+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Permintaan Biodiesel Meningkat Memicu Kenaikan Harga Minyak Sawit

Vibiz News | Kamis, 31 Oktober 2019 Permintaan Biodiesel Meningkat Memicu Kenaikan Harga Minyak Sawit Harga minyak sawit naik mencapai tertinggi 19 bulan pada sesi tengah hari pada hari Kamis karena penguatan dari harga minyak nabati saingan dan peningkatan ekspor. Harga minyak sawit Januari di Bursa Malaysia Derivatif Exchange naik 0.6% menjadi 2,512 ringgit ($601.68) per ton pada akhir sesi tengah hari . Harga sempat naik 0.9% pada awal sesi tertinggi sejak 2 Maret tahun lalu. Ini adalah kelanjutan kenaikan dari rally tujuh sesi berurutan . Minggu lalu, terjadi lompatan harga tertinggi sejak tiga tahun lalu sejak minyak nabati saingan mencapai rekor tertingginya. Kenaikan harga ini terjadi karena Meeting GAPKI, Indonesian Palm Association di Bali memberi dampak adanya peningkatan konsumsi minyak sawit karena penggunaan biofuel. Salah satu faktor kenaikan harga minyak sawit karena pemerintah Indonesia dan Malaysia menetapkan penggunaan dari B20 di Malaysia dan B30 di Indonesia pada tahun depan sehingga permintaan biofuel dari Indonesia dan Malaysia akan meningkat, akibatnya konsumsi minyak sawit akan naik 1.3 juta ton dan menjadi 10 juta ton per tahun sehingga mengurangi kerugian ke dua negara akibat pembatasan ekspor minyak sawit Uni Eropa. Konsumsi minyak sawit Indonesia sampai bulan Agustus 11.7 juta ton atau 44 % lebih tinggi dari tahun lalu pada periode yang sama. Peningkatan ini terjadi karena konsumsi domestik biodiesel meningkat 122%. Kenaikan harga terhenti ketika terjadi penguatan ringgit 0.1% terhadap dolar pada hari Kamis, sehingga harga minyak sawit menjadi mahal bagi pembeli luar negeri. Harga minyak sawit di Dalian Januari naik 0.7%…

Read More

Minyak Kelapa Sawit Layak Gantikan Minyak Solar

Info Sawit | Rabu, 30 Oktober 2019 Minyak Kelapa Sawit Layak Gantikan Minyak Solar PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN berhasil mengganti bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang semula berjenis solar menjadi 100% minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO). Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman penghasil minyak yang paling banyak diproduksi dan dikonsumsi di Indonesia maupun di Dunia. Minyak ini bisa digunakan untuk produk makanan, kecantikan, bahkan produk kebersihan dan juga dapat digunakan sebagai sumber biofuel atau biodiesel. Harganya yang murah dan mudah diproduksi menjadikan minyak sawit sebagai komoditas unggulan di Indonesia dan memberi kontribusi yang besar terhadap pereknomian nasional. Perkebunan kelapa sawit banyak terdapat di daerah Asia, Afrika dan Amerika Selatan. Hal ini dikarenakan jenis pohon kelapa sawit yang membutuhkan sinar matahari yang cukup, suhu hangat, dan curah hujan yang tinggi untuk memaksimalkan hasil produksinya. Indonesia merupakan lokasi yang tepat untuk mengembangkan kelapa sawit mengingat Indonesia memiliki iklim tropis. Tak heran jika komoditas kelapa sawit ini menjadi komoditas unggulan di Indonesia. Dengan itu, kita harus memanfaatkan kelapa sawit dengan sebaik-baiknya. Belakangan ini PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN bakal mengganti bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang semula berjenis minyak solar menjadi 100% menggunakan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO). Hal ini merupakan upaya untuk mengurangi penggunaan energi fosil pada sektor ketenagalistrikan dan juga membantu pemerintah dalam menekan impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Tercatat ada empat pembangkit yang menjadi pelopor pengalihan pemakaian bahan bakar ke CPO sedang tahap uji coba. Pembangkit tersebut adalah Pembangkit…

