin, 27 Januari 2020 Pabrikan Berjibaku Hadapi B30 Pabrikan mobil berjibaku melakukan penyesuaian pada produknya untuk menghadapi implementasi B30 per 1 Januari. Terlebih, pemerintah tancap gas untuk uji coba bahan bakar solar dengan campuran biodiesel 40%. B30 adalah pencampuran bahan bakar diesel atau solar dengan FAME (fatty acid methyl ester) 30%. Hino Motor menambah sejumlah fitur untuk mobil produksi 2020, seperti filter dan komponen lain untuk memastikan truk dapat beroperasi dengan Solar B30, adapun Isuzu berupaya keras mengembangkan teknologi untuk implementasi mandat biodisel yang lebih tinggi. Direktur Penjualan dan Promosi PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) Santiko Wardoyo mengatakan kendaraan tahun produksi 2020 sudah siap dengan program mandatori B30 yang diberlakukan per 1 Januari 2020. "Kendaraan tahun produksi 2020 semua ready dengan B30. Nah, tentunya ada perubahan-perubahan konfigurasi," katanya di Jakarta, Kamis (23/1). Perubahan itu seperti fuel filter dibuat lebih besar sehingga tetap dapat bertahan 10.000 km, fuel tank dilapisi alumunium platting coated untuk mencegah karat. Fuel sender gauge dan piping juga dilapisi nickel platting coated untuk menambah daya tahan terhadap zat asam dari Fame B30. Selain itu, untuk material yang berbahan karet, seperti Hose sudah menggunakan material fluorubber agar tahan terhadap sifat-sifat dasar dari biodiesel yang menghasilkan zat asam dan mengikis material. Selain itu, Hino juga menyediakan jalan keluar bagi pemilik kendaraan dengan tahun produksi sebelum 2019. Pabrikan ini menyediakan strainer dan retrofit yang dapat digunakan hingga 20.000 km bagi truk B30. Seperti halnya Hino, Isuzu menyatakan seluruh unit yang dipasarkan saat ini sudah dapat meminum…

Read More

BPPT Bersama Stakeholder Lakukan Review Penggunaan B30

Pelaku Bisnis | Kamis, 23 Januari 2020 BPPT Bersama Stakeholder Lakukan Review Penggunaan B30 Balai Teknologi Bahan Bakar Dan Rekayasa Disain (BTBRD) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengadakan Focus Group Discussion tentang Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Trial B30 di Hotel Grand Zuri, Tangerang Selatan pada 21/1. B30 merupakan bahan bakar campuran 30% biodiesel berbahan dasar sawit dengan 70% bahan bakar minyak jenis solar. Sebelumnya telah dilakukan Road Test pada 13 Juni 201 guna menguji kesiapan B30 dalam rangka pelaksanaan mandatori B30 yang dijadwalkan mulai awal 2020. Kepala BTBRD BPPT Ari Rahmadi mengatakan, peran BPPT adalah melakukan evaluasi kesiapan penanganan B100, pencampuran B30 serta melihat bagaimana distribusinya ke SPBU di Indonesia. Disitulah, kata Ari, dilakukan evaluasi. Evaluasi tersebut sudah ada report dan hasilnya. Kegiatan ini juga mengumpulkan seluruh stakeholder seperti Kementerian ESDM, Komisi Teknis Bioenergi, Kementerian Perekonomian, APROBI berkumpul bareng untuk mendiskusikan hasilnya dan nantinya BPPT memberikan rekomendasi. “Dalam penerapan Biodiesel ada dokumen yang namanya pedoman umum penanganan biodiesel, dan BPPT akan merevisinya. Revisi tersebut akan mengakomodir temuan-temuan baru yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas biodiesel yang ada di konsumen lebih baik dari sebelumnya. Nantinya akan di sampaikan kepada Kementerian ESDM untuk ditetapkan,” ujarnya. Kedepan Ari berharap biodiesel ini akan tetap ada dan semoga pemerintah tetap menaruh perhatian kepada perkembangan biofuel di Indonesia. Dalam kesempatan yang sama Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementrian ESDM (Ditjen EBTKE ESDM), Andriah Feby Misna, selaku regulator kelak, mengutarakan bahwa Trial B30 ini merupakan upaya untuk pengetatan pada spesifikasi B30 yang…

Read More

RI Ingin Tingkatkan Ekspor Sawit ke Italia

Investor Daily Indoensia | Rabu, 22 Januari 2020 RI Ingin Tingkatkan Ekspor Sawit ke Italia Indonesia dan Italia berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dan promosi pertanian, salah satunya ekspor minyak sawit. Produk sawit digunakan dalam industri makanan dan sebagai ba-han biodiesel di Italia, sedangkan ekspor sawit Indonesia ke Italia mencapai US$ 570 juta atau sekitar 29% dari total ekspor Indonesia ke Italia setiap tahunnya. Komitmen Indonesia dan Italia itu ditandai penandatanganan nota kesepakatan (MoU) antara Kementerian Pertanian RI dengan Kementerian Pertanian, Pangan, dan Kehutanan Republik Italia di Roma pada 20 Januari 2020. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) berkunjung ke Roma, Italia, dalam rangka kunjungan kerja dan membidik kerja sama pertanian. Kerja sama yang diinginkan adalah budidaya, mekanisme pertanian, pengelolaan sumber daya air, pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM). SYL bersama Menteri Pertanian, Pangan, dan Kehutanan Italia Teresa Bellanova juga membahas isu bilateral terutama terkait peningkatan nilai perdagangan dan investasi bidang pertanian. Keunggulan komoditas pertanian Indonesia seperti karet, sawit, buah tropis, teh dan rempah rempah sudah tidak diragukan lagi dan Italia bisa memanfaatkan potensinya. SYL juga mengundang investasi Italia di sektor pertanian dan peternakan di Indonesia. "Produk Indonesia sudah memenuhi standar Uni Eropa (UE) sehingga bisa masuk ke pasar Eropa," ujar SYL dalam keterangannya. SYL juga menegaskan bahwa sektor pertanian Indonesia telah menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) dan dikelola dengan berkelanjutan. Kedua menteri juga membahas ekspor sawit Indonesia, perlu diketahui produk sawit digunakan dalam industri makanan dan sebagai bahan biodiesel di Italia. Menurut data,…

Read More