Read More

Hino Arahkan Truk Hybrid Sanggup Minum Biodiesel B30

CNN Indonesia | Senin, 28 Oktober 2019 Hino Arahkan Truk Hybrid Sanggup Minum Biodiesel B30 Teknologi hybrid pada truk Hino disebut bakal disesuaikan dengan kebijakan biodiesel B30 di Indonesia. Sistem pembakarannya dikatakan nanti bisa menggunakan bahan bakar campuran antara 70 persen solar dan 30 persen biodiesel kelapa sawit yang sedang dikembangkan pemerintah. "Saya kira sudah siap. Teknologi kami akan menyesuaikan dengan B30," ujar Executive Vice President Hino Motors Ltd, Shin Endo, di markas besar Hino, di Hinoshi, Tokyo, Jepang, Jumat (25/10). Penyesuaian teknologi itu, misalnya, meliputi penggunaan lapisan alumunium pada tangki bahan bakar. Seperti diketahui salah satu sifat biodiesel kelapa sawit menyerupai deterjen yang sanggup menguras kotoran pada tangki bahan bakar hingga berdampak negatif bila tercampur ke sistem pembakaran. "Agar agar bisa sesuai dengan [kandungan] sulfur," ucap dia. Pemerintah bakal mewajibkan penggunaan B30 pada Januari 2020. Tujuannya, mengurangi penggunaan minyak bumi yang berasal dari fosil. Pemakaian B30 ini juga dapat menurunkan kandungan sulfur dalam solar. Presiden Direktur PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) Hiroo Kayanoki mengungkapkan teknologi hybrid yang dimiliki prinsipal sejalan dengan kebijakan B30. "Kendaraan Hino dengan teknologi Hybrid dapat digerakkan dengan tenaga listrik dan biodiesel sehingga lebih ramah lingkungan dan juga irit bahan bakar. Sehingga truk ini cocok digunakan di Indonesia saat ini, menjelang era peralihan kendaraan bermesin diesel ke kendaran bertenaga listrik," tuturnya, dalam keterangan tertulis. Selain mendukung industri kelapa sawit, Direktur Penjualan dan Promosi HMSI Santiko Wardoyo menambahkan, kendaraan komersial hybrid sesuai dengan kondisi geografis Indonesia yang tediri dari pulau-pulau dengan infrastruktur pendukung kendaraan listrik yang…

Read More

Implementasi B30 Semakin Dekat, Ini Kuota Biodieselnya

Warta Ekonomi | Sabtu, 26 Oktober 2019 Implementasi B30 Semakin Dekat, Ini Kuota Biodieselnya! Euforia peningkatan pencampuran biodiesel sebesar 10% menjadi B20 di Malaysia dan B30 di Indonesia tahun depan akan sangat berdampak terhadap penyerapan volume produksi biodiesel dan persediaan minyak sawit nasional dan global. Semakin tinggi tingkat pencampuran bahan bakar dengan biodiesel yang ditargetkan maka penetrasi pasar biodiesel di kedua negara tersebut akan meningkat dan ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil akan berkurang. Pemerintah Indonesia telah menyediakan kuota biodiesel sebanyak 9,06 juta kiloliter untuk 18 perusahaan pada periode Januari-Desember 2020 mendatang, yang mana jumlah ini 45% lebih tinggi dibandingkan kuota biodiesel tahun 2019 yang hanya 6,60 juta kiloliter. Semakin tinggi blending rate yang ditetapkan untuk awal tahun depan, diperkirakan dapat menyerap 8-9 juta ton crude palm oil (CPO) atau sekitar 18-20% dari total produksi CPO tahunan atau dua kali lebih banyak dibandingkan stok CPO saat ini. Stok minyak sawit mentah di Indonesia hingga akhir Agustus ini tercatat mencapai 4,80 juta ton. Keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan campuran biodiesel B30 akan dipasok oleh 46 entitas ke 18 perusahaan sepanjang tahun depan. PT Pertamina (Persero) yang berada di bawah naungan BUMN akan menerima alokasi terbesar sebesar 8,832 juta kiloliter atau 87% dari total biodiesel yang sudah disiapkan pemerintah. Sementara itu, Pertamina memperoleh pasokan dari 18 industri sawit nasional dengan supply terbesar berasal dari PT Wilmar Nabati Indonesia sebanyak 1,373 juta kiloliter; PT Wilmar Bioenergi Indonesia 1,148 juta kiloliter; PT Musim Mas 1,035 juta kiloliter; dan PT Bayas…

Read More